09:00 . Buku Mengawal Program Bantuan Pangan Kupas Dalang E-Warong Fiktif   |   08:00 . Pisang Tanduk Bedoroso, Olahan Pisang Tanduk Pertama di Tuban   |   20:00 . Air Laut dari Pantai Semilir, Bisa Obati Penyakit Kulit?   |   19:00 . Twin Cafe, Pilihan Tempat Nongkrong yang Asyik Bareng Teman   |   18:00 . Uniknya Battle Latte Art, Seni Menghias Kopi dalam Acara Ningrat Market Fest   |   17:00 . IKA PMII Tuban Gelar Raker, Berikut Program Prioritasnya   |   16:00 . Polsek Widang Larang Masyarakat Pasang Perangkap Tikus Listrik   |   15:00 . Ini Perbandingkan Jumlah Jabatan Kosong SOTK Lama dan Baru di Tuban   |   14:00 . Kadinkes Belum Tahu Jumlah Warga Tuban Penerima Vaksin Booster Covid-19   |   13:00 . DPRD Kecewa, Pemkab Telat Beri Data Rapor Kinerja ASN Non Job   |   12:00 . Konsisten Selama Lima Tahun, NFT Foto Selfie Ghozali Terjual Hingga Miliaran   |   10:00 . Berikut Cara Agar Tanaman Hidroponik Tumbuh Subur   |   07:00 . Hubungan Toksik dan Ciri-Cirinya   |   12:00 . Cicipi Lezatnya Olahan Becek Mentok Pedas Khas Tuban Yang Getarkan Lidah   |   11:00 . Musim Hujan Jadi Tantangan Utama Pengrajin Gerabah Tuban   |  
Mon, 17 January 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Warga Jenu Minta Polres Bebaskan Tiga Perusak Patok Tanah

bloktuban.com | Monday, 27 May 2019 10:00

Warga Jenu Minta Polres Bebaskan Tiga Perusak Patok Tanah

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Markas Polisi Resort (Mapolres) Tuban pada Senin (27/5/2019) didemo puluhan warga Kecamatan Jenu. Massa menuntut tiga orang bernama Dwi, Sagung, dan Mashuri dibebaskan dari jerat hukum. 

Mereka ditahan karena melakukan tindak kriminal merusak patok batas tanah yang akan dibeli PT Pertamina untuk pembangunan kilang. 

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi Munasih menjelaskan, ketiga warga Jenu itu telah mendapat restu dariKepala Desa Wadung untuk merusak patok batas tanah. Waktu itu, lahan warga statusnya masih sengketa di PTUN Surabaya. 

"Kalau dicabut seharusnya yang mencabut yang berhak. Apalagi sekarang gugatan kita di PTUN menang, ujar Munasih kepada blokTuban.com, Senin (27/5/2019).

WEarga, kata Munasih, ingin meminta penjelasan kenapa hanya yang merusak patok yang diproses hukum. Sementara  Kades Wadung yang memberi ijin tidak diproses hukum.

‘’ Kalau hukum ini adil, seharusnya semua pihak terkait mendapat porsi sama,’’ katanya. 

Sementara, Wakapolres Tuban, Kompol Teguh Priyo Warsono menjelaskan,  institusi polri harus melayani dan mengamankan penyampaian pendapatan di muka umum. Aspirasi massa ingin mengetahui proses penyidikan terhadap tersangka pengrusakan patok.

"Proses penyidikan polisi sudah dinyatakan lengkap oleh kejaksaan," tegas Kompol Teguh.

Ketiga perusak patok itu, kata dia, murni melakukan tindakan kriminal bersama-sama. Mereka dilaporkan warga pemilik lahan. Laporan sudah disidik dan diselidiki oleh petugas. 

‘’Kalau tidak diproses justru kami yang salah. Senin lalu berkas dinyatakan lengkap oleh kejaksaan. Untuk tersangka lain masih didalami," terangnya. [ali/ono]

 

 

Tag : demo, warga, jenu, polres, polisi



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more