19:00 . Keluarga Besar BMG Tahlil dan Doa Secara Virtual untuk Almarhum Mas Muha   |   18:00 . Menikah Saat PPKM, Kemenag Gratiskan Biaya Swab Catin   |   17:00 . Pemilik Warung Wrong Way Divonis 5 Bulan Penjara   |   15:00 . DPRD Temukan KPM Tak Bisa Cairkan Bansos hingga Sembako Numpuk di Agen   |   14:00 . Baksos dan Jam Malam Berjalan Beriringan di Tengah Pandemi   |   13:00 . Begini Cerita Pilu KPM Asal Plumpang Tidak Menerima BPNT 7 Bulan   |   08:00 . Mas Muha: ‘Petarung Tangguh’ Kembali ke PenciptaNya   |   07:00 . Cuaca Panas Bisa Bikin Lelah Ibu Hamil, Simak Tips Berikut   |   20:00 . AMSI Crisis Center, Wadah Edukasi dan Bantuan Konsultasi Covid-19 Diluncurkan   |   19:00 . Farida Hidayati Bagi Sembako dan Vitamin pada Warga   |   18:00 . Polisi Dalami Temuan Mensos Terkait Penyaluran BPNT di Tuban   |   14:00 . Kapolres dan Dandim Tuban Berangkatkan Tim Relawan Tracer Corona   |   11:00 . Dari Hobi Baca, Wijayanto Punya Usaha Brand Kaos Lokal   |   07:00 . Tips Mengendalikan Emosi dari Psikolog: Jeda dan Atur Napas   |   18:00 . 51 Ton Bantuan Beras Didistribusikan, Kapolres: Harus Tepat Sasaran   |  
Thu, 29 July 2021
Jl Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Rayakan Sembahyang Rebutan di Luar Pagar Klenteng Kwan Sing Bio

bloktuban.com | Wednesday, 09 September 2020 19:00

Rayakan Sembahyang Rebutan di Luar Pagar Klenteng Kwan Sing Bio

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Perayaan sembahyang rebutan atau sedekah bumi umat Tri Dharma Klenteng Kwan Sing Bio (KSB) Kabupaten Tuban dilakukan dengan sederhana dan di luar pagar, Rabu (9/9/2020).

Meski di luar pagar, warga dengan khusuk bersembahyang sesuai dengan tata cara umat Tri Dharma. Beragam makanan dan minuman disajikan untuk para arwah yang sudah tidak terurus.

"Sedekah bumi ini bertujuan memberi makan sesaji bagi arwah yang tidak terpelihara oleh keluarganya," terang Ketua Klenteng KSB Tuban, Tio Eng Bo kepada blokTuban.com usai sembahyang di Jalan RE Martadinata.

Perayaan sembahyang di luar pagar karena sampai sekarang kondisi gerbang digembok. Tercatat sudah dua kali acara umat digelar di trotoar, pertama ulang tahun yang mulia Kongco Kwan Sing Tee Koen dan sembahyang rebutan sesembahan para arwah ini.

Eng Bo berharap setelah sembahyang rebutan bisa rukun dan damai. Klenteng yang menghadap ke laut Jawa bisa dibuka. Orang dari dalam dan luar kota bisa beribadah lagi di dalam Klenteng KSB.

"Kondisi klenteng saat ini merugikan umat yang ada di Indonesia. Semua aktifitas di dalam klenteng mati," imbuhnya.

Ditambahkan oleh Kuasa Hukum Tio Eng Bo, Anam Warsito, kepengurusan di bawah Mardjojo mengharapkan klenteng dibuka lagi. Komitmen tersebut telah disampaikan saat kunjungan Dirjen Bimas Budha ke Tuban waktu lalu.

"Klenteng adalah tempat ibadah dan fungsi ibadah harus tetap jalan. Proses hukum idealnya diselesaikan di pengadilan bukan di dalam klenteng," sambung Anam.

Sebagaimana diketahui bersama, rencana Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Budha Kementrian Agama (Kemenag) RI, Caliadi membuka gembok pintu masuk Klenteng Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Kabupaten Tuban gagal pada Kamis (13/8/2020) pukul 13.45 WIB.

Kedatangan Dirjen Caliadi yang didampingi Pengurus Kelompok Tio Eng Bo Cs alias Mardjojo, dihadang oleh kelompok pengurus Bambang Joko Santoso pengurus domisioner koordinator agama Konghucu TITD KSB Tuban.

"Tempat ibadah itu jangan ditutup. Kalau perselisihan pengurus silakan diselesaikan di ranah hukum. Karena sejatinya rumah ibadah milik umat," terang Dirjen Caliadi kepada blokTuban.com.

Dia mengimbau kedua kelompok yang berseteru untuk membuka gembok. "Kalau satunya tidak mau, silakan kubu satunya yang dengan sadar membuka. Kalau urusan hukum silahkan ke pengadilan," pungkasnya. [ali/col]

Tag : Klenteng, KSB, umat

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat