17:00 . Luka-Luka, Korban Tabrak Lari di Temandang Jalani Perawatan di RSUD   |   16:00 . Skateboard, Olahraga yang Digandrungi Para Pemuda Tuban   |   14:00 . Sedekah Sampah, Program untuk Didik Anak Peduli Daur Ulang Sejak Dini   |   14:00 . Pemuda Bandungrejo Meriahkan Hari Pohon Nasional dengan Pentas Musik dan Tanam Pohon   |   11:00 . Gus Syafiq: Jangan Samakan Muktamar dengan Pemilu, Sudahi Isu Pertikaian   |   07:00 . Manfaat Butterfly Hug bagi Kesehatan Mental, Efektif Redakan Stres dan Kecemasan   |   20:00 . PSHT Tuban Peringati HJT ke728 dengan Festival Pencak Silat   |   19:00 . Cegah Kerusakan Lingkungan, Komunitas Sobat Bumi Unirow Lakukan Ini   |   18:00 . Porkab VI Bawa Nilai Tambah bagi Pelatih Drum Band   |   17:00 . Tagana dan KSB Ronggolawe Adakan Lomba Mewarnai   |   17:00 . Tumbuhkan Kreatifitas di Era Digital, PBSI Unirow Tuban Gelar Pelatihan E-Mading Bagi Pelajar   |   16:00 . Alat Berat Bantuan Pertamina EP Sukowati Field Percepat Perbaikan Tanggul Avour yang Jebol   |   15:00 . Bupati Halindra Tantang Atlet Tenis Meja   |   14:00 . PTMSI Gelar Kejuaraan Tenis Meja Porkab VI Tuban   |   13:00 . Nyaris Tertimpa Warung yang Ambruk   |  
Mon, 29 November 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Pandemi, Penjual di Wisata Pemandian Bektiharjo Keluhkan Sepi Pembeli

bloktuban.com | Sunday, 14 March 2021 14:00

Pandemi, Penjual di Wisata Pemandian Bektiharjo Keluhkan Sepi Pembeli

 

Reporter: Nur Malinda Ulfa

blokTuban.com – Wisata pemandian Bektiharjo telah beroprasi sejak akhir Juli 2020, setelah sempat ditutup awal Januari 2020. Namun hingga kini jumlah pengunjung pun masih jauh dari kondisi normal sebelum pandemi, Minggu (14/03/2021).

Salah satu yang terkena dampaknya ialah penjual di area pemandian Bektiharjo, Dusun Krajan, Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Yakni Ulan (22), menurutnya sejak pandemi penghasilannya menurun drastis.

“semenjak ditutup sampai sudah dibuka, pengunjung masih sedikit, penghasil saya juga ikut menurun. Apalagi mata pencaharian saya cuma lewat sini saja,” ungkapnya saat ditemui Reporter blokTuban.com di Pemandian Bektiharjo.

Ulan juga menambahkan, kebanyakan pemilik kios di area pemandian tutup karena sepi pengunjung serta banyak yang tidak bisa membayar sewa kios.

“kebanyakan tutup karena sepi pengunjung, sedangkan kalau buka harus tetap bayar sewa kios. Kalau nggak ada yang beli mau bayar pakek apa, rame nya juga pas minggu saja. Kemarin pas tanggal merah juga sepi, tapi alhamdulillahnya, sekitar empat bulan saya tidak bayar sewa, digratiskan akibat kondisi saat ini,” imbuhnya.

Hal yang sama juga dialami Aspiyah (53), salah seorang yang menyewakan alat Pelampung di area pemandian. Menurutnya penghasilannya jauh merosot dari sebelum pandemi.

“Lumayan banyak perbandingannya, kalau sebelum pandemi saya bisa dapat jutaan rupiah, kalau sekarang dapat 100.000 sudah lumayan. Untuk harga sewanya, satu Ban yang kecil Rp 5.000, sedangkan yang besar Rp 10.000,”tuturnya. [ulf/lis]

 

Tag : Wisata, pandemi, penjual



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more