Isi Waktu Luang, Anak-anak di Tambakboyo Dilatih Buat Sabun

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Belasan anak-anak di Kecamatan Tambakboyo mendapat pengalaman berharga dalam membuat sabun. Workshop pembuatan sabun dipusatkan di studio Prewangan Desa Sobontoro, Tambakboyo dalam acara "Nggulawentah" tanggal 28 Februari kemarin.

Pengisi latihan tersebut adalah Widhy Roviantika (31), seorang engineer and social worker yang sekarang bekerja di PT. Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI) Tuban.

Widhy sapaan akrabnya menceritakan pelatihan tersebut awalnya dilakukan setelah dirinya berkenalan dengan anggota Studio Prewangan. Dia pun mendapat informasi kalau Prewangan sering menggelar workshop untuk membuat teknologi tepat guna dan sederhana, dengan memanfaatkan bahan - bahan yang terjangkau di lingkungan rumah.

"Sampai akhirnya tiba bisa datang ke Sobontoro untuk berbagi cara pembuatan sabun dari benda - benda yang ada sekitar. Di latarbelakangi saat pandemi konsumsi sabun naik, dan anak - anak tidak ada aktivitas persekolahan, alhamdulillah mendapat respon yang antusias dan baik," ungkap Widhy kepada blokTuban.com, Senin (1/3/2021) sore.

Sarjana Teknik ITS itu menambahkan, seperti yang diketahui sabun berasal dari reaksi lemak ditambah basa kuat. Lemak disini menggunakan minyak goreng dan basa menggunakan soda api. Untuk soda api dapat dibeli di toko bangunan.

Sebagai aroma sabun, alumni SMAN 1 Tuban ini menggunakan jeruk nipis yang mempunyai khasiat bisa menghilangkan jerawat dan bunga - bunga yang ada di lingkungan sekitar. Selain itu juga menggunakan kopi, oat, dan madu yang punya manfaat eksfoliasi dan melembutkan kulit.

"Anak - anak sangat antusias dalam mencetak sabun yang akan mereka bawa pulang, jangan lupa menggunakan safety gloves dan safety googles saat membuat sabun," pesan perempuan yang beralamat di Latsari Tuban itu.

Dalam membuat sabun bersama, Widhy mencatat ada 15 anak yang terlibat. Sekitar enam jam sabun sudah kering, akan tetapi bisa digunakan setelah tujuh hari untuk menghilangkan sisa - sisa soda api dan sabun baru siap digunakan.

Sebagai tindak lanjut kedepannya, ia berencana membuat pelatihan kedua di Sobontoro. Pelatihannya membuat sabun dan minyak jelantah sebagai sabun cuci tangan.

"Selain mengisi waktu luang, pelatihan ini juga bisa sebagai ide wirausaha untuk anak - anak dan Ibu-Ibu di lingkungan tersebut," pungkasnya. [ali/col]