16:00 . Ketua Umum Demisioner Janjikan Pembuatan KTA Mulai Besok   |   15:00 . Harga Cabai Melonjak Tajam, Masyarakat Resah   |   14:00 . Larung Abu di Laut   |   13:00 . Di Tuban Ada 187 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak   |   12:00 . Peserta Teatrikal Distop Polisi Saat Kenakan Seragam Mirip Polwan   |   11:00 . Aktivis Tuban Desak RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Disahkan   |   10:00 . Abu Jenazah Warga Malang Dilarung di Laut Tuban   |   09:00 . BPD Mendapat Bimtek   |   08:00 . Semen Indonesia Ajak Cintai Lingkungan Lewat Mading   |   07:00 . Jangan Makan 4 Bagian Ayam Berikut Demi Kesehatan   |   22:00 . Hasil Klasemen Liga 2 Indonesia Jatim   |   20:00 . Upayakan Air Bersih, PRKP Adakan 2 Sumur Bor di Grabagan   |   19:00 . Razia Karaoke Ilegal, 3 PL Diamankan   |   18:00 . Selama Porprov, Pengunjung Wisata Capai 12 Ribu Lebih   |   17:00 . Awal Pembentukan Komisariat, IPNU-IPPNU Soko Beri Materi Kepemimpinan   |  
Thu, 18 July 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tuesday, 06 November 2018 14:00

BPOM Kembali Ungkap Obat Ilegal, Apa Saja?

BPOM Kembali Ungkap Obat Ilegal, Apa Saja?

Reporter: Mochamad Nur Rofiq 

blokTuban.com -  Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI kembali mengungkap peredaran obat ilegal. Obat-obatan tersebut diedarkan secara online dan nilainya cukup tinggi, mencapai Rp17,4 miliar.

Dijelaskan BPOM RI melalui akun resmi Instagramnya, Senin (5/11/2018) kemarin, pengungkapan tersebut diawali dengan penggerebekan dua gudang ilegal dan satu rumah tempat penyimpanan obat ilegal oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BPOM RI di Kebon Jeruk, Jakarta Barat (31/10/2018) lalu. Dari tiga tempat tersebut, ditemukan 291 item (552.177 pieces) obat ilegal.

"Obat ilegal yang kita ungkap antara lain, obat disfungsi ereksi seperti Viagra, Cialis, Levitra, dan Max Man. Selain itu, ditemukan juga suplemen pelangsing, obat tradisional penambah stamina pria dan krim kosmetika ilegal serta alat perangsang seks," terang Kepala BPOM Penny K. Lukito.

Petugas juga menyita 97 buku tabungan, smartphone, dan laptop yang digunakan untuk menjalankan bisnis obat ilegal online. Diperkirakan nilai transaksi dari penjualan ilegal per hari antara 3 juta - 1,5 miliar rupiah. 

"Saat ini satu orang tersangka telah ditahan di Rumah Tahanan Bareskrim Polda Metro Jaya," imbuhnya. 

Dalam konferensi pers tersebut Kepala BPOM RI juga menyampaikan penggunaan obat seharusnya dilakukan secara benar dengan resep dokter dan harus memenuhi aspek keamanan, mutu, dan manfaatnya. 

Menanggapi kejahatan penjualan obat illegal yang dilakukan secara online, Kepala BPOM menjelaskan bahwa saat ini BPOM tengah menyusun peraturan pengawasan peredaran obat dan makanan online. [rof/lis]

Berikut Daftar Obat Ilegal yang Diungkap BPOM RI:

1. Viagra, 

2. Cialis, 

3. Levitra,

4. Max Man

Tag : obat, terlarang, bpom

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more