18:00 . Polres Amankan Terduga Pelaku Curanmor 19 Kali dengan Timah Panas   |   16:00 . Diskoperindag Akan Kroscek Keluhan Terkait Petugas Jaga Pasar   |   13:00 . Dinsos P3A Prioritaskan Berdayakan Disabilitas dengan Keahlian   |   12:00 . 2018, Angka Disabilitas Meningkat   |   11:00 . Nikmati Kontur Lembut Daging Rajungan di Sumberagung   |   10:00 . Fresh dan Kekinian, Begini Ikon Baru Bulurejo   |   09:00 . Januari, RSUD dr. Koesma Tuban Tangani 35 Pasien DB   |   08:00 . Catat....! Ini Tahapan Pilkades Serentak 2019 di Tuban   |   07:00 . Langkah Sederhana untuk Hidup Lebih Sehat   |   18:00 . 2018, Pelanggaran Disiplin PNS Menurun   |   17:00 . Campus Fast Solusi Kenalkan Perguruan Tinggi ke Siswa   |   16:00 . 2018 Realisasi Pendapatan Parkir Berlangganan Lebihi Target   |   15:00 . Wabup Tekankan Pengurangan Risiko Bencana   |   14:00 . Bantu Siswa Pilih Kampus, MGBK Adakan Camp Fast   |   13:00 . Ingin Buat Road Map, Wabup Kujungi Tempat Wisata Bumi Wali   |  
Sat, 19 January 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tuesday, 06 November 2018 14:00

BPOM Kembali Ungkap Obat Ilegal, Apa Saja?

BPOM Kembali Ungkap Obat Ilegal, Apa Saja?

Reporter: Mochamad Nur Rofiq 

blokTuban.com -  Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI kembali mengungkap peredaran obat ilegal. Obat-obatan tersebut diedarkan secara online dan nilainya cukup tinggi, mencapai Rp17,4 miliar.

Dijelaskan BPOM RI melalui akun resmi Instagramnya, Senin (5/11/2018) kemarin, pengungkapan tersebut diawali dengan penggerebekan dua gudang ilegal dan satu rumah tempat penyimpanan obat ilegal oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BPOM RI di Kebon Jeruk, Jakarta Barat (31/10/2018) lalu. Dari tiga tempat tersebut, ditemukan 291 item (552.177 pieces) obat ilegal.

"Obat ilegal yang kita ungkap antara lain, obat disfungsi ereksi seperti Viagra, Cialis, Levitra, dan Max Man. Selain itu, ditemukan juga suplemen pelangsing, obat tradisional penambah stamina pria dan krim kosmetika ilegal serta alat perangsang seks," terang Kepala BPOM Penny K. Lukito.

Petugas juga menyita 97 buku tabungan, smartphone, dan laptop yang digunakan untuk menjalankan bisnis obat ilegal online. Diperkirakan nilai transaksi dari penjualan ilegal per hari antara 3 juta - 1,5 miliar rupiah. 

"Saat ini satu orang tersangka telah ditahan di Rumah Tahanan Bareskrim Polda Metro Jaya," imbuhnya. 

Dalam konferensi pers tersebut Kepala BPOM RI juga menyampaikan penggunaan obat seharusnya dilakukan secara benar dengan resep dokter dan harus memenuhi aspek keamanan, mutu, dan manfaatnya. 

Menanggapi kejahatan penjualan obat illegal yang dilakukan secara online, Kepala BPOM menjelaskan bahwa saat ini BPOM tengah menyusun peraturan pengawasan peredaran obat dan makanan online. [rof/lis]

Berikut Daftar Obat Ilegal yang Diungkap BPOM RI:

1. Viagra, 

2. Cialis, 

3. Levitra,

4. Max Man

Tag : obat, terlarang, bpom

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Thursday, 03 January 2019 16:00

    Raker BMG 2019

    GM Bacakan SK, Inilah Leader Baru di Redaksi bB dan bT

    GM Bacakan SK, Inilah Leader Baru di Redaksi bB dan bT Dalam rangka menjalankan roda perusahaan di bawah naungan Blok Media Grup (BMG) dengan semangat mengawali tahun 2019 ini, ada penyegaran yang dilakukan pada anak-anak perusahaan BMG, termasuk dalam redaksi blokBojonegoro.com...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 10 November 2018 10:00

    Pengumuman: Seleksi dan Rekrutmen P2KTD PID Tuban

    Pengumuman: Seleksi dan Rekrutmen P2KTD PID Tuban Sehubungan dengan pelaksanaan Tahapan Program Inovasi Desa (PID) Tahun Anggaran 2018 di Kabupaten Tuban, maka Tim Inovasi Kabupaten (TIK) PID membuka seleksi dan rekrutmen Pengelola Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa...

    read more