08:00 . Bigini Landskap Media Digital di Indonesia Versi AMSI   |   07:00 . Lebih Baik Minum Air Panas saat Cuaca Panas, Ini Sebabnya!   |   18:00 . Gandeng Mahasiswa, Kapolres Tuban Bagikan Bansos Kepada Warga Terdampak Covid-19   |   17:00 . Warga Merakurak Meninggal Usai Pesta Miras di Jenu   |   16:00 . Simak Jadwal Dispensasi Perpanjang SIM Yang Habis Masa Berlakunya Saat PPKM   |   15:00 . FPKB DPRD Kritik Kebijakan Bupati Pangkas Anggaran KONI   |   14:00 . Hati-hati Calo Plasma Sudah Berkeliaran di Tuban   |   13:00 . Anggaran KONI Dikepras, FPKB Teriak   |   12:00 . Ringankan Beban Warga, Lapas Salurkan 50 Paket Sembako   |   11:00 . Sidak Bansos, Bupati Sorot Kinerja Pendamping, Agen hingga Supplier   |   09:00 . Kapolda Jateng Ajak Warga Pergerakan Jalan Bareng   |   08:00 . Dewan Pers Apresiasi Peluncuran AMSI Crisis Center Covid-19   |   07:00 . Jangan Buka Jendela Saat Cuaca Panas, Ini Anjuran Dokter   |   20:00 . PPKM Level 4: Polisi Bagi Bansos Ke PKL   |   19:00 . Keluarga Besar BMG Tahlil dan Doa Secara Virtual untuk Almarhum Mas Muha   |  
Fri, 30 July 2021
Jl Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Jelang Habis Kontrak Kerja

SKK Migas Harap Masalah JOB PPEJ dan Warga Rahayu Tuntas

bloktuban.com | Saturday, 10 June 2017 15:00

SKK Migas Harap Masalah JOB PPEJ dan Warga Rahayu Tuntas

Reporter: Dwi Rahayu
 
blokTuban.com - Kontraktor (KKS) blok Tuban, JOB Pertamina-PetroChina East Java (JOB PPEJ) akan berkahir masa kontraknya awal 2018 mendatang. Sebelum berakhirnya kontrak kerja tersebut, Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Ali Mashar berharap segala permasalahan JOB PPEJ dengan warga Desa Rahayu tuntas.
 
Seperti diketahui, sejak tahun lalu pembayaran kompensasi terhadap warga sekitar memantik keberangan warga setempat. Aksi demonstrasi berulang kali dilancarkan masyarakat menuntut pembayaran dilakukan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.
 
"Apa pun problemnya kalau dikomunikasikan secara baik tentu tidak akan berkepanjangan," ujar Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Ali Mashar.
 
Perusahaan tersebut telah mengeksplorasi migas di lapangan Mudi, Blok Tuban di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban telah beroperasi sejak tiga dekade lalu. Tanggung jawab sosial perusahaan telah menyentuh di beberapa bidang, seperti pendidikan, sarana prasarana, dan pemberdayaan masyarakat. Namun di sisi lain, dua tahun terakhir muncul permasalahan kompensasi yang akan dibayar tidak lebih dari 50 persen seperti biasanya.
 
Masyarakat, lanjutnya, perlu memiliki semangat dan berdoa supaya kegiatan Migas berumur panjang. Jika produksi Migas lancar, tentu program Corporate Social Responsibility (CSR) juga lancar.
 
“Dua tahun terakhir memang harga minyak dunia bergolak, dan itu mempengaruhi CSR ke masyarakat,” tambahnya.
 
Sementara itu Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein tidak jauh berbeda, ia  berkeinginan polemik di Desa Rahayu segera selesai. Tali asih yang dijanjikan JOB PPEJ, manurutnya harus diselesaikan sebelum kontrak kerja berakhir.
 
"Pertama membayar tali asih selama empat bulan sebesar Rp1.122.400.000 dalam bentuk inkind atau bahan pokok. Kedua melakuan uji dampak flare Control Processing Aea (CPA) Pad A, apakah masih berdampak atau tidak terhadap lingkungan," ungkapnya.[dwi/col]

Tag : migas, bloktuban, kompensasi

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat