Kasus DBD di Tuban Melonjak Drastis, Dari 203 ke 874 Kasus dalam Setahun!
Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Chikungunya di Kabupaten Tuban mengalami lonjakan signifikan.
Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Chikungunya di Kabupaten Tuban mengalami lonjakan signifikan.
Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tuban mengalami peningkatan di awal tahun 2025. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Tuban, hingga 11 Januari 2025, tercatat sudah ada 33 penderita DBD.
Di penghujung tahun 2024, kasus demam berdarah dengue (DBD) menjadi momok yang harus diwaspadai oleh masyarakat. Ada 762 kasus demam berdarah per akhir November yang ditangani oleh Dinas Kesehatan setempat, dan mirisnya 9 pasien dinyatakan meninggal dunia.
Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi ancaman serius di Kabupaten Tuban. Dalam lima bulan terakhir, empat pasien DBD meninggal dunia, Kamis (23/5/2024).
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban, melakukan fogging di wilayah Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.
Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti merupakan penyakit yang serius, Minggu (21/4/2024).
Dalam menangani penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD), masyarakat seringkali menanganinya dengan melakukan fogging di setiap rumah maupun lingkungan.
Permintaan fogging di Kabupaten Tuban, beberapa waktu terakhir ini mengalami peningkatan. Hal tersebut, imbas dari melonjaknya kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) di Bumi Wali.
Kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) di Kabupaten Tuban terus meningkat hingga awal bulan Maret 2024 ini. Tercatat, ada ratusan kasus yang menjangkit masyarakat di Kabupaten Tuban.
Sebagian besar gejala Demam Berdarah Dengue memang relatif mudah dikenali bagi sebagian orang awam. Namun tidak jarang keluhan seperti nyeri otot dan mual muntah juga menjadi tanda.