19:00 . Seni Karawitan Ramaikan Tradisi Manganan di Desa Klotok   |   18:00 . Tumpah Ruah, Guyub Rukun Warga Plumpang Wiwit Padi   |   15:00 . Saat Beroperasi, Kilang Tuban Butuh Listrik 678 Megawatt   |   14:00 . Desa Bejagung Kejar Target 62 Persen Capaian Vaksin   |   13:00 . Lomba Binter TNI-AD Tahun 2021, Kodim 0811 Tuban Melaju ke Nasional   |   12:00 . Terkendala Stok, Vaksinasi di Tuban Masih Kurang dari 30 Persen   |   09:00 . Berikutnya, Penyakit yang Rawan Menjangkiti Kucing   |   07:00 . Kena Diabetes, Waspadai Hiperglikemia   |   21:00 . PBNU Putuskan Muktamar Digelar 23-25 Desember 2021   |   15:00 . Tawarkan Pemandangan Kota Tuban, Kafe Ini Bisa Jadi Pilihan Tempat Nongkrong   |   12:00 . SMGR Terpilih Sebagai Outstanding Company 2021 Sektor Materials Dari Asiamoney   |   10:00 . Kanwil Kemenag Jatiim Wanti-Wanti Jangan Sampai Muncul Klaster Madrasah   |   09:00 . Tawarkan Pemandangan Kota Tuban, Kafe Ini Bisa Jadi Pilihan Tempat untuk Nongkrong   |   07:00 . Tergantung Keluhan yang Dialami Pasien, Pengobatan Nyeri Dibedakan Menjadi 3 Level   |   18:00 . 15 Tahun Jualan Pentol Goreng, Pria Klotok Pertahankan Kualitas Rasa   |  
Mon, 27 September 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Eksportir Surabaya Siap Tampung Kelengkeng Tuban

bloktuban.com | Friday, 05 April 2019 10:00

Eksportir Surabaya Siap Tampung Kelengkeng Tuban

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Eksportir buah asal Surabaya PT. Wijaya Fruit siap menampung berapapun hasil panen kelengkeng asal Desa Sugihan, Kecamatan Merakurak, Tuban. Eksportir asal Kota Pahlawan ini, sudah mampu menembus pasar Jepang. Selain itu, telah menawarkan kontrak tahunan dengan harga yang disepakati bersama dengan kelompok tani Ngudi Tirto Makmur Sugihan.

“Kepastian pasar itulah yang membuatnya semakin yakin,” kata Ketua kelompok tani, Wiyono kepada blokTuban.com, Jumat (5/4/2019).

Sekalipun pasar sudah pasti, tapi awalnya tidak semua petani langsung percaya. Pihaknya mengajak anggotanya menanam dalam jarak waktu perawatan dua tahun. Jika tak kunjung berbauh, silahkan tebang saja.

Begitupula jika berbuah lebat, tapi tak menguntungkan tebang saja dengan di bawahnya masih bisa ditanami jagung, kacang, maupun cabai. Waktu dua tahun inilah, informasi dari sang penemu bibit Kelengkeng Kateki.

Dari 191 anggotanya yang mau tanam 76 orang. Itupun mereka ada yang semangat merawat, ada pula yang kurang optimal. Bukti nyata panen kali ini, itu milik anggota yang rajin dan bersemangat merawat. Setiap tahun ada bantuan hibah beberapa jenis pupuk dari pemerintah untuk petani kelengkeng.

Pasca panen, petani ingin mengembangkan sisi wisata. Di sela kelengkeng jika sudah tak bisa ditanami, diganti lebah madu. Karena lebah memiliki peran sampai 30% dalam pembuahan. Di sekelilingnya juga akan ditanami aneka bunga. Selain untuk makanan lebah, juga menjadi spot swafoto.

“Kami berkeinginan Sugihan memiliki agrowisata kelengkeng,” pungkas Kades Sugihan, Warsito. [ali/rom]

Tag : klengkeng, buah klengkeng, agrowisata



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more