Banjir Bandang 3 Jam Bunuh Ternak Warga

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Banjir bandang yang terjadi selama lebih dari 3 jam di Desa Menilo, Kecamatan Soko, Sabtu (22/2/2020) malam kemarin banyak dikeluhkan warga. Sebab, selain merendam puluhan kediaman penduduk yang berada di selatan perbatasan wilayah itu, namun juga membunuh sejumlah hewan ternak milik warga.

"Banyak ayam dan unggas yang kebanjiran, gak bisa tertolong, jadinya ikut mati tenggelam kena banjir," kata Andrik, pemuda Dusun Joklitik, Desa Menilo kepada blokTuban.com, Minggu (23/2/2020).

Dijelaskan lagi, lebih dari 30 rumah warga yang terendam banjir ketika hujan lebat yang bermula sore menjelang maghrib. Tak ayal, kejadian ini membuat heran warga setempat. Sebab pertama dalam sejarah Desa Menilo dilalui banjir bandang, dengan ketinggian rata-rata selutut orang dewasa.

Hal itu terjadi, sebab arus air hujan yang deras dari perbukitan sebalah utara desa berkumpul menjadi satu alasan menuju pembuangan akhir di Bengawan Solo. Sialnya, jembatan kecil yang berada di pertigaan dusun setempat mengalami perubahan kontruksi pada bagain kaki-kaki menjadi lebih sempit.

Air yang datang sedemikian deras, tak mampu ditampung sungai sehingga meluber ke arah barat menuju pemukiman warga yang notabenya daratan rendah.

"Arusnya deras. Dari perumahan sana juga banjir, sehingga lutut. Kalau di perkampungan Joklitik, banyak kandang ternak milik warga yang jebol. Ayam dan unggas seperti mentok, angsa, ada yang hanyut," tambah dia.

Hal senada juga dipaparkan oleh Sujeng. Ia mengaku kehilangan banyak hewan ternak pasca banjir bandang yang terjadi antara pukul 18.30 WIB sampai pukul 22.00 WIB malam itu.

"Kandang rusak, jebol, isi hewannya hilang semua. Untung kok tadi sempat ada yang ketemu, tapi gak lengkap," keluhnya.

Atas kejadian tersebut, total kerugian warga sebab ternak tang hilang dan mati diterjang bandang, diperkirakan mencapai jutaan rupiah. Mereka berharap agar kejadian serupa tak akan pernah terulang lagi melanda wilayahnya. [feb/ito].