Reporter: Khoirul Huda
blokTuban.com - Rozikin (23), seorang warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban yang merupakan wilayah Ring I PT. Semen Gresik dan Ring I PT. Holcim Tuban Plant mencoba berwirausaha mengembangkan budidaya jamur tiram.
Dengan modal awal sekitar Rp300.000 untuk membuat media tanam jamur, usaha yang dirintisnya sejak sebulan yang lalu tersebut kini sudah mampu meraup keuntungan yang lebih.
Menurutnya, untuk menghasilkan jamur yang super jumbo, ia mengaku membuat media tanam jamur dari bahan dasar perpaduan antara bekatul, kalsium, dan serbuk kayu limbah gergaji.
"Bahan dasar ada yang menggunakan tongkol jagung, jerami dan lainnya namun saya memilih yang bahan dasar ini bekatul, kalsium, serbuk kayu karena hasil tumbuhnya jamur lebih lebar-lebar," ucap Rozikin.
Pemuda satu anak tersebut menambahkan, untuk perawatan tidak terlalu sulit, hanya membutuhkan kelembapan suhu dengan cuaca di Kerek yang panas maka tanaman jamur harus disiram tiap pagi dan sore hari agar jamur-jamur tersebut terjaga kelembapannya.
"Karena di sini cuaca cukup panas maka harus rutin dilakukan penyemprotan tiap pagi dan sore, agar jamur yang sudah tumbuh tidak layu dan kering," terang Rozikin.
Lebih lanjut, kata Rozikin untuk usaha pertamanya ini ia hanya membuat sebanyak 60 slop media tanam jamur, dan dalam satu kali panen pertama bisa mendapatkan sekitar 5 kilogram dengan harga per kilogramnya kisaran antara Rp20.000 hingga Rp25.000.
"Untuk pertama kali panen bisa mencapai 5 kilogram, selanjutnya setiap dua hari sekali bisa panen 1 hingga 2 kilogram," pungkasnya. [hud/col]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published