11:00 . Resep Membuat Keripik Kaca Daun Jeruk   |   10:00 . Membangun Kesejahteraan dan Ekonomi Masyarakat   |   09:00 . Harga Emas Antam Hari ini 7 Februari 2023 Pecahan Terendah di Harga Rp558.500   |   08:00 . Teks Doa Peringati 1 Abad Nu oleh Gus Mus   |   07:00 . Kumpulan Ucapan Harlah NU ke 100 Tahun yang Simpel dan Bermakna   |   06:00 . Lirik dan Chord Lagu Kehilanganmu Berat Bagiku - Kangen Band   |   06:00 . TPPI Perkuat Sinergi Media Tuban untuk Keberlangsungan Operasi Kilang   |   22:00 . Sektor Pertanian Dominasi Lapangan Pekerjaan di Kabupaten Tuban   |   21:00 . Kondisi Sekitar Lokasi Stadion Gelora Delta Sidoarjo Pasca Hujan   |   20:00 . Pemuda di Tuban Nekat Curi Sparepart Alat Berat Pembakaran Gamping Senilai Rp200 Juta   |   19:30 . Cukup Sekali Klik, Ini Link Live Streaming Puncak Resepsi 1 Abad NU   |   19:00 . Banjir Masih Dominasi Bencana di Tuban   |   18:30 . 12 Ribu Banser di Sidoarjo Matangkan Koreografi di Bawah Rintikan Hujan   |   18:00 . Ikuti Cabai, Harga Minyak Curah, Telur hingga Bawang Putih di Tuban Naik   |   17:00 . Anggap Kebebasan Pers Selesai, Presiden akan Keluarkan Perpres Media Sustainability   |  
Tue, 07 February 2023
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Perlu Sinergi Indo-Pasifik dengan ASEAN BANGKOK

bloktuban.com | Monday, 23 May 2022 18:00

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menegaskan perlunya sinergi ekonomi kawasan Indo-Pasifik dengan ASEAN. Sinergi Indo–Pacific Economic Framework (IPEF) dengan ASEAN Outlook on the Indo–Pacific (AOIP) akan menghasilkan dampak maksimal bagi perkembangan ekonomi kawasan. 

Saat ini, Indonesia tengah mempelajari keinginan Amerika Serikat (AS) untuk mempererat partisipasi ekonomi dengan kawasan Indo–Pasifik melalui Indo–Pacific Economic Framework (IPEF).  

“Kami harus menyampaikan kembali perlunya menyinergikan IPEF dengan AOIP, sesuai mandat Presiden RI Joko Widodo pada Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN–AS. Sebagai kekuatan besar di kawasan, ASEAN memiliki peran penting untuk membentuk arah kerja sama,” kata Mendag Lutfi.

Mendag Lutfi melakukan pertemuan bilateral dengan United States Trade Representative (USTR) Duta Besar Katherine Tai, Sabtu (21/5). Pertemuan tersebut berlangsung di sela-sela Pertemuan Menteri-Menteri Perdagangan APEC (APEC MRT) di Bangkok, Thailand pada 21–22 Mei 2022.

Indonesia ingin melihat hasil-hasil konkret dari tawaran kerja sama AS, terutama yang menyangkut perdagangan, rantai pasok, dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat di kawasan Indo–Pasifik khususnya ASEAN.

Dalam pertemuan tersebut, isu lain yang dibahas adalah Pertemuan Tingkat Menteri Trade and Investment Framework Agreement (TIFA) dengan USTR pada September 2022 mendatang. 

Mendag Lutfi berharap, pertemuan yang dipimpin para menteri tersebut dapat mengirim sinyal kuat ke kalangan bisnis ASEAN dan AS untuk menjalin suatu kolaborasi yang meningkatkan upaya pemulihan ekonomi. 

“Kami ingin memastikan bahwa Indonesia dan AS memiliki kesamaan visi bahwa pertemuan TIFA mendatang harus membahas isu-isu strategis mulai saat itu,” ungkapya.

Terkait Konferensi Tingkat Menteri ke-12 Organisasi Perdagangan Dunia, Mendag Lutfi menyampaikan kepada Dubes Tai bahwa salah satu tujuan utama pertemuan tersebut adalah membuka kesempatan negara-negara anggota untuk berdiskusi dan memastikan bahwa regulasi-regulasi perdagangan masih relevan dengan kondisi saat ini.

Selain itu, Mendag Lutfi juga meminta AS untuk mendukung Presidensi G20 tahun ini, khususnya terhadap Kelompok Kerja Perdagangan, Investasi, dan Industri (Trade, Investment, and Industry Working Group). Pertemuan TIIWG yang kedua akan dilaksanakan secara hibrida di Solo, Jawa Tengah, 4—7 Juli 2022. 

Di sisi lain, Dubes Tai mengatakan keterlibatan Indonesia dan ASEAN sangat penting dalam IPEF, maka ia mengajak Indonesia untuk bergabung dalam kerja sama tersebut. 

Dubes Tai juga berharap dapat mengembangkan cakupan kerja sama yang lebih luas dengan ASEAN melalui TIFA. Dubes Tai juga mengajak Indonesia untuk bergabung dalam Joint Services Initiatives on Domestic Regulation. 

Ia juga menyampaikan akan menindaklanjuti permintaan Indonesia untuk kembali mendapatkan Generalized System of Preference (GSP).

Total perdagangan Indonesia–AS pada periode Januari—Maret 2022 tercatat sebesar USD 10,16 miliar. Nilai ini meningkat 29 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021 yang tercatat sebesar USD 7,88 miliar. 

Sementara itu pada 2021, perdagangan Indonesia dengan AS tercatat sebesar USD 37,02 miliar dengan ekspor Indonesia ke AS sebesar USD 25,77 miliar dan impor Indonesia dari AS sebesar 11,25 miliar. Dengan demikian, Indonesia surplus perdagangan terhadap AS sebesar 14,52 miliar.

Pada 2021, komoditas ekspor unggulan Indonesia ke AS adalah minyak kelapa sawit, krustasea hidup, alas kaki, ragam krustasea dan moluska, serta furnitur. Sementara itu, komoditas impor unggulan Indonesia dari AS adalah bahan bakar minyak, kacang kedelai, vaksin, residu pati (residues of starch manufacture), dan tepung. [Ali]

Tag : Tuban, Mendag Lutfi, ASEAN-AS, ASEAN Bangkok



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 07 February 2023 10:00

    Membangun Kesejahteraan dan Ekonomi Masyarakat

    Membangun Kesejahteraan dan Ekonomi Masyarakat Manusia merupakan makhluk sebagai pelaku utama di dalam yang namanya lingkungan, dimana manusia tidak lepas dari kebutuhan untuk hidup dan tergantung dari kondisi lingkungan tempat dimana ia berada....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat