13:00 . ORTN BRIN Bersama Anggota DPR RI Bantu Petani Tuban Benih Padi Varietas Inpari Sidenuk   |   12:00 . Bantu Herd Immunity, Wihadi dan Kader Gerindra Tuban Turun Gunung Gelar Vaksinasi   |   09:00 . Jago Bisnis Desain dan Ilustrasi, Pemuda Tuban Diundang ke Wakatobi Ilustrasikan Aset Budaya   |   08:00 . Perempuan Desa Klotok Ini Hasilkan Cuan dari Merajut   |   07:00 . Bermain di Masa Pandemi Jadi Kebutuhan Dasar Anak yang Harus Terpenuhi   |   21:00 . Gemar Buat Kue, Kini Fudgy Brownies Dapur Aga Hadir Di Tuban   |   20:00 . Sate Korea Mr. Baek, Santapan Nikmat Harga Bersahabat   |   18:00 . Baju Bekas Kembali Digemari Jadi Peluang Usaha di Tengah Pandemi   |   17:00 . La Nina, BMKG Ingatkan Waspada Potensi Curah Hujan Tinggi   |   15:00 . Hindari Joki Seleksi ASN Tuban, Panitia Gunakan Alat Pencocokan Wajah   |   14:00 . Tingkatkan Herd Immunity Warga Pedesaan, Babinsa dan Nakes Lakukan Door To Door   |   13:00 . Kiat Sukses Mulai Usaha Jadi Barista   |   11:00 . Pengepul Judi Togel Asal Bangilan Ditangkap, Buku Tafsir Mimpi Ikut Diamankan   |   10:00 . Pukul Tetangga Pakai Botol Kaca Hingga Tidak Sadarkan Diri, Pria di Plumpang Ditangkap Polisi   |   07:00 . Orangtua Wajib Tahu, Ini 4 Cara Menyembuhkan Batin Anak   |  
Tue, 19 October 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Polsek Semanding Tertibkan Sepeda Motor Knalpot Brong di Ngroto

bloktuban.com | Sunday, 11 June 2017 13:00

Polsek Semanding Tertibkan Sepeda Motor Knalpot Brong di Ngroto

Reporter: Moch. Sudarsono

blokTjban.com - Warga Dusun Ngroto, Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, resah akan ulah pemuda yang kerap mangkal di Bukit cinta setiap harinya selama Ramadan.

Para pemuda tersebut kerap menggunakan Sepeda motor dengan knalpot brong saat melintasi daerah tersebut, sehingga mengganggu

Mendengar keluhan warga, Polsek Semanding langsung terjun ke lokasi untuk memberi imbauan kepada para pemuda yang menggunakan sepeda Knalpot brong tersebut.

"Kita harap para pemuda menggunakan sepeda motor sesuai standar, jangan dibikin yang tidak-tidak," Kata Wakapolsek Semanding, IPDA Suganda kepada blokTuban.com, Minggu (11/6/2017) pagi.

Penggunaan sepeda motor Knalpot brong sangatlah mengganggu kenyamanan masyarakat. Apalagi itu dilakukan waktu pagi hari, saat masyarakat masih tertidur.

Lebih baik, para pemuda ini mengembalikan knalpot sepeda motor sesuai dengan aslinya. Hal itu juga untuk kenyamanan pengguna motor itu sendiri.

"Kami mengimbau agar sepeda motor disesuaikan dengan kondisi awal, jika tetap membandel maka akan kami lakukan razia gabungan dengan Polres dan akan dilakukan tilang," tegas Suganda.

Ketua RT setempat, Sri Katon juga membenarkan, bahwa di Bukit cinta sering digunakan untuk ajang berkumpulnya pemuda dengan sepeda berknalpot brong. Bahkan jika sudah mulai dinyalakan mesinnya, suara bising knalpot membuat warga tidak nyaman.

"Warga merasa sangat terganggu dengan suara knalpot brong, terlebih saat melintas. Kami juga sudah memberikan imbauan berupa pemasangan banner agar tidak melintas," pungkas RT.[nok/col]

Tag : warga, knalpot, polsek



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more