15:00 . Ini Perbandingkan Jumlah Jabatan Kosong SOTK Lama dan Baru di Tuban   |   14:00 . Kadinkes Belum Tahu Jumlah Warga Tuban Penerima Vaksin Booster Covid-19   |   13:00 . DPRD Kecewa, Pemkab Telat Beri Data Rapor Kinerja ASN Non Job   |   12:00 . Konsisten Selama Lima Tahun, NFT Foto Selfie Ghozali Terjual Hingga Miliaran   |   10:00 . Berikut Cara Agar Tanaman Hidroponik Tumbuh Subur   |   07:00 . Hubungan Toksik dan Ciri-Cirinya   |   12:00 . Cicipi Lezatnya Olahan Becek Mentok Pedas Khas Tuban Yang Getarkan Lidah   |   11:00 . Musim Hujan Jadi Tantangan Utama Pengrajin Gerabah Tuban   |   10:00 . Tingkatkan Kapasitas SDM, IAINU Tuban Gelar Bimtek Pengelolaan Kampus   |   09:00 . Sit With Emotion, Salah Satu Cara Memanajemen Quarter Life Crisis   |   08:00 . Terima Asimilisasi, 20 WBP Bisa Jalani Hukuman di Rumah   |   08:00 . Terima Asimilisasi, 20 WBP Bisa Jalani Hukuman di Rumah   |   07:00 . Pengaruhi Tumbuh Kembang Anak, Ini 6 Tanda Pola Asuh Anda Buruk!   |   18:00 . Tahun Ini, BUMDes Compreng Rencanakan Tambah Unit Usaha   |   17:00 . Jalin Silaturrahmi Dengan Tokoh Agama, Kapolres Tuban Sambangi Ponpes Manbail Futuh   |  
Sun, 16 January 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tahun Babi Kayu, Pedagang Depan Klenteng Keluhkan Penurunan Omzet

bloktuban.com | Tuesday, 05 February 2019 21:00

Tahun Babi Kayu, Pedagang Depan Klenteng Keluhkan Penurunan Omzet

Reporter: Nidya Marfis H. 

blokTuban.com - Perayan Imlek tahun ini membuat pedagang yang berjualan di depan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Klenteng Kwang Sing Bio Tuban gigit jari. Pasalnya, pendapatan mereka menurun drastis dibandingkan tahun lalu. Padahal, Imlek 2570 tahun ini dipercaya oleh warga Tionghoa dapat mebawa kemakmuran.

Pedagang burung, Agus Arif (30) asal Kota Jombang mengatakan, sudah sekitar 10 tahun lalu setiap 5 hari menjelang perayaan Imlek sudah datang ke Tuban dan berjualan di depan klenteng terbesar di Asia Tenggara itu. Akan tetapi baru tahun ini, ia merasakan penurunan yang sangat drastis dari tahun-tahun biasanya. 

"Biasanya 2 hari menjelang Imlek dagangan tinggal sedikit, tahun ini sudah hari H nya tapi dagangan masih banyak baru dapat Rp300 ribuan," ungkap Agus. 

Hal senada juga diungkapkan pedagan lainnya,  pedagang mainan, Qoridin (45) asal Kecamatan Tambakboyo mengatakan, baru kali ini dagangannya sepi tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya saat hari H perayaan Imlek bisa mendapatkan Rp500 ribu-Rp1 juta, akan tetapi tahun ini baru dapat Rp200 ribu.

"Mungkin karena tadi sempat hujan jadinya sepi, biasanya nggak kayak gini," ungkapnya.  [nid/col]

Tag : omzet, pedagang, kayu



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more