Pasca Larangan Pembelian dengan Jurigen, Penjual Bensin Eceran di Tuban Kelabakan
Naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax pada awal bulan April lalu, rupanya masih berdampak besar bagi para pedagang bensin eceran di Kabupaten Tuban.
Naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax pada awal bulan April lalu, rupanya masih berdampak besar bagi para pedagang bensin eceran di Kabupaten Tuban.
Kenaikan harga Pertamax yang terjadi beberapa waktu lalu menimbulkan beragam respon dari masyarakat. Pasalnya, kenaikan harga tersebut dinilai cukup tinggi dari yang semula Rp9 ribu, kini naik menjadi Rp12.500 per liternya.
Meski harga minyak mentah dunia terus melonjak akibat konflik Rusia-Ukraina, pemerintah dan PT Pertamina (Persero) memastikan harga jual bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite tidak naik. Hal ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat yang saat ini banyak menggunakan Pertalite.
Semenjak Hari Minggu (5/7/2020) yang lalu, Program Pertalite Harga Khusus telah diluncurkan Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus di Kota Denpasar. Program ini hadir untuk mengajak masyarakat merasakan langsung penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan kualitas yang lebih baik.
Saat ini lagi gencar-gencarnya gerakan litersai. Di mana-mana ada komunitas baca, tadarus puisi dan dan bedah buku, yang arahnya untuk menumbuhkan cinta membaca. Baru sebagian kecil kegiatan di Kabupaten Tuban yang bertujuan melahirkan para penulis bukan sekadar pembaca.
Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban berharap, Program Pertamina Peduli Literasi (Pertalit) kerjasama antara Pertamina Marketing Operation Regional (MOR) V Jawa Timur dengan Yayasan Sedulur Pena (YSP) ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Selesainya Pelatihan Kader Program Pertamina Peduli Literasi (PERTALIT) dari Pertamina MOR V yang menggandeng Yayasan Sedulur Pena (YSP), diharapkan para kader mampu memulai untuk bergerak mengembangkan literasi.
Program Pertamina Peduli Literasi (PERTALIT) dengan menggandeng Yayasan Sedulur Pena (YSP) menyasar kalangan pedesaan, khususnya lingkup pendidikan di Kabupaten Tuban memiliki misi serupa dengan bangsa Indonesia.
Pengembangan budaya baca di masyarakat sebagai pendukung keberadaan pendidikan formal dan informal belakangan ini semakin pesat. Namun, keberadaannya belum bisa menyentuh semua lapisan masyarakat. Karena keterbatasan anggaran pemerintah, baik pusat maupun daerah. Sehingga, diperlukan keterlibatan semua pihak untuk turut serta mencerdaskan generasi bangsa dan warga secara umum.
Pertamina Marketing Operation Regional (MOR) V Jatimbalinus bersama Yayasan Sedulur Pena (YSP) meluncurkan Program Pertamina Peduli Literasi (Pertalit) dengan sasaran awal 2 desa di Kecamatan Jenu dan 5 sekolah yang juga berada di kecamatan setempat.