19:00 . Peringati Maulid Nabi Muhammad, TPQ Al-Ma’ruf Adakan Pawai Bersama   |   18:00 . Overkapasitas Tak Halangi Lapas Tuban Terima 20 Napi Pindahan Asal Mojokerto   |   17:00 . Industri Kilang Berpotensi Ubah Alur Tangkap Ikan Nelayan, Ini Saran Pakar   |   16:00 . Lahan Kosong Disulap Jadi Tempat Bisnis Nursery   |   15:00 . Es Puter Legendaris, Kuliner Jadul Asal Klaten   |   14:00 . Sarasehan HSN di Bongok, Begini Pesan Bupati Tuban Untuk Para Santri   |   13:00 . Bupati Tuban Apresiasi Penanaman Pohon Kopi di Kawasan Hutan Lindung Bongok Jetak   |   12:00 . Songsong HJT ke-728, Unirow Gelar Diskusi Permasalahan Pesisir Tuban   |   11:00 . Hadapi Tantangan Digital, Ansor Jatim Gembleng Kader Melalui Madrasah Cyber Jilid Dua   |   10:00 . Wajib Coba! Dimsum Mr. San Tawarkan 19 Macam Menu   |   09:00 . Ini Bedanya Tomat Jenis Corona dan Servo   |   08:00 . Begini Peran Santri dalam Pembentukan NKRI   |   07:00 . Cara Minimalisir Anak Kecanduan Gawai, Psikolog: Beri Anak Pilihan Kegiatan   |   20:00 . Punya Ikan Hias dan Sering Mati? Ini Solusinya!   |   19:00 . Menang 1-0 Saat Uji Coba Lawan Bojonegoro FC, Pelatih Bumi Wali FC Akui Puas   |  
Sun, 24 October 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Begini Harapan Mahasiswa di Cina asal Tuban Akibat Virus Corona

bloktuban.com | Thursday, 05 March 2020 12:00

Begini Harapan Mahasiswa di Cina asal Tuban Akibat Virus Corona

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Penyebaran Virus Corona (COVID-19) di China dikabarkan tercatat mulai melambat dalam beberapa pekan terakhir.

 Hal ini membuat gembira mahasiswa jurusan kedokteran di Hubei University Of Science And Technology Cina asal Kabupaten Tuban, Kamis (5/3/2020). 

Mahasiswa bernama lengkap Nanang Eko Yulianto itu, berdomisili di Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang.

 Pemuda ramah ini dinyatakan sehat dari Virus Corona (Covid-19) oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes), setelah melalui masa observasi di Natuna dua pekan. 

"Karena di Cina masih ada Corona, perkuliahan diganti sistem online," terang Nanang ketika ditemui reporter blokTuban.com di kediamannya. 

Kendati perkuliahan berlanjut, Nanang merasa kurang nyaman. Karena belajar jika tidak berhadapan dengan dosen, maka sulit mencerna apa yang disampaikan. 

"Harapan saya Cina kembali membaik dan bersih. Supaya kami bisa belajar seperti sedia kala," imbuhnya. 

Adanya wabah virus Corona, dia berpesan masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir. Jika kalian bersih maka aman. Kalau hidup bersih sehat maka virus sulit masuk ke tubuh kita. 

Kondisi di Wuhan awal mula adanya virus, lanjut Nanang guru dan dosen di sana sudah siap menolong mahasiswa atau pelajar.

 Selain itu, siap memberi asupan berupa vitamin, susu, yogurt dan lainnya, tergantung kebutuhan pelajar. 

"Kabar penderita virus mati di jalan itu hoaks. Mereka mati di rumah sakit," tambahnya. 

Senada disampaikan Putri Dewi Chandra Kirana asal Banyuwangi. Mahasiswa jurusan Kedokteran yang berbeda kelas dengan Nanang, sengaja bermain di Plumpang. Tujuannya untuk belajar bersama.

Ditambahkan Putri, dalam sepekan dirinya juga kuliah online tiga hari mulai Senin, Rabu, dan Jumat. Untuk kapan perkuliahan di Cina aktif, belum ada pengumuman resmi dari universitasnya. 

"Belum ada kepastian. Sangat serius wabah Corona di Beijing," sambungnya. 

Informasi yang diterima Putri melalui WAG dan artikel di media, sudah banyak warga yang sembuh dari Corona. Dia bersyukur sekelasnya yang berisi 28 mahasiswa, terbebas dari virus yang menjadi wabah dunia itu. 

"Rata-rata yang terkena virus orang tua atau lansia, kalau anak-anak aman," kisahnya. 

Baik Nanang maupun Putri letak universitasnya di Kota Sianin. Untuk menuju Wuhan jika naik kereta cepat dapat ditempuh dalam 35 menit. Untuk jaraknya sendiri kurang lebih 92 Kilometer. 

Bagi orang tua Nanang, kuliah sistem online dinilai kurang efesien karena tidak ada tatap muka langsung. Diharapkan virus Corona segera teratasi, sehingga pendidikan anaknya kembali normal. 

"Belum ada info kapan bisa kembali belajar di Cina," tandas Padi wali dari Nanang. 

Sebatas diketahui, Cina memang menerapan sejumlah langkah drastis, terutama di kota Wuhan, untuk meredam penyebaran Virus Corona.

 Pemerintah menerapkan isolasi kota, menyuruh warga tidak keluar rumah, menghentikan layanan transportasi umum, bahkan melarang warga naik kendaraan pribadi.

Namun, WHO mengatakan yang membuat kasus Virus Corona melambat drastis bukan kebijakan-kebijakan tersebut.

 Dilansir Vox, Rabu (3/3/2020), langkah terbaik dari Cina adalah kecepatan pemerintah dalam mendeteksi kasus. 

"Saya pikir kunci pembelajaran dari Cina adalah kecepatan," ujar Bruce Aylward, delegasi WHO yang meneliti Virus Corona di Cina. [ali/ono]

 

 

Tag : mahasiswacina, harapan



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more