18:00 . Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H   |   12:00 . Masjid Agung Tuban Tampung 500 Jamaah Salat Idul Fitri   |   07:00 . Cukup Makan Telur 1-2 Butir Sehari, Ini Efeknya Bila Berlebihan!   |   20:00 . Kemenhub Salurkan Paket Sembako Kepada Sopir Angkutan Umum di Tuban   |   19:00 . Dukung Masyarakat di Wilayah Operasinya, EMCL Salurkan 1.320 Sembako   |   18:30 . Live Streaming: Rukyatul Hilal 1 Syawal 1442 H   |   18:00 . Hilal 1 Syawal Tak Terlihat, Puasa Digenapkan 30 Hari   |   17:00 . Sidang Isbat Awal Syawal 1442 H   |   12:00 . TPPI Santuni Anak Yatim dan Berikan Paket Sembako ke Duafa   |   09:00 . Koramil Widang Santuni 1.080 Janda Miskin dan Yatim   |   08:00 . Jelang Idul Fitri, Pesanan Paket Hampers Lebaran Meroket   |   19:00 . Fakta Baru, Ini Cerita Kepala Madrasah yang Jadi Sasaran Pengrusakan   |   15:00 . Dirregident Korlantas Polri Pantau Penyekatan di Perbatasan Jatim-Jateng   |   14:00 . Bantuan Sembako untuk 3.256 KPM di Kecamatan Kerek Dicek Ketat   |   11:00 . Tiga Perusahaan Sektor Pertambangan Selesaikan Aduan THR   |  
Wed, 12 May 2021
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

AJI Gelar Diskusi Online Melawan Infodemik Corona

bloktuban.com | Friday, 09 April 2021 15:00

AJI Gelar Diskusi Online Melawan Infodemik Corona

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Pandemi Covid-19 yang berjalan sekitar satu tahun, menjadi pembelajaran bersama dalam banyak hal. Baik dari penentuan kebijakan, penyajian informasi, kehidupan normal baru, serta keterbukaan informasi agar tidak memunculkan infodemik yang justru menyesatkan, Jumat (9/4/2021).

Salah satu upaya untuk menangkal infodemik yang mengalir deras di media sosial terkait dengan informasi Covid-19, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bojonegoro menggelar diskusi online dengan menghadirkan beberapa narasumber yang kompeten di bidangnya.

Ketua AJI Bojonegoro Dedi Mahdi Assalafi mengatakan, isu soal pandemi Covid-19 ini sudah lama ingin didiskusikan bersama. Karena, kata dia, hampir setiap hari banyak berseliweran informasi yang menyebar di media sosial. Tidak sedikit pula, informasi yang tersebar itu tidak benar.

"Banyak pihak yang perlu bertanggung jawab dengan banyaknya infodemik Covid-19 ini. Salah satunya karena tidak tahunya informasi, sehingga munculnya sikap apatis. Dengan adanya diskusi kali ini diharapkan bisa menjadi salah satu upaya menangkal disinformasi tersebut," ujarnya.

Salah seorang narasumber dalam kegiatan tersebut, Pemimpin Redaksi Radar Bojonegoro Khorij Zaenal Asrori mengatakan, informasi soal Pandemi Covid-19 ini sudah menjadi menu setiap hari di media sosial. Seperti yang sedang ramai belakangan adalah soal vaksinasi.

"Isu vaksin cukup dominan selama triwulan pertama ini, ada yang share tentang optimisme tetapi juga banyak kabar bohong. Sehingga butuh literasi baik dari media mainstream maupun media sosial secara intens," jelasnya.

Dalam pemaparannya dia juga meminta agar masyarakat tidak mudah percaya dengan adanya informasi yang banyak disebar baik melalui messanger maupun media sosial yang belum jelas sumbernya. "Perlu kroscek ulang agar mendapat informasi yang lebih valid," ungkapnya.

Sementara Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro Masirin mengatakan, selama ini pemerintah juga terus memerangi berita bohong soal Pandemi Covid-19 yang terjadi selama ini. Secara umum pemerintah juga terus berupaya dalam penanganan Covid-19.

"Kasus hoaks terkait dengan kasus Covid-19 ini rerata saat ini memunculkan kegiatan ikutan paska imunisasi, di Bojonegoro sendiri Alhamdulillah kondisinya tidak menonjol," katanya.

Narasumber lain dalam diskusi online yang digelar AJI Bojonegoro bekerjasama dengan AJI Indonesia dan Google News Initiative, Direktur Bojonegoro Institute Aw Syaiful Huda mengungkapkan, berita bohong soal isu Pandemi Covid-19 ini dampaknya sangat erbahaya.

Apalagi, dengan kemudahan informasi saat ini, berita bohong akan lebih mudah diikuti oleh banyak orang yang memiliki ketertarikan bersama.

 "Hoaks atau berita bohong yang diikuti banyak orang ini yang cukup berbahaya, karena bisa jadi itu memperparah dan mempersulit bagaimana covid-19 ini berakhir," ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, beberapa rekomendasi yang perlu dilakukan salah satunya yakni dengan dimulai dari diri sendiri untuk selalu melakukan kroscek dan tidak mudah percaya terhadap berita yang tersebar, terutama yang disebar melalui direct message.

"Termasuk melibatkan diri dengan forum-forum yang kredibel, dan memanfaatkan platform yang sudah ada untuk mencari kebenaran. Kalau dari segi Pemerintah bisa menggandeng pihak eksternal, baik dari CSO, Perguruan Tinggi, citizen jurnalism, dan harus lebih terbuka," jelasnya.

"Secara jangka panjang, maka pemerintah harus meningkatkan pelayanan kesehatan dan memberi wawasan hidup sehat kepada masyarakat," pungkasnya. [ali/ono]

 

Tag : ajibojonegoro, diskusi

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 05 April 2021 13:00

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com Sekitar 25 mahasiswa-mahasiswi dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban berkunjung di kantor redaksi blokTuban.com Jalan Sunan Muria No. 28 Kelurahan Latsari,...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more