13:00 . ORTN BRIN Bersama Anggota DPR RI Bantu Petani Tuban Benih Padi Varietas Inpari Sidenuk   |   12:00 . Bantu Herd Immunity, Wihadi dan Kader Gerindra Tuban Turun Gunung Gelar Vaksinasi   |   09:00 . Jago Bisnis Desain dan Ilustrasi, Pemuda Tuban Diundang ke Wakatobi Ilustrasikan Aset Budaya   |   08:00 . Perempuan Desa Klotok Ini Hasilkan Cuan dari Merajut   |   07:00 . Bermain di Masa Pandemi Jadi Kebutuhan Dasar Anak yang Harus Terpenuhi   |   21:00 . Gemar Buat Kue, Kini Fudgy Brownies Dapur Aga Hadir Di Tuban   |   20:00 . Sate Korea Mr. Baek, Santapan Nikmat Harga Bersahabat   |   18:00 . Baju Bekas Kembali Digemari Jadi Peluang Usaha di Tengah Pandemi   |   17:00 . La Nina, BMKG Ingatkan Waspada Potensi Curah Hujan Tinggi   |   15:00 . Hindari Joki Seleksi ASN Tuban, Panitia Gunakan Alat Pencocokan Wajah   |   14:00 . Tingkatkan Herd Immunity Warga Pedesaan, Babinsa dan Nakes Lakukan Door To Door   |   13:00 . Kiat Sukses Mulai Usaha Jadi Barista   |   11:00 . Pengepul Judi Togel Asal Bangilan Ditangkap, Buku Tafsir Mimpi Ikut Diamankan   |   10:00 . Pukul Tetangga Pakai Botol Kaca Hingga Tidak Sadarkan Diri, Pria di Plumpang Ditangkap Polisi   |   07:00 . Orangtua Wajib Tahu, Ini 4 Cara Menyembuhkan Batin Anak   |  
Tue, 19 October 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Cerita Peserta Khitan Massal dari Meraung hingga Dipaksa Calak

bloktuban.com | Thursday, 05 September 2019 09:00

Cerita Peserta Khitan Massal dari Meraung hingga Dipaksa Calak

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Halaman Masjid Astana kompleks Makam Sunan Bonang pada Kamis (5/9/2019), dipenuhi puluhan anak-anak kisaran usia 7-10 tahun. Rata-rata mereka belum baligh.

Kedatangan mereka didampingi orang tua dan kerabat, untuk mengikuti khitan massal dalam rangka Haul Sunan Bonang ke-510. Dari rumah peserta khitan berpakaian baju lengan panjang, bersarung, dan berpeci.

Sama seperti tahun sebelumnya, khitan tahun ini dimulai pukul 06.00 Wib. Seorang calak dan dokter dibantu asistennya, telah bersiap di lokasi. Sholawat menggema dari speaker masjid, dan semua yang hadir di halaman masjid yang dulu digunakan Sunan Bonang berdakwah.

Setiap peserta diberi pilihan, ingin khitan di dokter atau calak. Dari 71 peserta hanya empat anak yang memilih disunat dokter yang lokasinya di belakang Masjid Astana.

"Peserta khitan tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun 2018 mencapai 80 lebih," kata Panitia Khitan Massal, Faisol Rozi ketika ditemui reporter blokTuban.com di lokasi khitan.

Faisol menambahkan, 71 peserta khitan tahun ini berasal dari beberapa kecamatan di Kabupaten Tuban. Menurutnya jumlah peserta normal, karena khitan tidak sekadar niat tapi juga tekad dan dorongan orang tua.

Satu persatu khitan mendekat calak. Mereka dipangku seorang panitia, kemudian sang calak beraksi. Dua asisten calak sudah menyiapkan perban.

Beragam ekspresi peserta mulai terlihat. Ada yang diam, mringis, hingga meraung kesakitan. Khitan yang tak sampai 1 menit itu, berlangsung cepat. Dalam waktu 1 jam 30 menit, 71 anak tuntas disunat.

Di menit-menit terakhir, ada salah satu peserta yang meronta-ronta ingin kabur dari calak. Dia tak bisa kemana-mana karena ayah ibunya memeganginya.

"Aku gak mau disunat, takut," pekik anak asal Kecamatan Tuban itu.

Karena tenaganya masih kuat, anak tersebut harus dipegangi empat orang. Calak pun datang, dan diawali dengan kata basmallah sunat pun selesai. Khitan terakhir ini harus dipaksa, karena anak takut untuk disunat.

Anak tersebut kaget karena tak diprakirakan secepat itu. Dia lebih girang karena dapat bingkisan dari panitia berupa sarung dan baju. Sekaligus amplop berisi uang dari para donatur. [ali/rom]

Tag : khitan, calak, dokter, khitan masal



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more