17:00 . Berikut Tujuh Hal yang Dorong Produk Lokal Berkembang di Era Digital   |   15:00 . Polisi Selidiki Maling Kotak Amal di Masjid yang Terekam CCTV   |   14:00 . Cara Cepat Raih Keuntungan Lebih Banyak dalam Pembibitan Ikan Lele   |   13:00 . Hadir di Wisuda Sarjana IAINU Tuban, Begini Pesan Gus Reza   |   12:00 . Ulang Tahun blokTuban.com ke-6, CEO BMG Resmi Launching Tuban Digital Forum   |   11:00 . Visi Misi Bupati Tuban Halindra Berjalan, Petani Kolonial Mulai Produksi Pupuk Sendiri   |   10:00 . Perjalanan Paguyuban Inspirasi Teras Kreasi Cetak Trainer Handal   |   09:00 . Ulang Tahun blokTuban.com ke- 6 dan Launching Tuban Digital Forum   |   08:00 . Ikan Lele Bisa Mati karena Air Hujan, Begini Cara Mengatasinya   |   07:00 . Jangan Abaikan Nyeri Dada pada Anak, Ini Bahayanya!   |   06:00 . Segarkan Pikiran Siswa, MI Mambaul Ulum Landean Terapkan Metode Outing Class   |   20:00 . Selalu Fokus, Atraksi Pagar Nusa Tak Pernah Gagal   |   19:00 . Kemendag Ekspor Cangkang Sawit ke Jepang, Cetak Transaksi USD 12 Juta   |   18:00 . Masuk Kolong Bus, Terseret, Pengendara Beat Meninggal Seketika   |   17:00 . Jangan Ragu, Vaksin Corona Aman...!   |  
Wed, 01 December 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Belanja Alat Kesehatan Senilai Rp 6,5 Miliar Batal

bloktuban.com | Wednesday, 11 March 2020 09:00

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - RSUD Dr. R. Koesma Tuban di tahun 2019 merencanakan belanja alat kesehatan sebesar Rp 10.244.124.160. Tapi sampai akhir tahun, miliaran anggaran dari pajak rokok tersebut hanya terserap Rp3.723.723.319 atau 36,35 persen, Rabu (11/3/2020).

Dengan demikian, Rp 6.520.400.841 untuk belanja alat kesehatan batal. Direktur RSUD Koesma, Saiful Hadi menjelaskan, alas an batalnya pengadaan alat kesehatan itu karena rendahnya alat-alat kesehatan. Dengan E katalog sesuai dengan merk dan peruntukannya penyedia turun tayang.

"Sehingga tidak jadi memesan," terang dokter Saiful kepada blokTuban.com. 

Berikutnya anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut, lanjut mantan Kepala Dinkes ada perubahan nilainya diakhir tahun (ada tambahan diakhir tahun).

 Ada dua sebab, yaitu tambahan dana DAK dari pusat di trimester IV, dan penyedia barang turun tayang di E katalog, sehingga tidak jadi pesan. 

Kendati tidak terserap 100 persen, kata dokter Saiful tidak terlalu mengganggu, karena alat lama masih ada. Selain itu, yang dipesan ini adalah alat dengan teknologi yang baru. 

Selain pajak rokok, sumber pembelian alat kesehatan RSUD Koesma di 2019 juga dari bantuan keuangan provinsi. Dianggarkan Rp25.099.878.000 dan terealisasi 95,15 persen atau Rp23.882.456.866. 

Terakhir bersumber dari DAK. Dianggarkan Rp10.254.359.600 dan terealisasi 94,48 persen atau Rp9.687.891.814. [ali/ono]

Tag : belanjaalatkesehatanbatal, rsudtuban, sruddrrkoesma



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more