13:00 . Ini yang Dilakukan Setiajit di Widang   |   12:00 . Polisi Bekuk Spesialis Pencuri Kotak Amal Musala dan Masjid   |   11:00 . Tak Pakai Masker, 7 Pemuda Diberi Sanksi Sosial   |   10:00 . Uji Coba New Normal, Kesiapan Objek Wisata Terpantau di Raport   |   17:00 . KPU Tuban Optimis Partisipasi Pemilih di Pilkada 2020 Tetap Tinggi   |   16:00 . Tracing Lanjutan Lima Orang Positif Corona   |   15:00 . Perkiraan Gelombang Laut, untuk Lima Hari ke Depan   |   14:00 . Jelang Hari Raya Idul Adha, Sejumlah Kebutuhan Pokok Terpantau Naik   |   13:00 . ´╗┐Siapkan 20.000 Rapid Test Gratis Bagi Peserta UTBK Kurang Mampu   |   12:00 . Giat Cipkon, Tak Pakai Masker Langsung Ditindak   |   10:00 . Dahan Pohon Patah Usai Diserempet Truk, Satu Sepeda Motor Rusak   |   08:00 . Patroli Gabungan Skala Besar, Sasar Warkop, Kafe hingga Lokasi Balap Liar   |   21:00 . Sehari Ada Tambahan 7 Kasus Positif Baru   |   20:00 . Pengendara Motor Tabrak Pohon Hingga Meninggal Dunia   |   12:00 . 7.015 Pekerja Seni Bisa Beraktifitas Lagi 24 Juli   |  
Mon, 06 July 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Wednesday, 26 February 2020 20:00

Ingin Ringankan Hukuman Suami, Istri Nekat Edarkan Sabu

Ingin Ringankan Hukuman Suami, Istri Nekat Edarkan Sabu

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Jajaran Satreskoba Polres Tuban berhasil menangkap seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial UF (29). UF ditangkap lantaran nekat mengedarkan Narkotika jenis sabu, ekstasi dan ganja di Bumi Wali.

Bahkan, perempuan asal Desa Bogorejo, Kecamatan Merakurak itu mengaku menjual motor maticnya seharga Rp9,5 juta untuk modal membeli sabu dari bandar yang ada di Pasuruan.

Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono, dalam Konferensi Pers menyampaikan, UF menjalankan bisnis haramnya tersebut sudah sekitar 6 bulan yang lalu. Dari pengakuannya, dia nekat mengedarkan sabu untuk meringankan hukuman suaminya yang saat ini sedang terjerat kasus hukum yang sama.

Kapolres menambahkan, UF ditangkap di depan rumahnya di Desa Bogorejo, Kecamatan Merakurak pada Selasa (28/1/2020) lalu. Dari tangan tersangka polisi berhasil menyita 13 gram sabu yang disimpan dalam dompetnya. 

"Pelaku berencana akan mengantarkan sabu yang sudah dipesan oleh pelanggan sebelumnya. Tapi belum sampai bertransaksi sudah kita tangkap," ungkap Kapolres Tuban.

Sementara itu, UF mengaku semenjak suaminya ditangkap, UF diminta suami agar menjual sabu. Adapun untuk hasil penjualan sabu digunakan untuk membayar pengacara untuk pembelaan dalam persidangan suaminya.

"Uangnya buat membayar pembelaan suami saya dalam persidangan agar hukuman bisa diringankan," kata UF.

Lebih lanjut, UF mengaku memperoleh barang haram tersebut dari salah satu bandar Narkoba asal Kabupaten Pasuruan. Ia membeli sabu seberat 13 gram. Kemudian dibagi menjadi beberapa bagian yang dibungkus menggunakan plastik klip.

"Saya membeli barang ini dari Pasuruan, dan kemarin saya nyuruh teman saya untuk menjual," pungkasnya.

Guna untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 114 UU RI Nomor 35 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.[hud/col]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : Polisi, sabu, narkoba



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more