12:00 . Olah Limbah Ban Bekas, Warga Tuban Raup Cuan   |   11:00 . Kopi Dicampur Kunyit Bisa Mencegah Diabetes? Ini Alasannya   |   10:00 . Trending Youtube, Lirik Lagu Ay-Yo - NCT 127 (Repackaged) Lengkap Beserta Terjemah Indonesia   |   09:00 . Harga Emas Antam Hari ini 31 Januari Turun di Level Rp1.027.000 Per Gram   |   08:00 . blokBojonegoro Lolos Tahap 2 Calon Anggota MCH 2023   |   07:00 . Resep Prol Tape Tanpa Pakai Mixer, Bisa Langsung Dicoba di Rumah   |   06:00 . Keutamaan Mengamalkan Doa Sapu Jagat, Dibaca Setelah Sholat Fardhu   |   18:00 . Ular Piton Sepanjang 4 Meter Ditemukan di Kandang Ayam Milik Warga di Tuban   |   17:00 . Satus Sengketa Tanah Warga dan Polri di Tuban, Adalah Lapangan Tembak Milik Polres   |   16:00 . Boster ke-2 Sudah Disediakan Bagi Masyarakat Tuban Untuk Cegah Varian Covid Lainnya   |   15:00 . Narapidana Terorisme asal Kudus Dibebaskan Bersyarat oleh Lapas Tuban   |   14:00 . Mengenal Ajian di Budaya Jawa yang Telah Ada Sejak Jaman Dulu   |   13:00 . Turun Rp5.000, Cabai Rawit di Tuban Kini Jadi Rp50.000/Kilogram   |   12:00 . 5 Lokasi Beli Ice Cream Enak dan Murah di Tuban   |   11:00 . Manfaat Bersihkan Area Gigi dengan Siwak, Sunnah Rasulullah Sejak Dulu   |  
Tue, 31 January 2023
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Penderita ODGJ di Tuban Naik, Plumpang Tertinggi

bloktuban.com | Friday, 12 June 2020 08:00

Penderita ODGJ di Tuban Naik, Plumpang Tertinggi *Foto ilustrasi.

Reporter: Nidya Marfis H.

blokTuban.com - Jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Tuban hingga akhir bulan Mei 2020 mengalami kenaikan dari tahun 2019 lalu.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Atiek Supartiningsih mengatakan, berdasarkan data dari puskesmas mulai bulan Januari sampai Mei 2020 ada 943 ODGJ. Angka tersebut mengalami kenaikan dari tahun 2019 lalu yang berjumlah 888 orang sampai akhir bulan November 2019.

"Jumlah tersebut bisa jadi lebih besar karena tidak semua ODGJ di Tuban terdata pemerintah,"ungkap Atiek Supartiningsih, Kamis (11/6/2020).

Hal tersebut, kata Atiek, disebabkan masih banyak masyarakat yang menyembunyikan keluarganya apabila mengalami ODGJ dengan alasan malu.

"Banyak yang berpikir itu sebuah aib sehingga memilih disembunyikan, padahal itu salah besar," ungkapnya.

Ia menambahkan, saat ini penderita ODGJ tak harus dibawa ke rumah sakit jiwa, sebab di setiap puskesmas di Kabupaten Tuban sudah ada poli kesehatan jiwa, sehingga mempermudah pasien ODGJ untuk melakukan rawat jalan.

"Di rumah tetap bisa melakukan pengobatan, tentunya dengan pengawasan dari pihak puskesmas," ungkapnya.

Untuk itu ia berharap kepada seluruh masyarakat untuk pro aktif melaporkan apabila di sekitar lingkungannya ada yang mengalami ODGJ.

"Dengan begitu pemerintah dapat melakukan pendataan, usaha pengobatan dan pembinaan pasca sembuh," tandasnya. [nid/rom]

Berikut ini data ODGJ per kecamatan:
- Kec. Singgahan 7 orang
- Kec. Parengan 58 orang
- Kec. Soko 104 orang
- Kec. Rangel 117 orang
- Kec. Grabagan 22 orang
- Kec. Plumpang 161 orang
- Kec. Palang 94 orang
- Kec. 38 orang
- Kec. Tuban 71 orang
- Kec. Jenu 70 orang
- Kec. Merakurak 48 orang
- Kec. Tambakboyo 45 orang
- Kec. Jatirogo 45 orang
- Kec. Bancar 35 orang.

Tag : odgj, penderita , gangguan jiwa



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat