15:00 . Jokowi Longgarkan Prokes, Penjual Masker di Tuban Masih Bertahan   |   14:00 . Akibat Cuaca Buruk, Harga Ikan di PIT Naik!   |   13:00 . Libur Akhir Pekan, Pengunjung Wisata Pantai Remen Tuban Capai 2.000 Orang   |   12:00 . Terlanjur Nyaman, Sebagian Masyarakat Tuban Enggan Lepas Masker   |   11:00 . Ini Tiga Tokoh Kunci pada Mitos Goa Ngerong   |   10:00 . Pengelola Mangrove Center Tuban Keluhkan Fenomena Banjir Rob   |   09:00 . Warga Prunggahan Kulon Ditemukan Tewas di Bekas Tambang, Ini Kronologinya!   |   08:00 . Orangtua, Ini Tips Mendorong Anak untuk Mau Mengonsumsi Makanan Sehat   |   18:00 . Jatim Series Jember Jadi Evaluasi Rider ISSI Tuban Sebelum Porprov 2022   |   17:00 . Suzuki Baleno Kecelakaan Karambol Libatkan Dua Truk   |   16:00 . Jembatan Glendeng Resmi Ditutup, Pemotor Pilih Jalan Alternatif   |   15:00 . Jokowi Serukan Belanja Produk dan Wisata Dalam Negeri di Peluncuran Gernas BBI   |   14:00 . Hanya 2 Jam, 134 Anak di Tuban Selesai Dikhitan Massal   |   13:00 . PKL Taman Sleko Tuban Diminta Tak Ganggu Pengguna Jalan   |   12:00 . Ketakutan Warga Gesikharjo Sandarkan Kapalnya Dekat Makam Asmoroqondi   |  
Mon, 23 May 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

DPRD Jatim Minta Revitalisasi Rel KA Tuban Dipercepat

bloktuban.com | Monday, 25 October 2021 12:00

DPRD Jatim Minta Revitalisasi Rel KA Tuban Dipercepat

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - DPRD Jatim mendorong percepatan revitalisasi rel Kereta Api (KA) di Tuban. KA tersebut selain untuk memperlancar distribusi produksi BBM dan bahan baku Petrokimia dari kilang Tuban, juga direncanakan dapat mengangkut masyarakat yang hendak bepergian.

Proyek Strategis Nasional (PSN) GRR Tuban saat ini sedang memasuki tahap pra-konstruksi penyusunan desain teknis (Front-End Engineering Design/FEED). Dalam Kontruksi Mega Proyek Kilang Grass Root Refinery (GRR) Tuban, PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) atau Pertamina Rosneft menggandeng PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk merevitalisasi jalur kereta peninggalan zaman Belanda di Tuban.

Revitalisasi jalur kereta mulai rute Stasiun Babat, Tuban, Merakurak dan Jenu, untuk mendukung konektivitas kilang GRR Tuban dengan sentra-sentra industri pengguna petrokimia di Pulau Jawa.

Anggota DPRD Jatim dapil XII (Tuban- Bojonegoro), Nur Azis mengatakan, dalam revitalisasi rel kereta api di Tuban ini Pemprov Jatim terlibat di dalamnya terkait perijinannya. PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) atau Pertamina Rosneft menggandeng PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan sudah MoU dengan Pemprov Jatim terkait perijinan dan tata ruangnya.

"Kita berharap supaya revitalisasi rel dibantu penuh karena membantu industri di Tuban," ujar Nur Azis dilansir dari lama Kominfojatim, Senin (25/10/2021).

Politisi asal PKB itu, mengaku sudah berkoordinasi dengan Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono dan pihak Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jatim bahwa sudah ada sinkronisasi program revitalisasi rel KA di Tuban.

"Pemprov saat saya tanya sudah setuju. Cuma sebaiknya dipercepat," tuturnya.

Azis biasa disapa menyebut bahwa revitalisasi ini, menggunakan rel KA lama peninggalan Belanda. Hanya saja, rel tidak difungsikan sejak tahun 1989. Maka, dengan banyaknya industri di Tuban, rel tersebut difungsikan kembali.

Anggota Komisi D DPRD Jatim itu menyebut, rel lama tidak melewati Kecamatan Tuban (kota). Maka Azis menginginkan agar merevitalisasi jalur rel di kota. Hanya saja, problemnya jalur rel tersebut sudah dibawah rumah penduduk, dan kantor-kantor. Artinya semua bangunan itu berdiri di atas tanah milik PT KAI.

"Saya setuju dibangun (revitalisasi) di kota. Tapi untuk jalur kota ke Babat tetap pakai jalur lama. Untuk kota dilewati aja. Kemudian jalur luar kota tetap dipakai," tuturnya.

Azis menilai jika jalur melewati kota, maka bisa timbul kemacetan yang luar biasa. Maka dirinya setuju jalur rel dialihkan di luar kota dengan melakukan pembebasan lahan lagi. "Sehingga nanti bisa nyambung Babat-Bojonegoro, Babat-Surabaya. Nanti jalurnya Babat-Tuban," paparnya.

Proyek GRR Tuban sendiri ditargetkan mulai beroperasi tahun 2027 untuk memasok BBM dan bahan baku petrokimia. Infrastruktur tersebut untuk memperlancar pengiriman produk petrokimia dari kilang GRR Tuban ke sentra industri di Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Revitalisasi rel KA ini berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No.80 tahun 2019, untuk mendukung pemerataan dan percepatan pembangunan di area Gerbang kertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan).

“Pertamina dan PT KAI sepakat mengkaji penyediaan jalur kereta api dari dan ke lokasi proyek GRR Tuban sepanjang kurang lebih 49 kilometer dengan rute Stasiun Babat, Tuban, Merakurak dan Jenu,” pungkasnya. [ali/mu]

 

Tag : kereta api, jalur kereta tuban, kai



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more