19:00 . Keluarga Besar BMG Tahlil dan Doa Secara Virtual untuk Almarhum Mas Muha   |   18:00 . Menikah Saat PPKM, Kemenag Gratiskan Biaya Swab Catin   |   17:00 . Pemilik Warung Wrong Way Divonis 5 Bulan Penjara   |   15:00 . DPRD Temukan KPM Tak Bisa Cairkan Bansos hingga Sembako Numpuk di Agen   |   14:00 . Baksos dan Jam Malam Berjalan Beriringan di Tengah Pandemi   |   13:00 . Begini Cerita Pilu KPM Asal Plumpang Tidak Menerima BPNT 7 Bulan   |   08:00 . Mas Muha: ‘Petarung Tangguh’ Kembali ke PenciptaNya   |   07:00 . Cuaca Panas Bisa Bikin Lelah Ibu Hamil, Simak Tips Berikut   |   20:00 . AMSI Crisis Center, Wadah Edukasi dan Bantuan Konsultasi Covid-19 Diluncurkan   |   19:00 . Farida Hidayati Bagi Sembako dan Vitamin pada Warga   |   18:00 . Polisi Dalami Temuan Mensos Terkait Penyaluran BPNT di Tuban   |   14:00 . Kapolres dan Dandim Tuban Berangkatkan Tim Relawan Tracer Corona   |   11:00 . Dari Hobi Baca, Wijayanto Punya Usaha Brand Kaos Lokal   |   07:00 . Tips Mengendalikan Emosi dari Psikolog: Jeda dan Atur Napas   |   18:00 . 51 Ton Bantuan Beras Didistribusikan, Kapolres: Harus Tepat Sasaran   |  
Thu, 29 July 2021
Jl Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Mengintip Pembuatan Kerupuk Rambak di Desa Simo

bloktuban.com | Sunday, 13 December 2015 12:00

Mengintip Pembuatan Kerupuk Rambak di Desa Simo

Reporter: Dwi Rahayu

blokTuban.com - Akhir pekan ini blokTuban.com mengajak blokers (sapaan akrab pembaca blokTuban.com) untuk melihat produksi kerupuk rambak di Dusun Simokrajan, Desa Simo, Kecamatan Soko. Kerupuk yang berbahan dasar tepung ini menjadi usaha yang banyak dilakoni warga setempat.

Salah seorang warga produsen kerupuk rambak, Siti Mukodimah (28) mengaku menggeluti usaha tersebut sejak enam tahun silam.

"Dalam satu minggu bisa menghabiskan dua kuintal tepung, produksi mengalami pasang surut sesuai pemesanan," kata ibu dua anak tersebut.

Pembuatan sendiri diakui mudah dengan bahan mudah didapatkan pula. Di antaranya tepung terigu, tepung tapioka, obat gendar, penyedap makanan, dan garam.

"Ditambah bawang dan ketumbar jika ada pesanan saja," tambah Siti.

Pembuatan dilakukan dengan mencampur semua bahan, kemudian ditambah air secukupnya sambil diaduk dengan mixer hingga tercampur merata. Setelah adonan siap, adonan dituang sesikit ke dalam loyang yang sebelumnya diolesi minyak. Kemudian dimasukkan ke dalam panci berisi air mendidih.

Tidak memakan waktu lama, kurang dari lima menit loyang bisa diangkat kembali. Adonan dikeluarkan dari loyang di atas anyaman kayu atau widek untuk kemudian dijemur.

Seorang pembuat kerupuk rambak yang lain, Edi Junaidi (34) mengatakan, proses pengeringan bisa satu hingga dua hari pada cuaca panas terik.

"Kalau panas bercampur mendung bisa sampai tiga hari," kata Edi.

Edi menambahkan setelah dijemur setengah kering, adonan kerupuk bisa dipotong. Potongan kerupuk disesuaikan pesanan. Dari satu adonan berbentuk lingkaran bisa ja empat atau tiga potong, dan bisa juga dipotong kecil-kecil. [dwi/col]

Tag : kerupuk, rambak, desa, simo

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat