Pertamina EP Cepu Perkenalkan Industri Migas kepada Pelajar Tuban Lewat Mobile Journalism RPS

Poin Berita

  • Pertamina EP Cepu mengenalkan industri hulu migas dan peluang profesinya kepada pelajar Tuban melalui kegiatan Mobile Journalism RPS.
  • Wazirul Luthfi menekankan pentingnya konsumsi informasi sehat sekaligus menjelaskan bahwa produksi migas membutuhkan proses panjang dan melibatkan banyak keahlian.
  • Kegiatan RPS bersama PHE Tuban East Java dan Pertamina EP Field Sukowati diikuti pelajar dari tujuh sekolah di Tuban.

Reporter: Dahrul Mustaqim

blokTuban.com - Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) menjadi salah satu sektor yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan energi nasional. Di tengah perubahan energi dan perkembangan teknologi, industri tersebut juga membuka berbagai peluang bagi generasi muda untuk mengenal lebih jauh dunia kerja dan kebutuhan sumber daya manusia di sektor energi.

Hal tersebut disampaikan Wazirul Luthfi, Head of Communication, Relation & CID Pertamina EP Cepu (Zona 11), saat memberikan edukasi mengenai industri hulu migas kepada pelajar di Kabupaten Tuban.

Edukasi tersebut diberikan sebelum kegiatan Mobile Journalism yang digelar Ronggolawe Press Solidarity (RPS), melalui kolaborasi bersama Pertamina Hulu Energi Tuban East Java (PHE TEJ) dan Pertamina EP Field Sukowati.

Kegiatan diikuti pelajar dari sejumlah sekolah, yakni MAN 2 Tuban, SMA Negeri Rengel, SMK Negeri Rengel, SMK Plus Al Hadi Rengel, SMA Negeri Soko, SMK Almustawah dan SMK Tarbiyatul Tulab.

Dalam kesempatan tersebut, Wazirul memberikan pesan tentang pentingnya konsumsi informasi sehat untuk kehidupan sehari-hari. Selain itu, ia memberikan gambaran mengenai industri hulu migas, mulai dari perannya dalam penyediaan energi hingga dinamika dan tantangan industri di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional.

Materi tersebut menjadi penting bagi pelajar karena industri migas tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pengeboran dan produksi minyak maupun gas. Di dalamnya terdapat berbagai bidang keahlian dan profesi yang membutuhkan sumber daya manusia dengan kompetensi beragam.

“Jadi adik-adik (siswa) perlu tahu kalau produksi migas membutuhkan proses yang panjang dan membutuhkan banyak sekali keahlian yang terlibat di dalamnya,” jelas Wazirul.

Selain mengenalkan industri hulu migas, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi pelajar untuk memahami bagaimana informasi mengenai sektor energi dapat diolah dan disampaikan kepada masyarakat melalui kerja jurnalistik.

Dalam materi yang dipaparkan, kebutuhan energi nasional diproyeksikan terus meningkat. Kebutuhan energi Indonesia mencapai sekitar 240 MTOE pada 2022, diperkirakan menjadi 500 MTOE pada 2030 dan mencapai 1.000 MTOE pada 2050.

Dalam proyeksi tersebut, minyak dan gas bumi masih menjadi bagian penting dalam bauran energi Indonesia. Pada saat yang sama, kontribusi energi terbarukan diproyeksikan terus meningkat.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa industri hulu migas masih memiliki peran dalam menjaga ketahanan energi nasional, sekaligus menghadapi tantangan berupa penurunan produksi pada sejumlah lapangan, kebutuhan investasi, perkembangan teknologi dan agenda transisi energi.

Ketua Ronggolawe Press Solidarity (RPS), Khoirul Huda, menyampaikan terima kasih atas kolaborasi yang dilakukan bersama perusahaan di lingkungan Pertamina tersebut.

“Terima kasih atas kolaborasi yang dilakukan bersama RPS. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan jurnalistik kepada para pelajar, tetapi juga membuka wawasan mereka mengenai industri hulu migas dan berbagai peluang yang ada di dalamnya,” kata Huda.

Menurutnya, kolaborasi antara media, dunia pendidikan dan industri menjadi penting untuk memberikan pengetahuan yang lebih dekat dengan realitas kepada generasi muda.

Kegiatan Mobile Journalism tersebut diharapkan menjadi ruang bagi pelajar untuk belajar memproduksi informasi secara kritis, akurat dan bertanggung jawab, sekaligus memahami isu-isu strategis di daerah, termasuk sektor energi dan industri hulu migas.