14:00 . Kasus Covid-19 Naik, Menko Marves Belum Berpikir Terapkan PPKM Darurat   |   13:00 . Kaya Akan Gizi, Perempuan Ini Sulap Olahan Ikan Tongkol Jadi Abon   |   10:00 . Cerita Pelaku UMKM Mempertahankan Bisnisnya di Tengah Pandemi   |   09:00 . Masih Banyak ODGJ Terlantar, Komunitas Resik Tuban Ingin Bantu Para ODGJ   |   08:00 . Didemo Pemuda Enam Desa, Ini Jawaban Pertamina Rosneft   |   07:00 . Terapkan Isi Piringku dalam Gizi Seimbang untuk Cegah Obesitas   |   20:00 . Kendalikan Omicron Tuban Buat Pamor Keris   |   19:00 . Dulu Warga Kampung Miliarder Kaya Raya, Sekarang Susah Makan Tak Punya Pekerjaan   |   18:00 . Beberapa Hari Nihil, Kasus Covid-19 di Tuban Naik 6 Orang Suspect Dalam Sehari   |   17:00 . Relaksasi Bisa Jadi Cara Penanganan Nyeri Ringan Tanpa Obat   |   16:00 . Juli, Kemenag Tuban Targetkan Anggaran Program Kerja Terealisasi 75 Persen   |   15:00 . Pemuda Kaliuntu Klaim Dapat Pesan Bernada Ancaman Sebelum Demo   |   14:00 . Demo Memanas, Kades Ring 1 GRR Marahi Pegawai Hingga Ancam Lapor Ahok   |   13:00 . Kapolres Tuban Minta Korban Penipuan Investasi Bodong Segera Lapor   |   12:00 . Petani Keluhkan Pupuk Subsidi yang Susah Didapatkan   |  
Wed, 26 January 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Belanja Alat Kesehatan Senilai Rp 6,5 Miliar Batal

bloktuban.com | Wednesday, 11 March 2020 09:00

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - RSUD Dr. R. Koesma Tuban di tahun 2019 merencanakan belanja alat kesehatan sebesar Rp 10.244.124.160. Tapi sampai akhir tahun, miliaran anggaran dari pajak rokok tersebut hanya terserap Rp3.723.723.319 atau 36,35 persen, Rabu (11/3/2020).

Dengan demikian, Rp 6.520.400.841 untuk belanja alat kesehatan batal. Direktur RSUD Koesma, Saiful Hadi menjelaskan, alas an batalnya pengadaan alat kesehatan itu karena rendahnya alat-alat kesehatan. Dengan E katalog sesuai dengan merk dan peruntukannya penyedia turun tayang.

"Sehingga tidak jadi memesan," terang dokter Saiful kepada blokTuban.com. 

Berikutnya anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut, lanjut mantan Kepala Dinkes ada perubahan nilainya diakhir tahun (ada tambahan diakhir tahun).

 Ada dua sebab, yaitu tambahan dana DAK dari pusat di trimester IV, dan penyedia barang turun tayang di E katalog, sehingga tidak jadi pesan. 

Kendati tidak terserap 100 persen, kata dokter Saiful tidak terlalu mengganggu, karena alat lama masih ada. Selain itu, yang dipesan ini adalah alat dengan teknologi yang baru. 

Selain pajak rokok, sumber pembelian alat kesehatan RSUD Koesma di 2019 juga dari bantuan keuangan provinsi. Dianggarkan Rp25.099.878.000 dan terealisasi 95,15 persen atau Rp23.882.456.866. 

Terakhir bersumber dari DAK. Dianggarkan Rp10.254.359.600 dan terealisasi 94,48 persen atau Rp9.687.891.814. [ali/ono]

Tag : belanjaalatkesehatanbatal, rsudtuban, sruddrrkoesma



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more