Kerusakan Infrastruktur, BPBD dan Dinas PU Pingpong Informasi

Reporter: Edy Purnomo

blokTuban.com - Banjir yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Tuban, menyebabkan kerugian di berbagai sektor. Mulai kerugian dari sektor pertanian, sampai kerugian akibat adanya fasilitas umum yang rusak.

Hanya saja, untuk kerugian material berupa infrastruktur yang rusak, masih belum didapat jumlah pastinya. Bahkan, dua lembaga di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, yang bersinggungan dengan hal ini, sama-sama belum memberikan data kepada media.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Joko Ludiyono, meminta agar blokTuban.com menghubungi Dinas Pekerjaan Umum (PU), terkait pertanyaan mengenai kerugian infrastruktur milik publik.

"Hubungi PU (Dinas Pekerjaan Umum) ya," terang Joko Ludiyono.

Sebaliknya, Kepala Dinas Pekerjaann Umum (PU) Tuban, Choliq Chunasih, meminta agar media untuk menghubungi langsung ke BPBD Tuban, mengenai kerusakan infrastruktur.

"Maaf, coba njenengan (anda) koordinasi dengan BPBD ya. PU tidak punya angka tersebut," terang Choliq, sapaan akrabnya.

Berbeda dengan jumlah kerugian pertanian yang sudah bisa diakses sebelumnya. Data sementara untuk kerugian di sektor pertanian, mencapai kisaran angka 21 miliar rupiah. Dengan data luas lahan yang terendam banjir berkisar 1.279 hektar. Rincian lahan yang terendam, ada di Kecamatan Merakurak mencapai 69 hektar, di Kecamatan Plumpang mencapai 380 hektar, di Kecamatan Rengel mencapai 750 hektar, dan di Kecamatan Palang mencapai 80 hektar. [pur/rom]

*Foto Jalan Desa Tahulu menuju Desa Kapu yang rusak setelah tergerus banjir.