19:00 . Banjir Rob Terjang 5 Kecamatan, BPBD: Kami Lakukan Penanganan Sementara   |   18:00 . Sengketa Tanah di Desa Tuwiri Wetan, Ini yang Dilakukan Pengadilan Negeri Tuban   |   17:00 . Seniman Internasional Ikuti Pameran Drawing SMK TJP Tuban   |   16:00 . Bukan Kelas Inspirasi Biasa, Pimpinan Daerah Tuban Beri Motivasi 200 Siswa untuk Meraih Cita-citanya   |   15:00 . Razia Narkoba Dadakan, Petugas Malah Temukan Obeng hingga Baterai Milik Napi Lapas Tuban   |   14:00 . Tidak Ada Tanggul Pemecah Ombak, Gelombang Tinggi Rusak Rumah Warga Pesisir Tuban   |   13:30 . Kondisi Banjir ROB Tuban   |   13:00 . Indonesia dan Jepang Bahas Pengembangan Ekonomi Kawasan, Apa Goalnya?   |   12:00 . Begini Cara Polres Tuban Kembalikan Kondisi Psikologis Anggotanya Pasca Ops Ketupat Semeru   |   11:00 . Pulihkan Ekonomi Dunia, Mendag Serukan Kembali ke Perdagangan   |   10:00 . BMKG Tuban Imbau Masyarakat Tidak Beraktivitas di Pesisir Pantai!   |   09:00 . Banjir Rob Terjang Pesisir Kabupaten Tuban, BMKG Prediksi Hingga 25 Mei   |   08:00 . Hati-hati! Orang Dewasa Muda Dengan Pradiabetes Lebih Besar RIsiko Alami Serangan Jantung   |   18:00 . Perlu Sinergi Indo-Pasifik dengan ASEAN BANGKOK   |   17:00 . 333 Warga Nahdliyin Tuban yang Kesulitan Membaca Dapat Kacamata Gratis   |  
Wed, 25 May 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Subsidi Benih Padi Dipersoalkan Sebagian Warga Mojoagung

bloktuban.com | Wednesday, 24 January 2018 16:00

Subsidi Benih Padi Dipersoalkan Sebagian Warga Mojoagung

Reporter: Anang Febri

blokTuban.com - Bantuan benih padi murah atau subsidi, yang diberikan oleh Unit Pelaksanaan Terpadu Dinas (UPTD) Pertanian dan Ketahanan Pangan Kecamatan Soko kepada warga Kelompok Tani Desa Mojoagung, dipersoalkan sebagian warga desa setempat.

Sebagian kelompok tani mengaku belum menerima benih padi subsidi jenis 'Ciherang' yang diberikan pada akhir tahun 2017 lalu itu.

Informasi yang didapat blokTuban.com, beberapa masyarakat mencari informasi proses pendistribusian benih bersubsidi, mulai dari awal pengajuan subsidi benih, hingga proses pemberian subsidi lewat petugas Penyuluhan Pertanian Lapangan (PPL) Desa Mojoagung.

"Kami sudah cek ke dinas dan masyarakat. Ada kejanggalan proses subsidi benih padi yang diberikan Dinas Pertanian kepada kelompok tani, tak berjalan normal," papar seorang narasumber yang namanya tak mau dipublikasikan oleh blokTuban.com, Selasa (23/1/2018).

Informasi yang didapat sebagian warga, Dinas Pertanian memberikan jatah subsidi benih padi sekitar tanggal 20-24 Desember 2017 sebanyak hampir 4 ton. Benih itu tidak disalurkan ke warga,  tapi ke salah satu tempat penggilingan padi desa setempat.

"Pemilik tempat penggilingan padi juga membenarkan bahwa beberapa waktu lalu memang ada yang menggiling padi kurang lebih 4 ton jumlahnya. Itu terjadi, selang sesaat setelah subsidi benih padi didistribusikan ke desa," ujarnya.

Warga mengaku kurang mendapatkan informasi mengenai penyaluran bibit padi. "Mengingat, pihak desa juga jarang  melakukan musyawarah dengan warganya secara langsung dan transparan. Hampir tak pernah. Adapun rapat, namun hanya beberapa gelintir orang saja," pungkasnya.

Dikonfirmasi, UPTD Pertanian dan Ketahanan Pangan Kecamatan Soko juga membenarkan adanya proses permintaan subsidi benih padi jenis 'Ciherang' kepada kelompok tani Desa Mojoagung.

"Disana ada 3 Kelompok Tani Sukomakmur. Dari 3 itu, kami hanya memberikan subsidi benih kepada 2 Kelompok Tani sejumlah 3 ton lebih. Tak sampai 4 ton," ungkap Parwan, SP selaku PPL Desa Mojoagung.

Pihaknya juga menambahkan, jika subsidi benih yang dikemas 5 hingga maksimal 10 kilogram (Kg) dalam berapa pun jumlah permintaan, telah diberikan kepada desa tersebut.

"Selanjutnya, urusan pembagian benih adalah urusan desa tersebut. Kami kurang tahu, dan memang bukan urusan kami lagi setelah sampai ke desa," tegas anggota PPL yang memegang 4 desa di Kecamatan Soko itu.

Menanggapi hal ini, Haji Makmur, Gapoktan Desa Mojoagung, mengatakan warga yang menyoal bantuan bibit kurang begitu mengetahui duduk permasalahan.

Dia menyayangkan, warga tersebut tidak melakukan pengecekan dan konfirmasi langsung ke dirinya. Selain itu, tuduhan beras di penggilingan padi bukanlah hasil bantuan bibit, namun diakuinya sebagai berasnya sendiri.

"Kenapa mereka tidak cek dan konfirmasi ke sini langsung, biar tahu keadaan sebenarnya seperti apa. Bukan malah jauh bertindak seperti itu. Benih subsidi masih ada di sini. Juga beras yang diolah ke penggilingan adalah milik kami sendiri," kata pria yang juga suami dari Kades Mojoagung itu. [feb/col]

Tag : pupuk, rebutan



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more