15:00 . Bupati Halindra Tantang Atlet Tenis Meja   |   14:00 . PTMSI Gelar Kejuaraan Tenis Meja Porkab VI Tuban   |   13:00 . Nyaris Tertimpa Warung yang Ambruk   |   12:00 . Kades Tegalbang Minta Ada Riset, DLH: Peta Gas Tuban hanya di Sumber Merakurak   |   11:00 . Ketiga Kalinya Gas Keluar dari Galian Sumur Warga Desa Tegalbang   |   10:00 . Lebih Hemat Pakan, Peternak Lele di Tuban Berbagi Trik ke Pemula   |   09:00 . Manfaatkan Tradisi Ritual di Makam Wali untuk Kampanye Vaksinsasi   |   08:00 . Update Corona di Tuban Tambah 3 Kasus Positif Baru   |   07:00 . Benarkah Media Sosial Bikin Empati dan Rasa Tulus Masyarakat Berkurang?   |   21:00 . Langganan Banjir, Ini Kata Perangkat Desa Magersari   |   20:00 . Banjir di Pusat Kota Tuban, Bupati Sebut Sudah Ada Penanganan Konkrit   |   19:00 . Dam Deker Jebol, Puluhan Rumah Warga Simo Terendam Banjir   |   18:00 . Efektif, Kampanye Vaksin Saat Ritual Dawetan Bejagung   |   17:00 . Desa Klutuk Tambakboyo Diterjang Puting Beliung, Bangunan Rumah hingga Warung Hancur   |   16:00 . Surati Gubernur Jatim, Buruh Tuban Tolak Penerapan PP 36 Tahun 2021 di UMK 2022   |  
Sat, 27 November 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

BMKG Prediksi Tuban akan Diguyur Hujan 10 Hari Lagi

bloktuban.com | Friday, 28 May 2021 19:00

BMKG Prediksi Tuban akan Diguyur Hujan 10 Hari Lagi

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com – Turunnya hujan pada tanggal 28 Maret 2021 pagi di berbagai wilayah di Jawa Timur, membuat para petani lokal berspekulasi untuk mengontrol masa tanamnya.

Sebagian menganggap saat ini sudah masuk musim kemarau, tapi lainnya menganggap akan terjadi musim penghujan lagi atau istilah lokalnya rendeng kembar.

“Ini kelihatannya rendeng kembar, mas. Entah tanam apa yang cocok,” ungkap salah satu warga Kecamatan Kerek, Warsono (31) kepada blokTuan.com.

Menyikapi hujan di musim kemarau, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Tuban, Rofiq Isa Mansyur mengatakan hujan hari ini hampir mengguyur di seluruh wilayah di pantura hingga Madura, dan Bawean Gresik.

“Kondisi bukan berarti musim kemarau mundur, tapi ada kondisi anomali cuaca maritin kontinen Indonesia. Anomali ini berdampak pada hujan di Pantai Utara Jatim sampai ke timur,” ujar Rofiq saat dikonfirmasi.

Sebagai rilis BMKG waktu lalu, bahwa saat ini telah masuk musim kemarau dengan curah hujan tidak lebih dari 10 hari. Masyarakat khususnya petani tidak menggapnya sebagai kemarau mundur.

Setiap musim kemarau, lanjut Rofiq curah hujannya tidak langsung habis tapi sedikit-sedikit masih ada hingga bulan Juni mendatang. Prosesnya tidak langsung habis tapi menuju habis itu ada waktunya.

“Bukti anomali hujan hari ini bertemuanya dua masa udara atau lebih di wilayah maritim kontinen Indonesia khususnya di Jawa Timur utara,” katanya.

Di sisi lain, ia memahami bahwa datangnya hujan saat ini kurang memihak pada petani tembakau. Sedangkan menjadi berkah bagi para petani yang menanam jagung ataupun kacang-kacangan.

“Untuk mengupdate informasi cuaca bisa memantau di media sosial BMKG supaya mendapat kabar yang valid,” pungkasnya. [ali/col]

 

Tag : Hujan, prediksi, bmkg



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more