17:00 . Enam Film Ini Diputar di Bioskop NSC Tuban Akhir Pekan   |   16:00 . Akhir Pekan, Cabai Keriting dan Rawit Tuban Turun   |   15:00 . Dahaga Pedagang Sapi Tuban Terobati, Berharap Ekonomi Pulih   |   14:00 . Resmi Dibuka Hari Ini, Pasar Hewan Tuban Diserbu Penjual Sapi Lokal dan Luar Kota   |   13:00 . Peringatan Dini 3 Harian : Waspada Angin Kencang di Tuban, Bojonegoro dan Lamongan   |   12:00 . Mantan CEO Arema Ajak Ringankan Beban Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Malang   |   11:00 . YLBH Minta Negara Bertanggung Jawab Atas Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang   |   10:00 . Sang Penjaga Bumi   |   09:00 . Lirik Lagu 'Teteg Ati' dan Chord - Happy Asmara Trending di Youtube   |   08:00 . 3 Amalan Sambut Maulid Nabi, Wujud Cinta Terhadap Rasullah SAW   |   07:00 . Layanan Jantung di RSUD Koesma Tuban Belum Bisa Diakses Pasien BPJS   |   06:00 . Bukit Lei Resmi Jadi Venue Paralayang Kedua di Tuban, Langsung Dipakai Liga Jatim Seri II   |   05:00 . Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, 127 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia   |   19:00 . Ribuan Masyarakat Padati Festival Bakar Ikan di Tuban   |   18:00 . Peringati Hari Jadi Tuban ke 729, Kecamatan Jenu Bakar 7.290 Ekor Ikan   |  
Sun, 02 October 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Rumah Perlindungan Sosial Tuban Sudah Tangani 70 Kasus PMKS, Terbaru Korban Deportasi dari Malaysia

bloktuban.com | Saturday, 14 May 2022 10:00

Rumah Perlindungan Sosial Tuban Sudah Tangani 70 Kasus PMKS, Terbaru Korban Deportasi dari Malaysia RPS berada di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo Tuban. (Istimewa)

Reporter : Muhammad Nurkholis

blokTuban.com – Rumah Perlindungan Sosial (RPS) merupakan sebuah tempat yang digunakan untuk menampung sementara bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial seperti gelandangan, pengemis, ODGJ, selama 14 hari dan mencari solusi terbaik bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

RPS berlokasi di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo dan bersebelahan dengan kantor Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Desa Tuban. 

Selama 2022, terhitung dari bulan Januari hingga Mei terdapat 70 kasus yang telah ditangani oleh RPS Kabupaten Tuban. Kebanyakan kasus yang ditangani oleh RPS adalah permasalahan ODGJ dan laporan yang masuk di tahun 2022. 

"Jumlah ODGJ tahun ini yang kami tangani naik dibandingkan tahun 2021," ucap Hermawan Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial kepada blokTuban.com, Sabtu (14/5/2022).

Hermawan menambahkan, untuk PMKS yang masih memiliki keluarga maka akan diadakan reunifikasi keluarga. Skemanya PMKS diantarkan ke keluarga yang berada di Tuban maupun di luar Tuban. 

Kendati demikian, bagi ODGJ ada perlakuan berbeda yakni dilakukan perawatan terlebih dahulu. Apabila masih memiliki keluarga, maka PMKS tersebut akan dikembalikan ke keluarganya, tetapi jika tidak memiliki keluarga akan ditempatkan di Panti yang ditentukan.

Sepanjang tahun ini, korban PMKS rata-rata berusia 40 tahun keatas dan masih kategori usia produktif. Kasus terbaru yang ditangani Hermawan yaitu seorang pria berusia 50 tahun warga Desa Mrutuk, Kecamatan Widang. 

Kronologi yang dihimpun petugas RPS, pria tersebut sejak usia 1 tahun telah dibawa orang tuanya ke Malaysia. Kabar duka dialaminya tepat di usianya yang ke-5 ayah korban meninggal setelah itu di usianya 8 tahun ibunya juga meninggal.

"Korban setelah itu ikut dengan orang lain sampai di usia 50 tahun, dan akhirnya korban di deportasi oleh Kerajaan Malaysia," imbuhnya.  

Sampai saat ini, petugas RPS masih melakukan pencarian solusi karena dari pihak keluarga juga di desa masih ragu. Korban dengan tegas mengatakan bahwa ayahnya adalah seorang warga Desa Mrutuk, Kecamatan Widang.

"Untuk kasus yang masuk di RPS biasanya adalah laporan dari masyarakat, puskesmas, dan Satpol PP dan Damkar Tuban," tutupnya. (Nur/Ali]

 

Tag : Tuban, Kabupaten Tuban, RPS, PMKS, deportasi Malaysia



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 02 October 2022 10:00

    Blok Cerpen

    Sang Penjaga Bumi

    Sang Penjaga Bumi Guruh, ia adalah seorang anak yang ditinggal oleh kedua orang tuanya. Sejak kedua orang tuanya berpisah ia tinggal bersama mbok Yam. Guruh dan mbok Yam hidup sebatangkara. Setiap harinya selalu berkelana, jalan-jalan...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat