18:00 . Penyuluh Agama Kecamatan Widang Lakukan Gibas Buluh   |   13:00 . ORTN BRIN Bersama Anggota DPR RI Bantu Petani Tuban Benih Padi Varietas Inpari Sidenuk   |   12:00 . Bantu Herd Immunity, Wihadi dan Kader Gerindra Tuban Turun Gunung Gelar Vaksinasi   |   09:00 . Jago Bisnis Desain dan Ilustrasi, Pemuda Tuban Diundang ke Wakatobi Ilustrasikan Aset Budaya   |   08:00 . Perempuan Desa Klotok Ini Hasilkan Cuan dari Merajut   |   07:00 . Bermain di Masa Pandemi Jadi Kebutuhan Dasar Anak yang Harus Terpenuhi   |   21:00 . Gemar Buat Kue, Kini Fudgy Brownies Dapur Aga Hadir Di Tuban   |   20:00 . Sate Korea Mr. Baek, Santapan Nikmat Harga Bersahabat   |   18:00 . Baju Bekas Kembali Digemari Jadi Peluang Usaha di Tengah Pandemi   |   17:00 . La Nina, BMKG Ingatkan Waspada Potensi Curah Hujan Tinggi   |   15:00 . Hindari Joki Seleksi ASN Tuban, Panitia Gunakan Alat Pencocokan Wajah   |   14:00 . Tingkatkan Herd Immunity Warga Pedesaan, Babinsa dan Nakes Lakukan Door To Door   |   13:00 . Kiat Sukses Mulai Usaha Jadi Barista   |   11:00 . Pengepul Judi Togel Asal Bangilan Ditangkap, Buku Tafsir Mimpi Ikut Diamankan   |   10:00 . Pukul Tetangga Pakai Botol Kaca Hingga Tidak Sadarkan Diri, Pria di Plumpang Ditangkap Polisi   |  
Tue, 19 October 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Dugaan Penelantaran Pasien Kritis RS Medika Mulya

Istri Pasien: Saya Sempat Dibentak Dokter Medika Mulia

bloktuban.com | Wednesday, 07 June 2017 22:00

Istri Pasien: Saya Sempat Dibentak Dokter Medika Mulia

Reporter: Edy Purnomo

blokTuban.com - Keluarga pasien yang meninggal malam ini di Rumah Sakit Medika Mulia Tuban mengaku sempat mengalami perlakuan tidak menyenangkan dari petugas rumah sakit.

Hal itu dituturkan Khotimah, yang tak lain adalah istri dari Purnomo, purnawirawan TNI yang meninggal dunia malam ini di rumah sakit setempat, Rabu (7/6/2017).

"Tadi saya minta penjelasan, kalau misalkan langsung ditangani kejadiannya tidak seperti ini (meninggal dunia). Apalagi tadi sempat dikasih suntikan tapi kritis, dokternya malah bentak-bentak saya dan bilang kalau itu takdir," kata Khotimah.

"Saya dan anak bertambah sedih karena bapak tidak ada," katanya yang saat itu ditemani anak perempuannya yang juga ikut menangis.

Danramil Tuban, Kapten Lasminto, yang mendapat informasi mantan anggotanya itu kritis langsung menuju ke rumah sakit. Sebelum meninggal, dia sudah berusaha meminta kepada rumah sakit agar segera memanggil dokter yang menangani pasien.

"Perawat bilang dokter tidak ada di tempat, saya minta agar ada dokter pengganti. Tapi katanya dokter dipanggil, ternyata sampai malam hari tidak datang. Sampai nyawa pasien tidak tertolong," kata Lasminto.

Dia mengaku juga sempat mendatangi seorang dokter yang disebut-sebut bisa menggantikan menangani pasien. Tapi dokter itu ternyata baru bisa datang ke rumah sakit setelah melayani pasiennya sendiri.

"Inikan pelayanan yang tidak benar, Pasien itu kritis jam 15:50 sore, sampai barusan meninggal (sekitar pukul 20:50) dokternya juga masih tidak datang," jelasnya.

Dia juga membenarkan pengakuan keluarga yang mengaku mendapat perlakuan tidak mengenakkan dari petugas dari rumah sakit.

Sampai berita ini dilansir, wartawan blokTuban.com belum bisa mendapat konfirmasi resmi dari pihak rumah sakit. Perawat di lokasi yang ditanya wartawan mengaku tidak berhak berkomentar. Petugas juga mengatakan tidak mengetahui keberadaan Humas dan direktur rumah sakit, dan tidak bersedia memberi nomor ponsel Humas ataupun direktur rumah sakit.

Sementara jenazah pasien meninggal dunia langsung dipulangkan ke rumah duka di Perum Widengan, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. [pur/col]

Tag : rumah sakit, pasien, medika mulya



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more