Niat Puasa Sunah Syakban Menyongsong Ramadan

Oleh: Dwi Rahayu

blokTuban.com - Bagi sebagian besar umat Islam, puasa bulan Syakban dipandang sebagai persiapan untuk menyambut bulan Ramadan yang akan datang. 

Di bulan ini, Allah Swt banyak menurunkan keberkahan. Oleh karenanya, kita dianjurkan untuk banyak melakukan amal ibadah, salah satu di antaranya adalah berpuasa.

Umat muslim meyakini bahwa dengan berpuasa di bulan Syakban, mereka dapat membersihkan diri dari dosa-dosa dan memperbanyak ibadah untuk mempersiapkan diri menghadapi Ramadan dengan lebih baik.

Menurut Kalender Kementerian Agama, 1 Syaban 1445 Masehi jatuh pada Minggu, 11 Februari 2024. Adapun tanggal 15 Syakban 1445 Hijriah atau Nisfu Syakban 2024 jatuh pada Minggu, 25 Februari 2024.

Berdasarkan Hadist Riwayat Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa'i, dan Ibnu Majah, menunjukkan bahwa puasa Syaban mulai tanggal 16 Syaban tidak diperkenankan. Sebaliknya, puasa Syaban dapat dilakukan mulai tanggal 1-15 Syaban.

Syekh Nawawi dalam kitabnya Nihayatuz Zain fi Irsyadil Mubtadi-in mengatakan bahwa barang siapa yang berpuasa di bulan Syakban, kelak ia akan mendapatkan syafaat dari Rasulullah Saw di hari kiamat kelak. 

وَالثَّانِي عَشَرَ صَوْمُ شَعْبَانَ، لِحُبِّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صِيَامَهُ. فَمَنْ صَامَهُ نَالَ شَفَاعَتَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya, “Puasa sunnah yang keduabelas adalah Puasa Syakban, karena kecintaan Rasulullah saw terhadapnya. Karenanya, siapa saja yang memuasainya, maka ia akan mendapatkan syafaat belau di hari kiamat.” (Muhammad bin Umar Nawawi al-Jawi, Nihâyatuz Zain fi Irsyâdil Mubtadi-în, [Bairut, Dârul Fikr], h. 197).

Niat Puasa Sunah Syakban

Niat puasa sunah Syakban dapat dilafalkan di malam harinya. Berikut ini lafal niat puasa Syakban:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى 

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Sya‘bana lillâhi ta‘âlâ. 
Artinya, “Aku berniat puasa sunah Sya‘ban esok hari karena Allah SWT.” 
Orang yang ingin berpuasa Syakban, tetapi tidak sempat melafalkan niat dan berniat puasa di malam harinya boleh menyusul pelafalan niat dan memansang niat sunah puasa Syakban seketika itu juga. Kewajiban niat di malam hari hanya berlaku untuk puasa wajib. 

Untuk puasa sunah, niat boleh dilakukan di siang hari sejauh yang bersangkutan belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak subuh. 

Berikut ini lafal niat puasa sunah Sya‘ban di siang hari: 

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى 

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati Sya‘bana lillâhi ta‘âlâ. 
Artinya, “Aku berniat puasa sunah Syakban hari ini karena Allah SWT.” Puasa di bulan Syakban dianjurkan. Pasalnya, kita dianjurkan berpuasa sunah pada bulan-bulan agung menurut agama sebagai keterangan Syekh Nawawi Banten berikut ini: 

والعاشر صوم أيام الأشهر الحرم وهي أربعة المحرم ورجب وذو القعدة وذو الحجة. وأفضل الشهور رمضان ثم المحرم ثم رجب ثم ذو الحجة ثم وذو القعدة ثم شعبان. وظاهر كلامهم أن باقي شهور السنة على حد سواء 

Artinya, “Kesepuluh puasa pada bulan-bulan terhormat, yaitu empat bulan: Muharram, Rajab, Dzulqa‘dah, dan Dzulhijjah. Bulan paling utama adalah Ramadhan, kemudian Muharram, lalu Rajab, selanjutnya Dzulhijjah, kemudian Dzulqa‘dah, lalu Sya‘ban. Ucapan mereka dilihat secara zahir mengatakan bahwa pada bulan selain yang disebutkan kesunahannya sama, ” (Lihat Syekh Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, [Beirut: Darul Kutub Al-Ilmiyyah, 2002 M/1422 H], cetakan pertama, halaman 192).


Temukan konten blokTuban.com menarik lainnya di GOOGLE NEWS