09:00 . Harga Telur Ayam Ras Merangkak Naik   |   08:00 . Dampak PPKM Darurat, Penjual Sayur Keluhkan Sepi Pembeli   |   07:00 . Inilah Manfaat Minum Air Putih setelah Bangun Tidur   |   17:00 . Pemkab Tuban Bakal Evaluasi Bansos Lebih Tepat Sasaran   |   16:00 . Jembatan Glendeng Masih Proses Anggaran Lagi?   |   15:00 . Bakpao Buatan Napi Lapas Menggugah Selera   |   14:00 . Tak Terdampak Covid-19, Anak-anak Alihkan BST ke Warga Kurang Mampu   |   07:00 . Awas, Ini Lima Risiko Penyakit Jika Pakai Lipstik Setiap Hari   |   17:00 . Curi Motor di Tuban, Dua Penadah Asal Banyuwangi Dibekuk Polisi   |   16:00 . Tumpukan Ban Bekas Terbakar, Nyaris Merembet ke Bengkel   |   15:00 . Predikat KLA Tuban Naik Jadi Tingkat Madya   |   12:00 . Banyak Warga Miskin Tak Dapat Bansos   |   08:00 . Bigini Landskap Media Digital di Indonesia Versi AMSI   |   07:00 . Lebih Baik Minum Air Panas saat Cuaca Panas, Ini Sebabnya!   |   18:00 . Gandeng Mahasiswa, Kapolres Tuban Bagikan Bansos Kepada Warga Terdampak Covid-19   |  
Sun, 01 August 2021
Jl Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Warga Jenu Minta Polres Bebaskan Tiga Perusak Patok Tanah

bloktuban.com | Monday, 27 May 2019 10:00

Warga Jenu Minta Polres Bebaskan Tiga Perusak Patok Tanah

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Markas Polisi Resort (Mapolres) Tuban pada Senin (27/5/2019) didemo puluhan warga Kecamatan Jenu. Massa menuntut tiga orang bernama Dwi, Sagung, dan Mashuri dibebaskan dari jerat hukum. 

Mereka ditahan karena melakukan tindak kriminal merusak patok batas tanah yang akan dibeli PT Pertamina untuk pembangunan kilang. 

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi Munasih menjelaskan, ketiga warga Jenu itu telah mendapat restu dariKepala Desa Wadung untuk merusak patok batas tanah. Waktu itu, lahan warga statusnya masih sengketa di PTUN Surabaya. 

"Kalau dicabut seharusnya yang mencabut yang berhak. Apalagi sekarang gugatan kita di PTUN menang, ujar Munasih kepada blokTuban.com, Senin (27/5/2019).

WEarga, kata Munasih, ingin meminta penjelasan kenapa hanya yang merusak patok yang diproses hukum. Sementara  Kades Wadung yang memberi ijin tidak diproses hukum.

‘’ Kalau hukum ini adil, seharusnya semua pihak terkait mendapat porsi sama,’’ katanya. 

Sementara, Wakapolres Tuban, Kompol Teguh Priyo Warsono menjelaskan,  institusi polri harus melayani dan mengamankan penyampaian pendapatan di muka umum. Aspirasi massa ingin mengetahui proses penyidikan terhadap tersangka pengrusakan patok.

"Proses penyidikan polisi sudah dinyatakan lengkap oleh kejaksaan," tegas Kompol Teguh.

Ketiga perusak patok itu, kata dia, murni melakukan tindakan kriminal bersama-sama. Mereka dilaporkan warga pemilik lahan. Laporan sudah disidik dan diselidiki oleh petugas. 

‘’Kalau tidak diproses justru kami yang salah. Senin lalu berkas dinyatakan lengkap oleh kejaksaan. Untuk tersangka lain masih didalami," terangnya. [ali/ono]

 

 

Tag : demo, warga, jenu, polres, polisi

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat