Tim Early Work GRR Tuban Dukung Mitigasi Perubahan Iklim Melalui Edukasi Lingkungan Hidup bagi Pelajar

Reporter: Dhahrul Mustaqim

blokTuban.com - Harus diakui bahwa dampak atas perubahan iklim semakin nyata dirasakan. Berbagai sumber penelitian menyebutkan bahwa sejak tahun 1970, terjadi peningkatan suhu global di kisaran 0,2 derajat celcius per dekade. World Meteorological Organization atau organisasi global yang menangani meteorologi, klimatologi, hidrologi, dan ilmu geofisika, mempublikasikan laporan bahwa tahun 2024 tercatat sebagai tahun terpanas dalam sejarah pengamatan cuaca modern dengan rata-rata peningkatan suhu global mencapai 1,55 derajat celcius di atas suhu rata-rata global sebelum era industrialisasi, Kamis (05/11/2026).

Secara umum, para ahli menyebut aktivitas manusia seperti penggunaan bahan bakar minyak, kegiatan industri, deforestasi, serta aktivitas penunjang kehidupan manusia menjadi faktor utama peningkatan konsentrasi gas rumah kaca yang berkontribusi pada perubahan iklim. Kondisi ini memicu cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi, peningkatan suhu udara, kenaikan muka air laut, krisis air, serta gangguan ekologi lain yang berujung pada kerusakan lingkungan. Apabila tidak ditangani dengan serius, tentu hal ini akan berujung pada krisis iklim di masa mendatang.

Hal ini disampaikan tim Stasiun Meteorologi Tuban Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika kepada siswa dan siswi MI Manbail Huda Desa Kaliuntu pada Kamis (05/11) dalam program edukasi lingkungan bertajuk Persada yang diselenggarakan oleh PT Pertamina Patra Niaga (PT PPN) Fungsi Early Work (EW) Grass Root Refinery (GRR) Tuban bersama tim PRPP. 

Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Hanim Mughfirah, mengapresiasi pelaksanaan program edukasi lingkungan yang diselenggarakan oleh PT PPN ini yang selaras dengan fokus edukasi madrasah yaitu pengembangan dan perlindungan ekologi berupa pengelolaan sampah, penghijauan, dan pengelolaan limbah.

“Kegiatan hari ini sangat selaras dengan kurikulum pendidikan madrasah, yaitu untuk mewujudkan nilai-nilai panca cinta yang salah satunya adalah cinta lingkungan. Selain itu kegiatan ini juga erat dengan aspek cinta ilmu (yaitu) dengan adanya kegiatan ini maka wawasan kita semua akan bertambah,” ujar Hanim dalam sambutannya.

Program Persada merupakan salah satu langkah yang diambil perusahaan untuk turut berkontribusi dalam upaya mitigasi perubahan iklim sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan. Salah satu upaya tersebut yaitu dengan menyediakan pendidikan kepedulian lingkungan sejak dini untuk menanamkan pengetahuan dan kesadaran mengenai pentingnya pelestarian lingkungan kepada generasi muda.

Sementara itu Pjs. Senior Project Manager EW GRR Tuban, Febrian Dwi Prastyo menegaskan komitmen seluruh elemen Proyek GRR Tuban untuk turut serta dalam upaya pelestarian lingkungan dan mendorong semua pihak termasuk anak-anak sebagai generasi penerus bangsa untuk terlibat aktif.

“Pendidikan merupakan investasi terbaik yang diperlukan untuk menjaga lingkungan dan hal tersebut perlu ditanamkan sejak usia dini. Oleh karena itu kami melalui program ini mengajak generasi muda di sekitar area proyek untuk turut melakukan upaya nyata dalam rangka mendukung antisipasi perubahan iklim.” ucap Febri, panggilan akrabnya, pada kesempatan terpisah. 

Selain di MI Manbail Huda, program ini juga diselenggarakan di SDN Sumurgeneng 01 sehari sebelumnya. Kepala SDN Sumurgeneng 01, Umar Faroch,  turut mengapresiasi metode program Persada yang diselenggarakan dimana para siswa juga diajak turun ke lapangan langsung untuk mempraktikkan materi yang telah disampaikan di kelas.

Total terdapat 142 siswa berpartisipasi pada kegiatan ini. Untuk mendukung edukasi terkait perubahan iklim, di kesempatan yang sama para siswa dan siswi juga belajar membuat pupuk kompos. Kegiatan tersebut menjadi upaya pelestarian lingkungan dengan mengurangi timbulan sampah melalui kegiatan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dimana  limbah organik diolah menjadi produk yang bermanfaat. Selain itu Perusahaan juga turut membantu alat pembuat kompos serta 42 bibit tanaman yang terdiri dari tanaman buah dan tanaman peneduh untuk ditanam di kedua sekolah sebagai bentuk dukungan upaya pelestarian lingkungan.

Program Persada tahun 2026 ini merupakan pelaksanaan program tahun ketiga dimana sebelumnya kegiatan ini telah diselenggarakan di 12 sekolah dengan melibatkan 1.114 siswa. Kegiatan ini juga selaras dengan salah satu strategi keberlanjutan PT PPN untuk mendukung upaya pelestarian lingkungan dan mitigasi perubahan iklim. Selain itu,  kegiatan ini juga merupakan wujud komitmen Proyek EW GRR Tuban dan PRPP dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya Tujuan 13 Penanganan Perubahan Iklim dan Tujuan 15 Perlindungan Ekosistem Daratan melalui peningkatan kesadaran lingkungan dan keterlibatan generasi muda dalam aksi nyata pelestarian lingkungan.