14:00 . Kasus Covid-19 Naik, Menko Marves Belum Berpikir Terapkan PPKM Darurat   |   13:00 . Kaya Akan Gizi, Perempuan Ini Sulap Olahan Ikan Tongkol Jadi Abon   |   10:00 . Cerita Pelaku UMKM Mempertahankan Bisnisnya di Tengah Pandemi   |   09:00 . Masih Banyak ODGJ Terlantar, Komunitas Resik Tuban Ingin Bantu Para ODGJ   |   08:00 . Didemo Pemuda Enam Desa, Ini Jawaban Pertamina Rosneft   |   07:00 . Terapkan Isi Piringku dalam Gizi Seimbang untuk Cegah Obesitas   |   20:00 . Kendalikan Omicron Tuban Buat Pamor Keris   |   19:00 . Dulu Warga Kampung Miliarder Kaya Raya, Sekarang Susah Makan Tak Punya Pekerjaan   |   18:00 . Beberapa Hari Nihil, Kasus Covid-19 di Tuban Naik 6 Orang Suspect Dalam Sehari   |   17:00 . Relaksasi Bisa Jadi Cara Penanganan Nyeri Ringan Tanpa Obat   |   16:00 . Juli, Kemenag Tuban Targetkan Anggaran Program Kerja Terealisasi 75 Persen   |   15:00 . Pemuda Kaliuntu Klaim Dapat Pesan Bernada Ancaman Sebelum Demo   |   14:00 . Demo Memanas, Kades Ring 1 GRR Marahi Pegawai Hingga Ancam Lapor Ahok   |   13:00 . Kapolres Tuban Minta Korban Penipuan Investasi Bodong Segera Lapor   |   12:00 . Petani Keluhkan Pupuk Subsidi yang Susah Didapatkan   |  
Wed, 26 January 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Awal 2022, Pekerja IKSG Tuban Tertahan di Pintu Masuk Perusahaan

bloktuban.com | Monday, 03 January 2022 15:30

Awal 2022, Pekerja IKSG Tuban Tertahan di Pintu Masuk Perusahaan Para pekerja tertahan di pintu masuk. (bloktuban.com/Ali Imron)

 

Reporter : Ali Imron 

blokTuban.com - Manajemen PT. Industri Kemasan Semen Gresik (IKSG) yang berkantor di Desa Socorejo dan Temaji, Kecamatan Jenu diduga berselisih dengan ratusan pekerjanya. 

Tampak pada Senin (3/1/2022) sekitar pukul 08.00 WIB, kurang lebih 200 pekerja sudah memadati pintu masuk pabrik sebelah selatan Pelabuhan Khusus (Pelsus) PT. Semen Indonesia (Persero) (SIG) Pabrik Tuban. Ternyata tidak bisa masuk ke lingkungan perusahaan untuk bekerja.

Sebagian besar dari pekerja tersebut mempertanyakan tidak diijinkannya mereka masuk untuk bekerja seperti biasanya. Salah satu karyawan IKSG Tuban, Ahmad Subandi (41) bercerita sehari sebelumnya tanggal 2 Januari 2022 para pekerja shift satu yang masuk kerja, tiba-tiba disuruh pulang kerja dengan alasan kalau pada hari tersebut libur. 

"Pihak keamanan mengatakan hal itu kepada kami para pekerja. Katanya diminta menyampaikan pesan manajemen IKSG," ujar pekerja ring 1 IKSG dari Desa Karangasem, Kecamatan Jenu di lokasi. 

Tak hanya pekerja shift satu, shift berikutnya dua dan tiga juga diberitahu security hal yang sama. Tanpa ada alasan yang jelas, di jam berikutnya para pekerja anak usaha SIG tersebut dilarang masuk kerja. 

"Hari ini, mau masuk juga tidak diperbolehkan," kata pekerja yang sudah bekerja selama 21 tahun.

Mediasi kemudian dilakukan antara perusahaan, pekerja dan kepala desa sekitar perusahaan.

Pekerja berharap dengan adanya mediasi hari ini, segera ada jawaban dan nasib pekerja tidak terombang-ambing setiap adanya pergantian vendor. Di samping itu, pekerja juga menuntut adanya kenaikan uang makan, tunjangan dan lain sebagainya. 

Informasi yang dihimpun di lapangan, per 1 Januari 2022 vendor pekerja beralih ke PT Swabina Gatra menggantikan vendor lama PT Varia Usaha Fabrikasi. Diduga, pekerja yang dilarang masuk karena belum tanda tangan kontrak bekerja di pabrik kemasan semen tersebut. 

Informasinya, manajemen sudah mensosialisasikan pergantian vendor dua kali sebelum berakhirnya tahun 2021. Salah satu poin sosialisasi adalah tandatangan kontrak pekerja dengan vendor PT Swabina Gatra. 

Manager HS PT IKSG, Sayekti, enggan berkomentar di media perihal permasalahan ini. Meski sudah berupaya diminta konfirmasi resmi oleh media di lokasi.

Sementara itu, mediasi antara manajemen IKSG bersama perwakilan pekerja dan tiga Pemerintah Desa (Pemdes) Socorejo, Temaji dan Karangasem masih buntu. Saat dikonfirmasi, Kades Socorejo, Arief Rahman Hakim, meminta kepada manajemen IKSG untuk membangun komunikasi yang bagus dengan pekerjanya. 

"Selain itu jangan sering membuat kebijakan yang kontra produktif setiap pergantian vendor dalam satu tahunnya. Komunikasi dengan tenaga kerja yang masih kurang harus diperbaiki," sambung Arif usai mediasi. 

Dia juga mendorong IKSG mengubah kebijakannya, setiap ganti vendor kontrak outsorching jangan setahun tapi tiga tahun sekali. Tujuannya untuk mengurangi konflik dengan pekerja pabrik. 

"Kalau pekerja IKSG meminta kenaikan uang makan, tunjangan dan lain-lain itu hal yang wajar," pungkasnya. [ali/col]

 

 

Tag : Perusahaan, iksg, pekerja



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more