08:00 . Bigini Landskap Media Digital di Indonesia Versi AMSI   |   07:00 . Lebih Baik Minum Air Panas saat Cuaca Panas, Ini Sebabnya!   |   18:00 . Gandeng Mahasiswa, Kapolres Tuban Bagikan Bansos Kepada Warga Terdampak Covid-19   |   17:00 . Warga Merakurak Meninggal Usai Pesta Miras di Jenu   |   16:00 . Simak Jadwal Dispensasi Perpanjang SIM Yang Habis Masa Berlakunya Saat PPKM   |   15:00 . FPKB DPRD Kritik Kebijakan Bupati Pangkas Anggaran KONI   |   14:00 . Hati-hati Calo Plasma Sudah Berkeliaran di Tuban   |   13:00 . Anggaran KONI Dikepras, FPKB Teriak   |   12:00 . Ringankan Beban Warga, Lapas Salurkan 50 Paket Sembako   |   11:00 . Sidak Bansos, Bupati Sorot Kinerja Pendamping, Agen hingga Supplier   |   09:00 . Kapolda Jateng Ajak Warga Pergerakan Jalan Bareng   |   08:00 . Dewan Pers Apresiasi Peluncuran AMSI Crisis Center Covid-19   |   07:00 . Jangan Buka Jendela Saat Cuaca Panas, Ini Anjuran Dokter   |   20:00 . PPKM Level 4: Polisi Bagi Bansos Ke PKL   |   19:00 . Keluarga Besar BMG Tahlil dan Doa Secara Virtual untuk Almarhum Mas Muha   |  
Fri, 30 July 2021
Jl Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Pertamina Pakai Sistem Konsinyasi Selesaikan Sisa Lahan Kilang GRR Tuban

bloktuban.com | Wednesday, 08 July 2020 14:00

Pertamina Pakai Sistem Konsinyasi Selesaikan Sisa Lahan Kilang GRR Tuban

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Bulan Juli 2020 merupakan batas waktu pengukuran lahan untuk proyek Kilang GRR Tuban. Lebih dari batas ini, PT. Pertamina (Persero) mengacu UU Nomor 2 tahun 2012 akan menggunakan sistem konsinyasi untuk menuntaskan sisa pembebasan lahan.

Hal tersebut telag disampaikan Project Coordinator GRR Tuban dari Pertamina, Kadek Ambara Jaya kepada Forkopimda Tuban. Muncul respon baik dan Forkopimda disampaikan jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan konsinyasi, supaya pihak pengadilan bisa persiapan.

"Itu cara terakhir yang kami pakai. Juli akhir pengukuran dan di bulan September akhir pembayaran," ungkap Kadek kepada media Tuban.

Jeda waktu Juli sampai September merupakan permintaan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk memproses pembayarannya. Jika akhir Juli masih ada sisa lahan, maka Pertamina akan siap-siap konsinyasi.

Kilang minyak yang ditargetkan beroperasi pada 2024 memiliki luas mencapai 1.050 hektar dengan rincian 821 hektar lahan darat, sedangkan sisanya lahan reklamasi laut.

Untuk kebutuhan lahan darat, tersebar di Desa Kaliuntu 6 bidang, 562 bidang di Wadung, 566 bidang di Sumurgeneng, Perhutani 1 bidang, dan di KLHK 1 bidang.

Dilain sisi, pembangunan Kilang Tuban akan menyerap kurang lebih 27.000 tenaga kerja pada saat kontruksi proyek dan 2.500 tenaga kerja ketika proyek beroperasi. 

Awal Juli 2020 ini, Pemerintah Kabupaten Tuban bersama PT. Pertamina GRR telah bertemu dan membahas tukar menukar Tanah Kas Desa (TKD) Desa Wadung, Kecamatan Jenu.

Kabag Pemerintahan Pemkab Tuban, Erkhamni menjelaskan TKD yang dibahas hanya di Desa Wadung dan telah masuk dalam Penetapan Lokasi (Penlok) pembangunan Kilang Pertamina-Rosneft.

"Luasan TKD Wadung sekitar 13,9 hektare, sedangkan calon penggantinya seluas 24,7 hektare ada Desa Wadung, Kaliuntu, Tasikharjo, Mentoso, Purworejo dan Temaji Kecamatan Jenu," tandas mantan Camat Tuban. [ali/ito]

Tag : sistem, pertamina, kilang, grr, tuban

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat