Skip to main content

Category : Tag: Agresi


81 Tahun TNI

81 Tahun TNI: Tapen dan Jejak Perjuangan yang Tak Boleh Hilang

TUBAN, blokTuban.com — Dini hari 23 Februari 1949, pasukan Letda Soetjipto bergerak menyongsong kedatangan pasukan Belanda dari arah barat daya Tapen, Senori. Mereka telah melalui hari-hari panjang dengan berpindah dari satu tempat ke tempat lain, beristirahat di rumah penduduk, menyusun kekuatan dan menunggu kesempatan untuk menghadang pasukan Belanda.

81 Tahun TNI: Letda Soetjipto, Gerilya dari Koro hingga Tapen Tuban

TUBAN, blokTuban.com — Perlawanan terhadap pasukan Belanda di Tuban tidak selalu berlangsung dalam pertempuran terbuka. Ketika kekuatan persenjataan tidak seimbang, para pejuang memilih bergerak melalui perang gerilya, memanfaatkan medan dan berusaha mengganggu jalur pergerakan maupun logistik pasukan Belanda.

81 Tahun TNI

81 Tahun TNI: Ketika Pasukan Belanda Mendarat di Pantai Tuban

TUBAN, blokTuban.com — Delapan puluh satu tahun setelah Tentara Nasional Indonesia (TNI) berdiri, sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan masih menyisakan jejak di berbagai sudut Kabupaten Tuban. Salah satunya adalah kisah pendaratan pasukan Belanda di Pantai Glondong, Tambakboyo, yang kemudian berkembang menjadi rangkaian pertempuran di sejumlah wilayah Tuban.

Cerita Ulang Agresi Militer Belanda II di Tuban

Operasi Zeemeeuw: Kayuhan Sepeda Kopral Karmono Bongkar Pendaratan Marinir Belanda di Glondong Tuban

TUBAN,blokSEJARAH – Sepeda pancal menjadi bagian dari catatan sejarah perlawanan rakyat Tuban ketika pasukan Belanda melancarkan Agresi Militer Belanda II pada Desember 1948. Dari atas sepeda itulah Kopral Karmono membawa laporan penting tentang kedatangan pasukan marinir Belanda yang hendak mendarat di kawasan Glondong, Kecamatan Tambakboyo.

Serpihan Agresi Militer Belanda II di Tuban-Bojonegoro (26)

6 Kali Belanda Gagal Masuk Temayang dan Gunung Pandan

Sebagai tempat pusat pengendali pemerintahan dan militer, Desa Temayang mempunyai peranan penting dalam kedudukannya dan menentukan bagi keberhasilan perjuangan mempertahankan kemerdekaan negara dan bagsa, khususnya bagi Wehreise Brigade Ronggolawe.

Serpihan Agresi Militer Belanda II di Tuban-Bojonegoro (25)

Penghadangan dan Serangan di Kabunan-Suwaloh

Setelah peristiwa cepat yang terjadi di Sumodikaran, yakni 100 pasukan gerilya belum berhasil melumpuhkan 5 serdadu yang melintas, pada bulan Mei 1949, seksi Dihar dan Supandi mengadakan pertemuan di Wedi.

Serpihan Agresi Militer Belanda II di Tuban-Bojonegoro (22)

Di Sumodikaran, 100 Gerilya Gagal Lumpuhkan 5 Serdadu

<strong><em>Masih pada bulan April 1949, sekitar pukul 07.00 WIB, seksi Dihar, seksi Supandi dan Seksi Noorcahyo dengan total kekuatan 100 orang masing-masing bersenjata, berkumpul di tengah tegalan di Desa Sumodikaran, Kecamatan Dande, tepatnya di sebelah barat jalan besar.</em></strong>

Serpihan Agresi Militer Belanda II di Tuban-Bojonegoro (21)

Bom Sempat Ngowos di Gardu Proliman, Serdadu Cari Perlindungan

Akibat hujan yang turun malam hari, bom yang dipasang oleh pasukan gerilya sempat ngowos alias telat meledak saat kawat detonator ditarik. Sehingga, para serdadu belanda yang ada di gardu sempat melarikan diri dan mencari perlindungan sebelum bom itu memporakporandakan gardu.

Serpihan Agresi Militer Belanda II di Tuban-Bojonegoro (20)

Penghadangan di Balen, Taktik 4 Regu Berhasil

<strong><em>Pada bulan April 1949, Seksi Supandi melakukan penghadangan di perempatan jalan besar Balen. Sementara di selatan kecamatan tersebut, yakni di Desa Sidobandung, sudah dipisah 4 regu yang mempunyai sasaran masing-masing.</em></strong>

Serpihan Agresi Militer Belanda II di Tuban-Bojonegoro (19)

Serdadu Mengobrak-abrik Lereng Gunung Pandan

Sebagian dari mereka yang kembali ke rumah dinas dengan membawa satu mayat temannya, berhasil menyergap dan menembak mati 7 orang yang terdiri dari 3 rakyat biasa dan Mantri Kehutanan Sastrosudarmo beserta Prajurit Kadir dan 2 Anggota TRIP.