10:00 . Memiliki Cita Rasa Legit, Tape Singkong Desa Klutuk Tuban Tembus Jakarta   |   09:00 . Kisah Pemilik UMKM “RISTA” Geluti Usaha Pengolahan Hasil Laut Sejak 2010   |   08:00 . Unik! Tradisi Bucu Kendit Desa Pabean Tambakboyo Tuban Beda dari Daerah Lain   |   07:00 . Pembunuhan Sekdes Sidonganti Seret Nama Kades, Ini Kata Polisi   |   06:00 . Video Rekontruksi Pembunuhan Sekdes Sidonganti Kerek di Polres Tuban   |   20:00 . Stadion Tuban Sport Center Kandang Sementara Persela Lamongan   |   19:30 . Kaesang Ziarah ke Sunan Bonang Tuban Ditemani Habib Hussein   |   19:00 . Masyarakat Tuban Keluhkan Harga Bahan Pokok yang Kian Melonjak   |   18:00 . Pemasangan Spanduk Ajakan Awasi Pemilu Dinilai Kurang Tepat, Bawaslu Tuban: Itu Sampling   |   17:00 . Resep Ramuan Awet Muda Kunir Asem yang Dibagikan dr Zaidul Akbar   |   16:00 . UMK 2024 Naik 4.56 Persen, Buruh di Tuban Masih Merasa Kecewa   |   15:00 . Korban Kurang Kooperatif, Polisi Sulit Ungkap Kasus Tangan Putus di Widang Tuban   |   14:00 . Berlaku 1 Januari 2024, Ini Daftar Lengkap UMK Jatim Terbaru   |   13:00 . Lirik Lagu Di Tepian Rindu - Davi Siumbing (Stand Up Comedian) Trending Youtube   |   12:00 . Pembuang Bayi di Tuban Belum Ketemu   |  
Sun, 03 December 2023
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Pesisiran

Bom, Terorisme dan Rasa Kemanusiaan

bloktuban.com | Sunday, 13 May 2018 09:00

Bom, Terorisme dan Rasa Kemanusiaan

Oleh: Sri Wiyono

Lagi, bom meledak di tempat peribadatan. Kali ini, tiga gereja di Kota Surabaya menjadi sasaran. Kembali ledakan yang diduga bom bunuh diri itu menelan korban jiwa. Berdasarkan gambar yang beredar, sebagian korban (maaf) tidak utuh lagi tubuhnya.

Saya membaca kabar itu pagi, saat sedang berada di balai Desa Remen, Kecamatan Jenu. Ya, pagi itu saya dam tim Pertamina Pedulu Literasi (Pertalit) memang sedang menggelar kegiatan yang menjadi bagian dari program Pertalit.

Sejak pagi kami sibuk. Dari kora ke lokasi, memakan waktu sekitar 30 menit perjalanan. Di lokasi kami prepare. Sana ini itu dan lain sebagainya. Hingga beberapa saat saya tak membuka handphone.

Setelah semua tertata, tinggal menunggu kedatangan peserta kegiatan, saya duduk sambil memulai membuka handphone. Dan, dada ini terasa sesak ketika di beberapa grup WA yang saya ikuti mengabarkan kejadian pemboman tiga gereja di Surabaya, lengkap dengan foto-fotonya. Bahkan juga videonya.

Miris dan mau menangis. Itu yang saya rasakan. Saya amati foto-foto tersebut sampai tanpa terasa mata berkaca-kaca. Air mata sudah menggelayut di ujung mata. Hampir luruh. Namun, batal saat tiba-tiba salah satu ibu-ibu peserta bertanya pada saya, kapam acara di mulai.

Mungkin itu, ibu itu melihat mata saya yang berkaca-kaca. Air mata itu tak jadi luruh, namun hilang setelah saya seka dengan punggung telapak tangan.

Tak berapa lama kemudian disusul dengan sebaran himbauan agar tidak menyebar foto atau video korban ledakan bom. Bahkan, himbauan yang dikeluarkan Kementrian Kominfo. Lalu, himbauan-himbauan lain dalam bentuk tulsan dan lainnya.

Beberapa grup WA begitu aktifnya. Saya pun terlibat obrolan dengan seorang teman yang berada di luar pulau. Hampir semua mengaku ngeri, miris dan sejenisnya. Hingga kemudian mengutuk pelakunya atau orang-orang yang menguruh atau memanfaatkannya, jika ada.

Maka pagi itu, rasa kemanusian sebagian besar orang muncul. Mereka berempati atas kejadian itu. Tidak lagi memandang dari kelompok mana korban itu, agamanya apa, dan lain sebagainya. Sisi kemanusian selalu tak memandang status sosial , golongan, agama atau kelompook.
‘’Nabi Muhammad tidak mengajarkan kekerasan. Jika mereka para teroris itu mengaku muslim, nabi mana yang mereka anut’’.

Begitu salah satu komentar anggota grup WA yang saya ikuti. Beragam tanggapan muncul. Ada yang setuju, ada yang kurang setuju, buktinya dia menggugat dengan mengatakan, ‘mengapa mereka yang selalu disudutkan’.

Atas komentar itu, ada juga yang membalas sekenanya.
‘’Berapa derajat?’’ maksudnya sudutnya.

Ada juga anggota grup yang entah sengaja atau tidak, dan apa niatnya, masih menyebar foto-foto korban. Tanpa blur, dan mungkin juga tanpa berasa bersalah. Satu orang ada yang ngeshare lebih dari 5 foto. Namun, sebagian besar anggota grup hanya menyimak, atau membaca pesan di grup nya saja, tanpa komentar.

Sungguh, air mata itu kembali hampir luruh saat acara dimulai. Di awali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Pendopo balai desa itu menggema nyanyian Indonesia Raya.

‘’Indonesia raya merdeka, merdeka hiduplah Indonesia’’
Dan saya pun harus ngempet untuk tidak meneteskan air mata. Dalam situasi hati berkecamuk seperti itu, Indonesia Raya bergema.

Lalu muncul sebaran foto ajakan untuk tidak taku terorisme. Terorisme harus diperangi. Rakyat Indonesia siap untuk memerangi segala bentuk terorisme. Karena yang dilakukan dengan mengebom itu, apapun alasan dan tujuannya, tidak beradab. Sudah menimbulkan teror di masyarakat. Karena itu, layak disebut teroris.

Lalu apakah masyarakat harus takut? Masyarakat harus melawan. Tidak ada ruang bagi terorisme di negeri ini. Negeri Indonesia yang dikenal damai dan bersahaja. Karena itu, jangan terpancing untuk latah, dengan ikut-ikutan menyebar foto-foto korban.

Jika ketakutan di masyarakat muncul, keresahan lahir dan rasa was-was selalu menghantui, maka target para teroris itu tercapai. Karena mereka menebarkan teror untuk membuat masyarakat panik, takut dan sejenisnya.

Karena itu, masyarakat tidak boleh takut. Namun, tetap waspada dan jangan sampai terlena dengan ajakan-ajakan yang menyesatkan. Masyarakat Indonesia tak pernah takut ancaman teror, karena kecintaannya pada bangsa dan negaranya. Tagar-tagar ajakan untuk bersatu melawan teroris terus bermunculan.


‘’Tidak semua teroris bertugas di lapangan. Ada juga yang bertugas di media sosial’’
Begitu salah satu ajakan yang muncul.


Semoga bangsa ini kuat menerima segala macam cobaan. Bisa menyingkirkan seluruh mara bahaya yang merongsong. Semoga pelakunya segera bisa ditangkap, dan diadili sesuai dengan derajat kesalahannya.

Semoga masyarakat tetap tenang, berfikir jernih, cerdas menganalisa dan memenuhi ketentuan yang ada. Semoga rasa kemanusiaan itu tetap terpatri di hari seluruh warga Indonesia. Wallahu a’lam.(*)

 

 



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...
-->

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 14 August 2023 11:00

    blokTuban.com Kembali Dipercaya UTM Tempat Praktik MSIB

    blokTuban.com Kembali Dipercaya UTM Tempat Praktik MSIB PT Blok Tuban Promosindo yang menaungi website blokTuban.com kembali mendapat kepercayaan dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) sebagai tempat praktik Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) tahun 2023, Senin (14/8/2023)....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat