Editor: Edy Purnomo
TUBAN, blokTuban.com – Batik Gedog bukan sekadar kain bermotif. Di balik goresan canting dan warna yang melekat pada kain, tersimpan cerita tentang alam, kehidupan masyarakat, hingga pengetahuan budaya yang diwariskan antargenerasi.
Salah satu sentra batik Gedog berada di Desa Margorejo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban. Di kawasan ini, perajin masih mempertahankan sejumlah motif dan cara pengerjaan batik secara tradisional.
blokTuban.com pernah menelusuri dan mewawancarai perajin batik di Desa Margorejo untuk menggali cerita di balik motif-motif Batik Gedog. Penelusuran tersebut menjadi bagian dari liputan budaya yang kemudian dipublikasikan blokTuban.com pada 18 September 2023.
Dalam liputan tersebut, blokTuban.com juga merujuk pada riset Varidatun Nur Qomariyah dari Universitas Negeri Surabaya berjudul “Perkembangan Industri Batik Tulis Gedog Tuban Tahun 1997–2002”. Riset tersebut dilakukan melalui wawancara langsung dengan sejumlah perajin di Desa Margorejo, di antaranya Sulistiana, Lastri, Darsinah, dan Rusdiana.
Dari penelusuran tersebut, terdapat sejumlah motif yang disebut masih dikenal dan memiliki nilai penggunaan maupun filosofi tersendiri. Beberapa di antaranya juga disebut menjadi motif yang diminati pasar di Tuban maupun Bali.
Berikut enam motif Batik Gedog Tuban yang pernah dihimpun blokTuban.com:
1. Kembang Waluh
Motif Kembang Waluh terinspirasi dari tanaman yang tumbuh di Desa Margorejo.
Kondisi geografis kawasan yang cenderung tandus dan kering membuat tidak banyak tanaman dapat tumbuh dengan baik. Tanaman waluh menjadi salah satu tanaman yang kemudian menginspirasi perajin.
Bunga waluh yang memiliki warna mencolok divisualisasikan menjadi ornamen batik. Dalam penggunaannya, motif ini juga dikaitkan dengan upacara atau ritual membuang sial.
2. Kembang Kluweh
Seperti Kembang Waluh, motif Kembang Kluweh lahir dari kedekatan perajin dengan lingkungan sekitar.
Tanaman yang tumbuh di sekitar kehidupan masyarakat tidak hanya menjadi bagian dari keseharian, tetapi juga diterjemahkan ke dalam bentuk ornamen pada kain Batik Gedog.
3. Manuk Jemprak
Manuk Jemprak menjadi salah satu motif yang dikenal dalam Batik Tulis Gedog Tuban.
Dalam cerita yang dihimpun dalam riset dan liputan tersebut, motif ini dikaitkan dengan burung yang disebut dibawa oleh orang-orang dari Tiongkok ketika menuju Kerajaan Majapahit dan singgah di kawasan Pantai Boom Tuban.
Motif ini berkaitan dengan ornamen Lok Can yang menampilkan burung Hong atau Phoenix, kemudian dipadukan dengan unsur flora dan fauna.
Burung Hong dimaknai sebagai simbol kebajikan, prestasi, dan keabadian. Ada pula kepercayaan bahwa pemakainya akan memperoleh kedudukan tinggi atau karier yang baik.
4. Ganggeng
Ganggeng mengambil inspirasi dari kekayaan biota laut Tuban. Masyarakat setempat mengenalnya sebagai rumput laut.
Bentuk rumput laut yang bergoyang mengikuti gerakan air kemudian dituangkan ke dalam motif batik. Coraknya juga menyerupai kelabang atau kaki seribu yang sedang berjalan.
Motif Ganggeng mengandung harapan mengenai kecukupan dan umur panjang. Selain digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, motif ini juga digunakan sebagai bagian dari seserahan pengantin pria kepada mempelai perempuan.
Dalam liputan yang pernah dihimpun blokTuban.com, penggunaan motif Ganggeng juga dikaitkan dengan warna dan kelompok penggunanya, yakni merah terang untuk perempuan muda di masa subur, merah dan biru untuk perempuan yang telah memiliki anak, merah keunguan hingga hampir hitam untuk perempuan lanjut usia, serta hitam untuk kain yang digunakan menyelimuti jenazah.
5. Klabang Mlaku
Klabang Mlaku memiliki filosofi yang hampir sama dengan motif Ganggeng.
Nama tersebut menggambarkan bentuk seperti kelabang yang sedang berjalan. Motif ini juga dimaknai dengan harapan mengenai kecukupan dan umur panjang.
6. Asem Londo
Motif Asem Londo memiliki ornamen utama berupa burung merak yang sedang berjemur.
Motif tersebut dikenal digunakan dalam sejumlah upacara adat. Dalam pemaknaan yang dihimpun dalam liputan sebelumnya, pemakainya dipercaya akan memperoleh kebahagiaan dan memiliki sikap ramah.
Dalam perkembangannya, motif Asem Londo juga digunakan warga Kecamatan Kerek ketika menghadiri hajatan.
Jejak Liputan blokTuban
Bagi blokTuban.com, cerita tentang Batik Gedog bukan sekadar arsip pemberitaan.
Liputan mengenai enam motif tersebut merupakan bagian dari upaya mendokumentasikan pengetahuan lokal yang hidup di tengah masyarakat Tuban. Wawancara dengan perajin dan penelusuran terhadap sumber penelitian menjadi pijakan untuk merekam cerita di balik motif, bukan hanya menampilkan keindahan kainnya.
Kini, ketika Batik Gedog terus berkembang, catatan tersebut menjadi bagian dari arsip pengetahuan lokal blokTuban.com.
Enam motif itu memperlihatkan bagaimana masyarakat Tuban menerjemahkan lingkungan, flora, fauna, laut, tradisi, dan harapan kehidupan ke dalam selembar kain.
Batik Gedog dengan demikian bukan hanya produk kerajinan. Ia juga menjadi salah satu cara masyarakat Tuban menyimpan ingatan dan pengetahuan tentang daerahnya.