18:00 . Penyuluh Agama Kecamatan Widang Lakukan Gibas Buluh   |   13:00 . ORTN BRIN Bersama Anggota DPR RI Bantu Petani Tuban Benih Padi Varietas Inpari Sidenuk   |   12:00 . Bantu Herd Immunity, Wihadi dan Kader Gerindra Tuban Turun Gunung Gelar Vaksinasi   |   09:00 . Jago Bisnis Desain dan Ilustrasi, Pemuda Tuban Diundang ke Wakatobi Ilustrasikan Aset Budaya   |   08:00 . Perempuan Desa Klotok Ini Hasilkan Cuan dari Merajut   |   07:00 . Bermain di Masa Pandemi Jadi Kebutuhan Dasar Anak yang Harus Terpenuhi   |   21:00 . Gemar Buat Kue, Kini Fudgy Brownies Dapur Aga Hadir Di Tuban   |   20:00 . Sate Korea Mr. Baek, Santapan Nikmat Harga Bersahabat   |   18:00 . Baju Bekas Kembali Digemari Jadi Peluang Usaha di Tengah Pandemi   |   17:00 . La Nina, BMKG Ingatkan Waspada Potensi Curah Hujan Tinggi   |   15:00 . Hindari Joki Seleksi ASN Tuban, Panitia Gunakan Alat Pencocokan Wajah   |   14:00 . Tingkatkan Herd Immunity Warga Pedesaan, Babinsa dan Nakes Lakukan Door To Door   |   13:00 . Kiat Sukses Mulai Usaha Jadi Barista   |   11:00 . Pengepul Judi Togel Asal Bangilan Ditangkap, Buku Tafsir Mimpi Ikut Diamankan   |   10:00 . Pukul Tetangga Pakai Botol Kaca Hingga Tidak Sadarkan Diri, Pria di Plumpang Ditangkap Polisi   |  
Tue, 19 October 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Harga Garam Belum Berpihak Petambak Lokal

bloktuban.com | Monday, 02 September 2019 10:00

Harga Garam Belum Berpihak Petambak Lokal

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Saat ini petambak garam lokal di Kabupaten Tuban kian menjerit. Harga garam masih terjun bebas di harga Rp 400-500 per Kilogram (kg). Padahal Harga Pokok Pemerintah (HPP) garam rakyat adalah Rp 700-800 per kilogram.

Unjuk rasa yang dilakukan puluhan petambak garam asal Kecamatan Tambakboyo dan Palang, di Kantor Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Tuban pada 25 Juli 2019 untuk menuntut harga garam naik belum membuahkah hasil.

"Harga garam masih anjlok. Ini PT. Garam juga belum menyerap," keluh petambak garam asal Tambakboyo, Saiful Ahbab ketika dihubungi reporter blokTuban.com, Senin (2/9/2019). 

Para petambak di dua kecamatan ini, memilih menahan hasil panen garamnya. Daripada nekat menjual sekarang, ujung-ujungnya merugi sendiri. 

Data Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) bulan Juli 2019, Tuban kelebihan stok garam 3000 ton. Waktu itu, petambak garam Tuban mendesak pemerintah untuk membatasi garam impor. Sekaligus mencabut PP No.9 tahun 2018. 

Impor garam sangat merugikan petambak garam lokal. Di tahun 2018 sampai 3,7 juta ton garam impor, padahal produksi nasional 2,3 juta ton.

Adapun kebutuhan garam nasional hanya 4,5 juta ton, sehingga terjadi kelebihan 1,5 juta ton. Sementara para pengusaha mengambil garam impor, dan resikonya garam rakyat mangkrak.

Kondisi tersebut membuat keberadaan UU nomor 7 tahun 2016 tentang perlindungan dan pemberdayaan nelayan dan petambak garam lumpuh. PP tersebut dikebiri oleh PP 9 tahun 2018 tentang pengendalian impor garam.

"Kewenangan KKP dalam memberi rekomendasi impor sesuai UU 7 tahun 2016 di sleding tekle oleh Kementerian Perdagangan dengan PP 9 tahun 2018," imbuhnya.

Kepala Diskoperindag Tuban, Agus Wijaya pada 25 Juli 2019 lalu telah rapat bersama Menko Bidang Maritim di Jakarta Pusat membahas garam nasional. Namun hasilnya sampai saat ini belum dipublis. 

Ketika reporter blokTuban.com mengkonfirmasi via WhatsApp maupun telepon, Agus Wijaya belum merespon. WA pukul 09.24 Wib belum dibaca. Begitupun telepon pukul 09.52 Wib belum diangkat. [ali/ono]

 

Tag : garam, hargagaramterjun, petanigaram



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more