19:00 . Keluarga Besar BMG Tahlil dan Doa Secara Virtual untuk Almarhum Mas Muha   |   18:00 . Menikah Saat PPKM, Kemenag Gratiskan Biaya Swab Catin   |   17:00 . Pemilik Warung Wrong Way Divonis 5 Bulan Penjara   |   15:00 . DPRD Temukan KPM Tak Bisa Cairkan Bansos hingga Sembako Numpuk di Agen   |   14:00 . Baksos dan Jam Malam Berjalan Beriringan di Tengah Pandemi   |   13:00 . Begini Cerita Pilu KPM Asal Plumpang Tidak Menerima BPNT 7 Bulan   |   08:00 . Mas Muha: ‘Petarung Tangguh’ Kembali ke PenciptaNya   |   07:00 . Cuaca Panas Bisa Bikin Lelah Ibu Hamil, Simak Tips Berikut   |   20:00 . AMSI Crisis Center, Wadah Edukasi dan Bantuan Konsultasi Covid-19 Diluncurkan   |   19:00 . Farida Hidayati Bagi Sembako dan Vitamin pada Warga   |   18:00 . Polisi Dalami Temuan Mensos Terkait Penyaluran BPNT di Tuban   |   14:00 . Kapolres dan Dandim Tuban Berangkatkan Tim Relawan Tracer Corona   |   11:00 . Dari Hobi Baca, Wijayanto Punya Usaha Brand Kaos Lokal   |   07:00 . Tips Mengendalikan Emosi dari Psikolog: Jeda dan Atur Napas   |   18:00 . 51 Ton Bantuan Beras Didistribusikan, Kapolres: Harus Tepat Sasaran   |  
Thu, 29 July 2021
Jl Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tak Penuhi Unsur Pidana, Gakkumdu: Kasus Video Bagi-Bagi Uang Selesai

bloktuban.com | Monday, 14 December 2020 16:00

Tak Penuhi Unsur Pidana, Gakkumdu: Kasus Video Bagi-Bagi Uang Selesai

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkundu) Kabupaten Tuban yang terdiri dari Bawaslu, Polres dan Kejaksaan telah memberhentikan kasus video parodi bagi-bagi uang di depan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Kasus tersebut dihentikan pada kajian Kedua Gakkumdu Tuban lantaran tidak memenuhi unsur pidana pelanggaran Pemilukada yang disangkakan tehadap pelaku, yakni Pasal 187A Ayat 1 dan 2 tentang Undang-undang Pemilukada. 

"Hasil akhir berdasarkan kajian Tim Gakkumdu, sesuai keterpenuhan alat bukti dan kesesuaian unsurnya dirasa tidak memenuhi unsur. Di antaranya adalah menstria (niat jahat) unsur menerima dan memberikan itu tidak terpenuhi karena pasca video itu, uangnya langsung dikembalikan. Sehingga kasusnya berhenti pada pembahasan Gakkumdu yang kedua," terang Anggota Bawaslu Kabupaten Tuban Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Ulil Abror Al Mahmud.

Ulil menjelaskan, kasus itu berawal ketika Hari H pencoblosan Cabup-Cawabup Tuban yang berlangsung pada Rabu (9/12/2020) kemarin. Sekitar pukul 10.00 WIB, video bagi-bagi uang di depan TPS berdurasi 17 detik tersebut viral di Media Sosial (Medsos).

"Atas viralnya video itu kami melakukan penelusuran dengan mendatangi lokasi yang diduga tempat pembuatan video tersbut. Dan benar lokasi video tersebut direkam di TPS 5 Desa Kesamben, Kecamatan Plumpang," tandas Ulil Abror Al Mahmud, ketika Konferensi Pers di Skretariat Gakkumdu Tuban Jalan WR. Supratman, Senin (14/12/2020).

Lebih lanjut, saat Tim Gakkumdu sampai di lokasi ternyata yang bersangkutan sudah berada di Balai Desa Kesamben, Kecamatan Plumpang untuk dimintai keterangan oleh Babhinkamtibmas dan Babhinsa. 

Namun, karena faktor keamanan lantaran ada kabar massa yang tidak terima dengan kejadian itu maka pelaku kemudian dibawa ke Posko Gakkumdu Polres hari itu juga. "Hari pertama ada 5 orang yang diperiksa yaitu pelaku, ibu pelaku, kemudian adiknya  dan yang melakukan perekaman serta pengawas TPS," imbuhnya.

Lantaran pada kajian pertama diduga ada pelanggaran pidana Pemilu. Selanjutnya Gakkumdu Kabupaten Tuban melakukan kajian untuk yang kedua dengan semua pelaku dan semua saksi yang terlibat di dalam video tersebut untuk memberikan klarifikasi, yaitu, pelaku LDA, SGR, JRTR, HT, SR dan TMJ.

Sebatas diketahui, Video berdurasi 17 detik itu menampilkan satu keluarga, yakni anak beserta ibunya yang datang ke TPS 5 Desa Kesamben, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban. Dalam video itu, sang anak tengah duduk di kursi depan TPS sembari membagikan uang kertas pecahan Rp100 ribu dengan menyebut nomor dua.[hud/col]

Tag : Gakkumdu, kasus , pilkada

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat