17:00 . Luka-Luka, Korban Tabrak Lari di Temandang Jalani Perawatan di RSUD   |   16:00 . Skateboard, Olahraga yang Digandrungi Para Pemuda Tuban   |   14:00 . Sedekah Sampah, Program untuk Didik Anak Peduli Daur Ulang Sejak Dini   |   14:00 . Pemuda Bandungrejo Meriahkan Hari Pohon Nasional dengan Pentas Musik dan Tanam Pohon   |   11:00 . Gus Syafiq: Jangan Samakan Muktamar dengan Pemilu, Sudahi Isu Pertikaian   |   07:00 . Manfaat Butterfly Hug bagi Kesehatan Mental, Efektif Redakan Stres dan Kecemasan   |   20:00 . PSHT Tuban Peringati HJT ke728 dengan Festival Pencak Silat   |   19:00 . Cegah Kerusakan Lingkungan, Komunitas Sobat Bumi Unirow Lakukan Ini   |   18:00 . Porkab VI Bawa Nilai Tambah bagi Pelatih Drum Band   |   17:00 . Tagana dan KSB Ronggolawe Adakan Lomba Mewarnai   |   17:00 . Tumbuhkan Kreatifitas di Era Digital, PBSI Unirow Tuban Gelar Pelatihan E-Mading Bagi Pelajar   |   16:00 . Alat Berat Bantuan Pertamina EP Sukowati Field Percepat Perbaikan Tanggul Avour yang Jebol   |   15:00 . Bupati Halindra Tantang Atlet Tenis Meja   |   14:00 . PTMSI Gelar Kejuaraan Tenis Meja Porkab VI Tuban   |   13:00 . Nyaris Tertimpa Warung yang Ambruk   |  
Mon, 29 November 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Konflik Kepengurusan Diharap Segera Berakhir dan Klenteng Segera Dibuka

bloktuban.com | Friday, 18 September 2020 16:00

Konflik Kepengurusan Diharap Segera Berakhir dan Klenteng Segera Dibuka

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Konflik kepengurusan yang terjadi pada TITD Kwan Sing Bio dan Tjoe Ling Kiong Tuban masih berlangsung. Kuasa hukum dari Kepengurusan Mardjojo/Tio Eng Bo dan Tan Ming Ang selaku ketua penilik, Anam Warsito berharap agar konflik kepengurusan yang terjadi tidak berimbas merugikan umat dan konflik dapat diselesaikan melalui jalur hukum.

Untuk itu penggembokan atau penutupan klenteng yang menyebabkan umat tidak dapat beribadah atau sembahyang di klenteng, harus segera diakhiri dan klenteng harus segera dibuka kembali seperti biasa.

"Kami dari kepungurusan Mardjojo Pada tanggal 13 Agustus 2020 bersama dengan Caliadi selaku Dirjen Bimbingan Masyarakat Budha Kementerian Agama RI sudah bermaksud membuka gembok pintu gerbang klenteng Kwan Sing Bio namun dihalang-halangi oleh kubu Alim Sugiantoro bersama kuasa hukumnya. Sehingga sempat terjadi kericuhan dan adu mulut antara bapak Dirjen dengan Kubu Alim Sugiantoro," ujar Kuasa Hukum Mardjojo, Anam Warsito, Jumat (18/9/2020).

Waktu itu, alasan kubu Alim Sugiantoro bersama kuasa hukumnya yang melarang gembok dibuka adalah karena sudah melapor ke Polda Jatim tentang dugaan tindak pidana penyekapan yang dilakukan oleh kubu Marjojo.

Sementara dari kubu Mardjojo tidak pernah melakukan penyekapan dan laporan tersebut dianggap sebagai laporan palsu karena yang menggembok pintu pagar dari dalam sejak tanggal 24 juli 2020 adalah kubu Alim Sugiantoro.

"Untuk itu agar konflik kepengurusan yang terjadi pada TITD Kwan Sing Bio dan Tjoe Ling Kiong Tuban tidak merugikan umat secara berkepanjangan, maka kami berharap agar gembok pintu klenteng segera dapat dibuka sehingga umat dapat melaksanakan ibadah/sembayang di klenteng kembali dengan tenang," harap Anam.

Sebagaimana diketahui bersama, rencana Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Budha Kementerian Agama (Kemenag) RI, Caliadi membuka gembok pintu masuk Klenteng TITD Kwan Sing Bio Kabupaten Tuban gagal pada Kamis (13/8/2020) pukul 13.45 WIB.

"Tempat ibadah itu jangan ditutup. Kalau perselisihan pengurus silahkan diselesaikan di ranah hukum. Karena sejatinya rumah ibadah milik umat," terang Dirjen Caliadi saat di Tuban.

Sementara kuasa hukum Bambang, Heri Tri Widodo menyampaikan, idealnya Dirjen datang ke Klenteng membawa surat kuasa Kemenag. Caliadi selaku pejabat hanya memiliki wewenang di wilayah administratif, bukan yudikatif. Selain itu, dia bukan eksekutor terhadap tanda daftar yang sudah dibuat tersebut.

"Jadi kalau memaksa membuka tidak bisa, karena Dirjen Caliadi bukanlah eksekutor. Kami yakin pembukaan gembok akan dimanfaatkan untuk menguasai TITD," pungkas Heri. [ali/rom]

*Foto: Pengurus kubu Mardjojo terpaksa sembahyang di depan klenteng karena pintu klenteng masih di gembok.

Tag : klenteng, titd, konflik klenteng



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more