07:00 . Cara Sederhana Meningkatkan Kekebalan Tubuh   |   16:00 . Hingga Bulan April, Dinsos PPPA Catat Ada 11 Kasus Kekerasan Anak   |   15:00 . 128 Napi di Tuban Dapat Remisi Idul Fitri   |   14:00 . 4 Bulan, di Tuban Ada 8 Kasus Kekerasan Perempuan   |   13:00 . 2.245 Warga Tuban Terindikasi Menderita Hipertensi   |   12:00 . Usai Salat Idul Fitri, Warga Lanjutkan Tradisi Ziarah Makam   |   11:00 . Kominda Dihapus, Begini Cara Kesbangpol Ketahui Potensi Konflik   |   10:00 . 892 Warga Tuban Menderita Diabetes, ini Cara yang Dilakukan Dinkes   |   09:00 . Laksanakan Salat Ied Tanpa Jamaah Perempuan, Ibu-Ibu di Rumah Saja   |   08:00 . Open House Bersama Bupati dan Wabup Ditiadakan   |   07:00 . 4 Tips Mempertahankan Pola Makan Sehat saat Lebaran   |   13:00 . Bertahan di Tengah Pandemi, Bengkoang Parengan Masih Diminati   |   12:00 . Atas Arahan Bupati, Takmir Masjid Agung Tuban Tiadakan Salat Id   |   08:00 . Pasien Sembuh Klaster Temboro Terus Bertambah   |   07:00 . 6 Amalan yang Disunahkan pada Hari Idul Fitri   |  
Mon, 25 May 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Wednesday, 26 February 2020 20:00

Ingin Ringankan Hukuman Suami, Istri Nekat Edarkan Sabu

Ingin Ringankan Hukuman Suami, Istri Nekat Edarkan Sabu

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Jajaran Satreskoba Polres Tuban berhasil menangkap seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial UF (29). UF ditangkap lantaran nekat mengedarkan Narkotika jenis sabu, ekstasi dan ganja di Bumi Wali.

Bahkan, perempuan asal Desa Bogorejo, Kecamatan Merakurak itu mengaku menjual motor maticnya seharga Rp9,5 juta untuk modal membeli sabu dari bandar yang ada di Pasuruan.

Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono, dalam Konferensi Pers menyampaikan, UF menjalankan bisnis haramnya tersebut sudah sekitar 6 bulan yang lalu. Dari pengakuannya, dia nekat mengedarkan sabu untuk meringankan hukuman suaminya yang saat ini sedang terjerat kasus hukum yang sama.

Kapolres menambahkan, UF ditangkap di depan rumahnya di Desa Bogorejo, Kecamatan Merakurak pada Selasa (28/1/2020) lalu. Dari tangan tersangka polisi berhasil menyita 13 gram sabu yang disimpan dalam dompetnya. 

"Pelaku berencana akan mengantarkan sabu yang sudah dipesan oleh pelanggan sebelumnya. Tapi belum sampai bertransaksi sudah kita tangkap," ungkap Kapolres Tuban.

Sementara itu, UF mengaku semenjak suaminya ditangkap, UF diminta suami agar menjual sabu. Adapun untuk hasil penjualan sabu digunakan untuk membayar pengacara untuk pembelaan dalam persidangan suaminya.

"Uangnya buat membayar pembelaan suami saya dalam persidangan agar hukuman bisa diringankan," kata UF.

Lebih lanjut, UF mengaku memperoleh barang haram tersebut dari salah satu bandar Narkoba asal Kabupaten Pasuruan. Ia membeli sabu seberat 13 gram. Kemudian dibagi menjadi beberapa bagian yang dibungkus menggunakan plastik klip.

"Saya membeli barang ini dari Pasuruan, dan kemarin saya nyuruh teman saya untuk menjual," pungkasnya.

Guna untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 114 UU RI Nomor 35 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.[hud/col]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : Polisi, sabu, narkoba



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more