20:00 . Omset Penjual Hewan Kurban Dadakan di Tuban Rp10-15 Juta Sehari   |   19:00 . Dear Warga, Cek Label Sehat Sebelum Beli Hewan Kurban di Tuban   |   18:00 . Domba Lokal Bertanduk Banyak Diburu di Tuban, Segini Kisaran Harganya   |   17:00 . Sudah 2.525 Warga Tuban Terekam Mobil INCAR, Polisi: Kebiasaan Baik Harus Dipaksa   |   16:00 . Ikuti Program Revitalisasi, KUA Tuban dan Soko Dimonev Kemenag RI   |   15:00 . Punya Sejarah 70 Tahun, Asosiasi Dokter Medis Sedunia Hanya Akui IDI Organisasi Dokter di Indonesia   |   14:00 . Harga Kambing Kurban di Tuban Termahal Rp7 Juta per Ekor, Penjual: Gratis Ongkos Kirim   |   13:00 . Mengenal Demokrasi dalam Perspektif Masyarakat   |   12:00 . Rupa Sesaji di Manganan Bektiharjo Tuban   |   11:30 . Ini Doa Saat Manganan Bektiharjo Tuban   |   11:00 . Lirik Lagu dan Chord Luka Sekerat Rasa - Cover Maulana Ardiansyah (Live Ska Reggae Trending on Youtube)   |   10:30 . Memberi Makan Kera Bektiharjo Tuban   |   10:00 . Tradisi Manganan Bektiharjo Tuban: Memberi Makan Ikan   |   09:30 . Manganan Bektiharjo Tuban Setiap Rabu Pon   |   09:00 . 6 Juli 2022 Emas Antam Anjlok Rp 977 Ribu, Turun Rp 12.000 Per Gram   |  
Wed, 06 July 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Warga Plumpang Manfaatkan Sampah Organik Menjadi Pupuk dan Pakan

bloktuban.com | Tuesday, 06 April 2021 09:00

Warga Plumpang Manfaatkan Sampah Organik Menjadi Pupuk dan Pakan

Reporter: Nur Malinda Ulfa

blokTuban.com - Sampah menjadi salah satu permasalahan masyarakat dan masalah terhadap lingkungan, pengolahannya yang tidak tepat menyebabkan penumpukkan dan sumber penyakit, dan tentu saja mengganggu pemandangan, serta menjadi persoalan sehari-hari.

Sampah Organik maupun non-organik akan terus alami penambahan jumlah, seiring peningkatan populasi dan faktor konsumsi masyarakat, jika tidak diimbangi dengan edukasi pengolahan sampah akan mengakibatkan penumpukan sampah yang berlebihan.

Masyarakat cenderung cuek dan meremehkan segala jenis sampah yang ada, akibatnya penangan sampah masih belum sepenuhnya benar, kemudian terjadi penumpukan sampah yang berlebihan.

Perlu diberikan edukasi dalam pengelolaan sampah, berbentuk kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan yang kemudian berdampak pada pengurangan dan penanganan sampah.

Hal ini kemudian menyadarkan Abdul Hamid (34), ketua komunitas Omah Sampah, di Kecamatan Plumpang, untuk membuat suatu gerakan. Yakni, peduli sampah serta edukasi terkait pengelolahan sampah organik.

“Banyak warga yang masih belum sadar akan bahayanya sampah, kemudian dari sana kita punya inisiatif untuk mendirikan suatu komunitas perduli sampah yang mengedukasi warga sekitar, yakni Desa Plumpang,” ungkapnya.

Hamid menambahkan, ide pengolahan sampah ia dapat dari diskusi di warung kopi. Dengan dibekali pengalaman mengiku pelatihan pengelolahan sampah. Hamid mulai mengajak anggota komunitasnya untuk mengawali pengelolahan sampah dari ruang lingkup rumah tangga, yaitu limbah organik. Setiap rumah disediakan satu tempat sampah, yang nantinya akan diambil oleh pekerja, dan setelahnya akan dikelola menjadi satu bentuk yang bermanfaat.

Proses pengolahan sampah dimulai dari pengambilan sampah organik dari tiap rumah warga. Kemudian diproses lalat Black Soldier Fly (BSF), atau biasa disebut ulat Magot, serangga yang dapat mengurai sampah dan menghasilkan protein. 

‘’Bisa dijadikan pupuk padat, ini dari kotoran magot, terus di pilah. Selanjutnya menjadi pupuk cair, ini masih menggunakan cara alternatif, dengan penguapan memanfaatkan drum yang didalamnya ada paralon serta alat lainnya,” tuturnya.

Afifudin (24), pengawas lapangan juga menambahkan, selain magot dimanfaatkan sebagai pengurai sampah dan dijadikan pupuk  padat serta cair. Magot juga dimanfaatkan sebagai pakan lele, serta pakan ayam ternak.

“Selain magot dimanfaatkan sebagai pengurai sampah, kita juga memanfaatkan sebagai pakan ikan dan ayam ternak. Ke depan kita akan lebih fokus pengembangan budidaya migos,” tandasnya.[ulf/ono]

 

Tag : kelolasampah, plumpang



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat