20:00 . Wamendag: Revitalisasi Pasar Rakyat Perkuat Pemulihan Ekonomi Nasional   |   19:00 . Merantau di Tuban, Residivis Asal Jepara Ini Nekat Gondol Motor Temannya   |   18:00 . Peduli Korban Semeru, Pelajar Tuban Salat Gaib dan Galang Dana   |   15:00 . Overkapasitas, Lagi-lagi Lapas Tuban Terima Pindahan 20 Napi Narkoba   |   14:00 . Suhada Erwin Resmi Jabat Dandim 0811 Tuban   |   13:00 . 7 Kali Dipenjara, Warga Merakurak Lagi-lagi Gasak Handphone Tetangga   |   12:00 . Lepas Sambut Dandim 0811 Tuban, Bupati Halindra Ungkap Kenangan Manis Bersama Viliala Romadhon   |   07:00 . 2 Kesalahan Pola Asuh yang Sering Dilakukan Orangtua Zaman Now   |   20:00 . Pemkab, Salurkan Bantuan untuk Korban Gunung Semeru   |   19:00 . Jadi Percontohan Vaksin di Tingkat Kabupaten, Ini Kunci Kesuksesan Glodog   |   18:00 . Mendag: Sukses Beradaptasi, Bisnis Waralaba Jadi Tuan di Negeri Sendiri   |   15:00 . Babak Pertama, Persatu Tertinggal 1-0 dari Persewangi   |   14:00 . Momen HDI, Bupati Tuban Halindra Kabarkan Perkembangan Raperda Difabel   |   13:00 . PPKM Level 3 se-Indonesia Batal, Disiplin Prokes di Pasar Tradisional Tuban Digalakkan Lagi   |   12:00 . Masyarakat Tuban Mulai Antusias dan Tak Takut Ikut Vaksin   |  
Thu, 09 December 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Dimakan Tikus, Petani Jagung di Sumberejo Panen Tebon

bloktuban.com | Friday, 20 July 2018 14:00

Dimakan Tikus, Petani Jagung di Sumberejo Panen Tebon

Reporter: M. Anang Febri‎

blokTuban.com - Proses panen tanaman jagung di wilayah Dusun Sugihan, Desa Sumberejo, Kecamatan Rengel kali ini menjadi sebuah kenangan pahit bagi warga di sana. Pasalnya, belum juga menuai hasil jerih payah tanam jagung, petani harus gigit jari sebab tanaman jagung mereka diserbu hama tikus.‎
‎‎
Dari pantauan lapangan media ini, sebagian besar warga petani Dusun Sugihan Kidul yang menanam jagung merasakan duka yang sama. Sejumlah lahan yang ditanam sekian kilogram (Kg) bibit jagung dengan biaya perawatan dan tenaga yang tak sedikit, tak bisa menghasilkan apapun selain batang pohon tanaman jagung atau lebih sering disebut tebon oleh masyarakat setempat.

"Warga di sini nggak ada yang bisa panen jagung, semua ludes dimakan tikus," papar petani jagung setempat, Kabiati (47) ‎kepada blokTuban.com, Jumat (20/7/2018).

Tak hanya satu dua lahan jagung saja, sambung perempuan empat puluh tujuh tahun itu sembari meneruskan aktivitasnya me‎motong tebon yang hanya bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak jenis sapi. Seluruh petani jagung di sana hanya bisa pasrah, tak mengasilkan bulir ataupun tongkol jagung seperti sebelumnya.

"Ya seperti ini, sisa apanya? Semua habis dimakan tikus. Jalan satu-satunya ya hanya bisa menjual tebon ke orang yang membutuhkan," ujarnya lagi sembari memperlihatkan jagung yang tak berisi.

Dia juga bercerita, jika biasanya ‎dari 2 Kg bibit jagung jenis Pertiwi yang ditanamnya menghasilkan uang sekitar Rp2 juta lebih, saat ini hanya mendapat 20 persen dari itu.

"‎Biasanya jual jagung basah dapat dua juta. Tapi sekarang jual tebon hanya dapat uang pupuk, empat ratus ribu rupiah saja," ungkapnya dengan sedikit mengeluh.‎

Masih kata Kabiati, lahan jagung milik Sukirman dan Pak Win yang merupakan tetangganya juga sama. Solusi terbaik memang harus mengikhlaskan tanaman jagung untuk dibuat pesta tikus, sedangkan tebon jagung jadi santapan lezat ternak Sapi milik warga.

"Semoga pemerintah bisa memberi solusi terbaik untuk mengatasi hama tikus ini," pungkasnya berharap. [feb/col] ‎

Tag : jagung, tikus, hama



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more