Skip to main content

Category : Tag: Soetjipto


81 Tahun TNI

81 Tahun TNI: Tapen dan Jejak Perjuangan yang Tak Boleh Hilang

TUBAN, blokTuban.com — Dini hari 23 Februari 1949, pasukan Letda Soetjipto bergerak menyongsong kedatangan pasukan Belanda dari arah barat daya Tapen, Senori. Mereka telah melalui hari-hari panjang dengan berpindah dari satu tempat ke tempat lain, beristirahat di rumah penduduk, menyusun kekuatan dan menunggu kesempatan untuk menghadang pasukan Belanda.

Mengenang Letda Soetjipto Tuban

Jejak Perjuangan Letda Soetjipto hingga Gugur di Tapen Senori (Bag II)

blokTuban.com – Pertempuran di Mondokan bukan satu-satunya jejak perjuangan Letda Soetjipto menghadapi pasukan Belanda. Setelah peristiwa tersebut, pasukannya kembali memperkuat pertahanan di wilayah Merakurak dan Montong.

Agresi Militer Belanda II dan Perlawanan Heroik Letda Soetjipto* (bagian 2)

Bantai Penjajah di Mondokan dan Merakurak

Belanda terus berusaha mengejar pusat pemerintahan Tuban. Karena kondisi semakin genting, tepat pada tanggal 22 Desember 1948 pukul 08.00, pemerintahan diserahkan dari sipil Bupati KH Mustain, dan dipegang militer yakni Komando Distrik Militer (KDM/sekarang Kodim), yakni Kapten R.E.Soeharto. Karena pusat pemerintahan di Tlogonongko sudah tercium Belanda dengan adanya serangan pada tanggal 10 Januari 1949, maka pusat pemerintahan dipindahkan oleh pasukan ke Montong.

Pelanggar Lalu Lintas Diceramahi Ustadz

Sejumlah pengendara kendaraan bermotor mendapat ceramah agama. Setelah terjaring razia lalu lintas ketika melintas di kawasan bundaran Patung Letda Soetjipto, Kabupaten Tuban.

Tugu Benteng Letda Soetjipto Tanpa Nama

Siapa sangka ada tanpa perjuangan Letda Soedjipto di Dusun Tapen, Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban. Tepatnya dua tugu yang sampai sekarang ini masih tampak kokoh berdiri. Namun, tidak ada nama atau tanda lain yang mengiring, membuat generasi sekarang ini banyak yang tidak mengetahuinya.