20:00 . Mendag: Side Events G20 Promosikan Keragaman Budaya, Potensi Investasi dan Pariwisata   |   19:00 . Personel Kodim Tuban Terima Vaksinasi Booster   |   18:00 . Ranting NU Patihan Gelar Perekaman Kartanu   |   17:00 . Hadir di MKNU PCNU Tuban, Begini Pesan Kiai Marzuki untuk Warga NU   |   16:00 . Berikut Tiga Major Project BKKBN untuk Akselerasi Penurunan Stunting 2024   |   14:00 . Ratusan Pekerja Semen Tuban Disuntik Vaksin Booster   |   13:00 . Kasus Omicron Terus Bertambah, Puncak Kenaikan Kasus Diprediksi pada Februari hingga Awal Maret   |   12:00 . Setelah Terbakar Pasar Baru Tuban Berganti Nama   |   11:00 . Dinsos Coret 101 ASN Tuban yang Cairkan Bansos Covid-19 dan Sanksi Pendamping   |   10:00 . Kurang Antusiasme dari Orang Tua, Hanya Sedikit Balita yang Datangi Posyandu   |   09:00 . Berikut Alasan Mengapa Makanan Diet Sehat Cenderung Lebih Mahal   |   08:00 . Pasar Tradisional dan Toko Kelontong Diberi Waktu Sepekan untuk Sesuaikan Harga Minyak Goreng   |   07:00 . Deteksi Gejala Demensia dari Kebiasaan Menonton Film, Apa Itu?   |   21:00 . Pandemi Covid-19 Terus Berlanjut, Perajin Gerabah Ngadirejo Berpindah Haluan   |   20:30 . Masa Tanam Selesai, Warga Desa Sugiharjo Rayakan Ulang Tahun Ternak Sapi   |  
Sat, 22 January 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Warga Plumpang Manfaatkan Sampah Organik Menjadi Pupuk dan Pakan

bloktuban.com | Tuesday, 06 April 2021 09:00

Warga Plumpang Manfaatkan Sampah Organik Menjadi Pupuk dan Pakan

Reporter: Nur Malinda Ulfa

blokTuban.com - Sampah menjadi salah satu permasalahan masyarakat dan masalah terhadap lingkungan, pengolahannya yang tidak tepat menyebabkan penumpukkan dan sumber penyakit, dan tentu saja mengganggu pemandangan, serta menjadi persoalan sehari-hari.

Sampah Organik maupun non-organik akan terus alami penambahan jumlah, seiring peningkatan populasi dan faktor konsumsi masyarakat, jika tidak diimbangi dengan edukasi pengolahan sampah akan mengakibatkan penumpukan sampah yang berlebihan.

Masyarakat cenderung cuek dan meremehkan segala jenis sampah yang ada, akibatnya penangan sampah masih belum sepenuhnya benar, kemudian terjadi penumpukan sampah yang berlebihan.

Perlu diberikan edukasi dalam pengelolaan sampah, berbentuk kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan yang kemudian berdampak pada pengurangan dan penanganan sampah.

Hal ini kemudian menyadarkan Abdul Hamid (34), ketua komunitas Omah Sampah, di Kecamatan Plumpang, untuk membuat suatu gerakan. Yakni, peduli sampah serta edukasi terkait pengelolahan sampah organik.

“Banyak warga yang masih belum sadar akan bahayanya sampah, kemudian dari sana kita punya inisiatif untuk mendirikan suatu komunitas perduli sampah yang mengedukasi warga sekitar, yakni Desa Plumpang,” ungkapnya.

Hamid menambahkan, ide pengolahan sampah ia dapat dari diskusi di warung kopi. Dengan dibekali pengalaman mengiku pelatihan pengelolahan sampah. Hamid mulai mengajak anggota komunitasnya untuk mengawali pengelolahan sampah dari ruang lingkup rumah tangga, yaitu limbah organik. Setiap rumah disediakan satu tempat sampah, yang nantinya akan diambil oleh pekerja, dan setelahnya akan dikelola menjadi satu bentuk yang bermanfaat.

Proses pengolahan sampah dimulai dari pengambilan sampah organik dari tiap rumah warga. Kemudian diproses lalat Black Soldier Fly (BSF), atau biasa disebut ulat Magot, serangga yang dapat mengurai sampah dan menghasilkan protein. 

‘’Bisa dijadikan pupuk padat, ini dari kotoran magot, terus di pilah. Selanjutnya menjadi pupuk cair, ini masih menggunakan cara alternatif, dengan penguapan memanfaatkan drum yang didalamnya ada paralon serta alat lainnya,” tuturnya.

Afifudin (24), pengawas lapangan juga menambahkan, selain magot dimanfaatkan sebagai pengurai sampah dan dijadikan pupuk  padat serta cair. Magot juga dimanfaatkan sebagai pakan lele, serta pakan ayam ternak.

“Selain magot dimanfaatkan sebagai pengurai sampah, kita juga memanfaatkan sebagai pakan ikan dan ayam ternak. Ke depan kita akan lebih fokus pengembangan budidaya migos,” tandasnya.[ulf/ono]

 

Tag : kelolasampah, plumpang



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more