07:00 . Inilah Manfaat Minum Air Putih setelah Bangun Tidur   |   17:00 . Pemkab Tuban Bakal Evaluasi Bansos Lebih Tepat Sasaran   |   16:00 . Jembatan Glendeng Masih Proses Anggaran Lagi?   |   15:00 . Bakpao Buatan Napi Lapas Menggugah Selera   |   14:00 . Tak Terdampak Covid-19, Anak-anak Alihkan BST ke Warga Kurang Mampu   |   07:00 . Awas, Ini Lima Risiko Penyakit Jika Pakai Lipstik Setiap Hari   |   17:00 . Curi Motor di Tuban, Dua Penadah Asal Banyuwangi Dibekuk Polisi   |   16:00 . Tumpukan Ban Bekas Terbakar, Nyaris Merembet ke Bengkel   |   15:00 . Predikat KLA Tuban Naik Jadi Tingkat Madya   |   12:00 . Banyak Warga Miskin Tak Dapat Bansos   |   08:00 . Bigini Landskap Media Digital di Indonesia Versi AMSI   |   07:00 . Lebih Baik Minum Air Panas saat Cuaca Panas, Ini Sebabnya!   |   18:00 . Gandeng Mahasiswa, Kapolres Tuban Bagikan Bansos Kepada Warga Terdampak Covid-19   |   17:00 . Warga Merakurak Meninggal Usai Pesta Miras di Jenu   |   16:00 . Simak Jadwal Dispensasi Perpanjang SIM Yang Habis Masa Berlakunya Saat PPKM   |  
Sun, 01 August 2021
Jl Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Usai Divaksin, 80-90 Persen Seseorang Terhindar dan Tak Tularkan Penyakit Sama

bloktuban.com | Thursday, 28 January 2021 13:00

Usai Divaksin, 80-90 Persen Seseorang Terhindar dan Tak Tularkan Penyakit Sama

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menerangkan vaksinasi menciptakan imunitas spesifik guna memutus rantai penularan penyakit infeksi.

Pengembangan vaksin melalui proses pelemahan virus yang dimasukkan ke tubuh. Selanjutnya, tubuh akan membentuk antibodi untuk melawan dan mematikan virus tersebut.

"Seseorang yang telah divaksin 80-90 persen terhindar dari penyakit dan tidak akan menularkan penyakit yang sama. Jika keberhasilan vaksinasi lebih dari 70 persen di tiap kelompok masyarakat akan membentuk herd immunity (kekebalan kelompok). Dengan demikian akan memutus penyebaran Covid-19,” jelas Dante dalam program Literasi Vaksin Badan Publik.

Dante Saksono menambahkan, vaksinasi dilakukan secara bertahap. Tahap pertama pada Januari-April 2021 dengan sasaran tenaga medis 1,48 juta, petugas publik (polisi, TNI) sebanyak 17,4 juta, dan Lansia sebanyak 21,5 juta.

Tahap dua pada April 2021-Maret 2022 dengan sasaran masyarakat rentan sebanyak 63,9 juta dan masyarakat umum 77,2 juta.

Saat ini pemerintah tengah mengembangkan vaksin merah putih dengan melibatkan praktisi kesehatan, peneliti, pihak pengembang vaksin, dan akademisi. Tujuannya, menjamin ketersediaan vaksin secara mandiri.

"Dengan adanya transfer knowledge, vaksin merah putih akan dapat diwujudkan," sambungnya.

Ketua KIP RI, Gede Narayana mengungkapkan, kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman tentang kebijakan pemerintah terkait kegiatan vaksinasi Covid-19. Selain itu sebagai bentuk partisipasi dan kontribusi aktif guna menyediakan informasi yang akurat terkait vaksin. Kegiatan vaksinasi telah diatur dan ditetapkan pemerintah.

Pasca kegiatan ini, pejabat pemerintah yang membidangi informasi publik diharapkan, ikut mendukung upaya pemerintah untuk menyebarluaskan informasi yang benar. Harapannya, mampu membawa dampak positif untuk ikut mengedukasi masyarakat dengan informasi yang benar dan lengkap.

 “Kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung kegiatan literasi vaksin,” ungkapnya.

Diketahui, Plt. Kepala Diskominfo Tuban, Rohman Ubaid dan Kabid Informasi Dan Komunikasi Publik, Tutik Musyarofah juga mengikuti seminar secara daring, yang digelar Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia (KIP RI) dan Komite Penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN). [ali/col]

 

Tag : Vaksin, covid, antibodi

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat