08:00 . Ini Rangkaian Bengawan Jazz Festival 2022 di Lamongan, Dimeriahkan Musisi Asal Bandung dan Lokal   |   07:00 . Prediksi BMKG Cuaca di Tuban 10 Agustus 2022: Pagi Sebagian Berawan, Siang sampai Malam Hujan Ringan   |   06:00 . Potret Ritual Tuku Banyu Nggawan Kebomlati di Tuban   |   05:00 . 10 Balita di Tuban Dimandikan di Sungai Bengawan Solo, Bakar Sajen lalu Diberi Paha Ayam Goreng   |   23:59 . Cek Namamu di Link Pemilu Ini, Lapor ke Bawaslu Tuban Jika Merasa Dicatut Partai Politik   |   23:00 . Telepon, Alamat, dan Harga Hias Sepeda Maskot Karnaval dan Pengiring di Tuban   |   21:00 . Honor Petugas Badan Ad Hoc Pemilu 2024 Setara UMK Tuban   |   20:00 . Tak Merasa Ikut Partai Politik, 3 Warga Tuban yang Namanya Dicatut Lapor Bawaslu   |   19:00 . Mengintip Pembuatan Kostum Karnival di Tuban Seharga Ratusan Ribu hingga Jutaan Rupiah   |   18:00 . Sosok Ipda Kistelya Pratayama Ray, Perempuan Asal Riau yang Suka Becek Mentok Khas Tuban   |   17:00 . BMKG Prediksi Cuaca di Tuban 9 Agustus 2022: Malam Hari Hujan Ringan   |   16:00 . Literasi Sekolah Anak, Pemuda Tuban Ini akan Safari ke 50 Sekolah di Jawa Timur   |   15:00 . Tumbuhkan Minat Baca Tulis Pelajar, Gerakan Safari Literasi akan Menyasar Sekolah dari Tuban hingga Madura   |   14:00 . Warga Desa Wukiharjo Tuban Ramai-ramai Bikin Nugget dan Jamur dari Jagung, hingga Bouket   |   13:00 . Ini Jadwal dan Lokasi Semarak Agustus di Lamongan, Mulai Agustus Sampai Oktober 2022   |  
Wed, 10 August 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Rencana Pemilik Lahan Kilang Tuban, Renegosiasi hingga Gugat Pengadilan

bloktuban.com | Wednesday, 12 February 2020 13:00

Rencana Pemilik Lahan Kilang Tuban, Renegosiasi hingga Gugat Pengadilan

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Kaget dan kecewa merupakan gambaran suasana hati dan pikiran para pemilik lahan yang bakal digunakan proyek Kilang New Grass Root Refinery (NGRR) Tuban, Rabu (12/2/2020).

Harapan harga lahan per meter milik mereka sama dengan di Kilang Cilacap pupus. Tim appraisal memutus harga lahan Kilang Tuban Rp600 ribu hingga Rp800 ribu per meternya.

Harga itu diumumkan pada 10 Februari di Kantor Kecamatan Jenu. Panitia Badan Pertanahan Nasional (BPN) mengundang pemilik 563 bidang lahan dari tiga desa yaitu, Wadung, Kaliuntu, Sumurgeneng Kecamatan Jenu.

"Sebagai masyarakat terdampak kami kaget dengan harga segitu," tutur Gianto pemilik lahan di Desa Wadung.

Jauh-jauh hari sebelum pengumuman harga aporaisal, para pemilik lahan dan warga Wadung dan Sumurgeneng diajak oleh Pertamina bertemu dengan warga Cilacap.

Dima adaerah tersebut kondisi lahannya, lebih produktif di Kecamatan Jenu dengan keperuntulan kilang yang sama. Warga menginginkan harga minimal sama dengan di Cilacap, tapi kenyataannya jauh dari angan-angan.

"Sementara warga Wadung dan Sumurgeneng tidak menerima harga ini," imbuhnya dibuktikan tidak membuka rekening BNI atau BRI untuk proses transfer uang ganti rugi.

Ditegaskan mantan Kades Wadung, masyarakat mendukung proyek Pertamina Kilang Minyak ini dengan sejumlah syarat. Khususnya harga harus sesuai dengan kondisi wilayah.

Jika menggunakan logika berpikir, kenapa disana sekian disini harganya jauh dibawahnya. Harga di Cilacap terendah Rp1 juta 70 ribu sampai Rp1,4 juta. Sangat berbeda dengan di Kilang Tuban, harga hanya Rp600-800 ribu per meternya.

"Lahan saya yang kena hanya 1 petak, tapi bukan soal luas tidaknya lahan tapi menyangkut hajat hidup masyarakat luas," tegasnya.

Dengan kondisi ini, Gianto bersama pemilik lahan bakal mengajak renegosiasi dengan Pertamina, BPN, hingga tim appraisal. Pemilik lahan lain dari Wadung, Dasuki juga berharap ada penyamaan harga lahan Kilang Tuban dengan di Cilacap.

Para pemilik lahan memiliki waktu 14 hari sejak 10 Februari 2020, untuk melakukan gugatan ke pengadilan jika tidak menerima harga aprasial. Jika di pengadilan menang, warga berhak tidak menjual lahannya untuk proyek kilang kerjasama dengan Rosneft Rusia.

Diberitakan sebelumnya, Kepala BPN Tuban, Ganang Anindito menjelaskan timnya telah mengumumkan harga lahan dari tim apraisal. Nilainya bervariasi dari yang terendah hingga yang tertinggi.

"Nilainya macam-macam karena ada lahan sawah, rumah, dan pohon," sambung Ganang.

Respon pemilik petak lahan, kata Ganang masih banyak yang pikir-pikir. Terlihat hingga pukul 14.00 Wib masih sedikit pemilik yang membuka rekening di BNI maupun BRI.

Perbedaan harga lahan di Tuban dengan Cilacap, yang menilai adalah tim apraisal. Sedangkan BPN hanya bertugas juru ukur dan mengumumkan.

"Soal rincian disampaikan secara lisan oleh petugas saat pemilik dipanggil. Sedangkan di surat hanya global," tambahnya sembari menyampaikan total dana Rp1,4 triliun yang siap ditransfer ke rekening warga.

Perlu diketahui, target total kebutuhan kilang minyak, ada 1.136 bidang dengan luas 841 hektare. Tersebar di Desa Kaliuntu 6 bidang, 562 bidang di Wadung, 566 bidang di Sumurgeneng, Perhutani 1 bidang, dan di KLHK 1 bidang. [ali/ito]

Tag : pemilik, lahan, kilang, tuban, ngrr



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 07 August 2022 15:00

    Musim Kemarau Tiba, Siapkan Diri Anda

    Musim Kemarau Tiba, Siapkan Diri Anda Setiap pagi hari sejak sebulan lalu, kita sering merasakan dingin. Rasa dingin terasa lebih kuat saat menjelang pagi hari. Hal tersebut merupakan tanda terjadinya masa pancaroba atau bisa disebut dengan...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat