19:00 . Sempat Menolak, Bruntas Pradoto Terima Mandat Jadi Ketua Pepadi   |   17:00 . PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu Resmikan Program CSR Bidang Pendidikan   |   16:00 . Setelah Lama Mati Suri, Hari Ini Pepadi Bangkit Kembali   |   15:00 . Sergab, Bulog Terima 70 Ton beras dari Petani   |   14:00 . Vendor Gathering, BPJS Sosialisasikan Program   |   13:00 . Bupati Fathul Huda Minta Pers Tetap Kritis   |   12:00 . Penjual Minuman Beralkohol di 3 Kecamatan Diminta Urus Ijin   |   10:00 . Duh...! Penjual Sate Simpan Arak Dalam Termos Nasi   |   09:00 . Turnamen Futsal Antar Instansi Meriahkan Puncak HPN PWI Tuban   |   08:00 . Pertamina EP Raih Best of The Best APQ Awards 2019   |   07:00 . Dua Alasan Kenapa Kita Suka Menunda-Nunda (dan Solusinya)   |   21:00 . Semen Indonesia Mulai Gelar Bimbingan Manasik Haji di Tuban   |   17:00 . Kodim 0811 Tuban Matangkan Persiapan Penutupan TMMD   |   16:00 . Hari Perdana UNBK, Siswa SMK Mengaku Grogi   |   15:00 . ULAR SANCA KEMBANG TERTANGKAP WARGA BANGILAN   |  
Wed, 27 March 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tuesday, 06 November 2018 14:00

BPOM Kembali Ungkap Obat Ilegal, Apa Saja?

BPOM Kembali Ungkap Obat Ilegal, Apa Saja?

Reporter: Mochamad Nur Rofiq 

blokTuban.com -  Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI kembali mengungkap peredaran obat ilegal. Obat-obatan tersebut diedarkan secara online dan nilainya cukup tinggi, mencapai Rp17,4 miliar.

Dijelaskan BPOM RI melalui akun resmi Instagramnya, Senin (5/11/2018) kemarin, pengungkapan tersebut diawali dengan penggerebekan dua gudang ilegal dan satu rumah tempat penyimpanan obat ilegal oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BPOM RI di Kebon Jeruk, Jakarta Barat (31/10/2018) lalu. Dari tiga tempat tersebut, ditemukan 291 item (552.177 pieces) obat ilegal.

"Obat ilegal yang kita ungkap antara lain, obat disfungsi ereksi seperti Viagra, Cialis, Levitra, dan Max Man. Selain itu, ditemukan juga suplemen pelangsing, obat tradisional penambah stamina pria dan krim kosmetika ilegal serta alat perangsang seks," terang Kepala BPOM Penny K. Lukito.

Petugas juga menyita 97 buku tabungan, smartphone, dan laptop yang digunakan untuk menjalankan bisnis obat ilegal online. Diperkirakan nilai transaksi dari penjualan ilegal per hari antara 3 juta - 1,5 miliar rupiah. 

"Saat ini satu orang tersangka telah ditahan di Rumah Tahanan Bareskrim Polda Metro Jaya," imbuhnya. 

Dalam konferensi pers tersebut Kepala BPOM RI juga menyampaikan penggunaan obat seharusnya dilakukan secara benar dengan resep dokter dan harus memenuhi aspek keamanan, mutu, dan manfaatnya. 

Menanggapi kejahatan penjualan obat illegal yang dilakukan secara online, Kepala BPOM menjelaskan bahwa saat ini BPOM tengah menyusun peraturan pengawasan peredaran obat dan makanan online. [rof/lis]

Berikut Daftar Obat Ilegal yang Diungkap BPOM RI:

1. Viagra, 

2. Cialis, 

3. Levitra,

4. Max Man

Tag : obat, terlarang, bpom

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 04 March 2019 08:00

    Pondok Literasi

    Pondok Literasi Saat ini lagi gencar-gencarnya gerakan litersai. Di mana-mana ada komunitas baca, tadarus puisi dan dan bedah buku, yang arahnya untuk menumbuhkan cinta membaca. Baru sebagian kecil kegiatan di Kabupaten...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more