Tak Melaut, Nelayan Perbaiki Perahu dan Alat Tangkap
Nelayan yang ada di desa-desa pesisir Tuban, mengisi waktu luang dengan membenahi perahu dan alat tangkap selama cuaca buruk melanda perairan laut utara.
Nelayan yang ada di desa-desa pesisir Tuban, mengisi waktu luang dengan membenahi perahu dan alat tangkap selama cuaca buruk melanda perairan laut utara.
Tim dari Badan Lingkungan Hidup dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, tampaknya belum bisa memastikan sumber bau menyengat yang dihirup warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, selama dua minggu terakhir.
Pembangunan drainase oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) di Dusun Koro, Desa Pong pongan, Kecamatan Merakurak terlihat belum selesai dikerjakan. Namun dibalik kondisi pekerjaan yang belum selesai tersebut, ternyata ada kabar tak mengenakkan yang diterima oleh warga, bahwa bangunan tersebut sudah selesai dalam pengerjaannya, sehingga menimbulkan banyak pertanyaan di warga atas pengerjaan drainase tersebut.
Bau gas menyengat yang berasal dari tempat pengolahan gas milik PT Gasuma Federal Indonesia (GFI), di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban semakin menjadi. Terhitung enam hari sudah bau gas menyengat dihirup warga sekitar.
Akhir pekan ini blokTuban.com mengajak blokers (sapaan akrab pembaca blokTuban.com) untuk melihat produksi kerupuk rambak di Dusun Simokrajan, Desa Simo, Kecamatan Soko. Kerupuk yang berbahan dasar tepung ini menjadi usaha yang banyak dilakoni warga setempat.
Akibat banyaknya pendaftar untuk dua kabupaten tersebut, antrean di depan pintu sudah terjadi jelang dimulainya tes. Ratusan peserta lain duduk-duduk di masjid Islamic yang berada di utara gedung pertemuan, lokasi tes berlangsung. Terlihat, peserta satu persatu masuk melalui pintu utama.
Sekitar 1.100 pendaftar yang mengikuti tes Pendamping Lokal Desa (PLD) di gedung Islamic Center Bojonegoro, Kamis (10/12/2015) berjubel. Mereka telah hadir sejak pukul 07.00 WIB, baik dari Kabupaten Bojonegoro maupun Tuban. Sebab, tes dimulai sekitar pukul 08.00 WIB.
Tes Pendamping Lokal Desa (PLD) berlansung secara bersama-sama antara Bojonegoro dan Tuban, dengan tim yang dipisah. Satu persatu peserta bergiliran menghadap tim dari Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bappemas) Provinsi Jawa Timur. Untuk pendaftar, dari jumlah 1.100 orang, sekitar 594 diantaranya ber KTP Bojonegoro dan sisanya 506 dengan alamat Tuban. Tampak, peserta berjubel di depan pintu.
Sekitar 1.100 pendaftar yang mengikuti tes Pendamping Lokal Desa (PLD) di gedung Islamic Center Bojonegoro, Kamis (10/12/2015) berjubel. Mereka telah hadir sejak pukul 07.00 WIB, baik dari Kabupaten Bojonegoro maupun Tuban. Sebab, tes dimulai sekitar pukul 08.00 WIB.
Hujan deras yang terjadi Sabtu (5/12) malam tidak hanya mengakibatkan lahan persawahan terendam, namun juga mengakibatkan sebagian ruas jalan Desa Kapuh, Kecamatan Merak Urak, Kabupaten Tuban tergenang air.