Tebar Jaring, Cara Unik Petani Tuban Halau Burung Pemakan Tanaman Padi
Ada cara unik yang dipakai oleh petani di Kabupaten Tuban untuk menjaga tanaman padi mereka, agar tidak dimakan oleh burung pipit.
Ada cara unik yang dipakai oleh petani di Kabupaten Tuban untuk menjaga tanaman padi mereka, agar tidak dimakan oleh burung pipit.
Desa Tambakrejo, Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban, menjadi salah satu desa yang langganan terdampak luapan air Bengawan Solo. Bahkan tahun 2023, desa ini sudah dua kali terendam air sungai terpanjang di pulau Jawa tersebut.
Menjelang bulan suci Ramadan dan musim panen raya, harga padi di Kabupaten Tuban mengalami penurunan hal ini disampaikan oleh petani padi, di Desa Ngadipuro, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jumat (10/03/2023).
Kondisi pupuk yang kurang memadai, sering menjadi keluhan para petani di berbagai wilayah, termasuk di Kabupaten Tuban. Pasalnya, bukan hanya harga pupuk saja yang mahal, akan tetapi keberadaan pupuk juga susah dicari.
Air baru saja surut sekitar 1 minggu, pil pahit harus ditelan petani di Desa Tambakrejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, karena lahan pertaniannya saat ini harus terendam luapan Sungai Bengawan Solo yang kedua kali.
Petani Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban harus memanen lebih awal padi mereka dikarenakan takut terendam air luapan Sungai Bengawan Solo.
Desa Kanorejo merupakan desa yang berada di bantaran Sungai Bengawan Solo, namun kendati letaknya di pinggir sungai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban tak merealisasikan keinginan warga agar dibuatkan tanggul bengawan.
Ratusan hektar area persawahan di Desa Kanorejo Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban, terendam luapan Sungai Bengawan Solo, dan ditaksir kerugian mencapai triliun rupiah.
Sebuah tradisi unik masih dijalani Kelompok Tani (Poktan) dari Dusun Winong, Desa Sugiharjo, Kecamatan/Kabupaten Tuban setiap satu tahun sekali. Tradisi unik tersebut diberi nama ritual keduk bendungan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP), saat ini telah mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi, dari Pemerintah pusat setelah sempat mengajukan alokasi pupuk subsidi jenis NPK dan Urea.