15:00 . Bupati Halindra Tantang Atlet Tenis Meja   |   14:00 . PTMSI Gelar Kejuaraan Tenis Meja Porkab VI Tuban   |   13:00 . Nyaris Tertimpa Warung yang Ambruk   |   12:00 . Kades Tegalbang Minta Ada Riset, DLH: Peta Gas Tuban hanya di Sumber Merakurak   |   11:00 . Ketiga Kalinya Gas Keluar dari Galian Sumur Warga Desa Tegalbang   |   10:00 . Lebih Hemat Pakan, Peternak Lele di Tuban Berbagi Trik ke Pemula   |   09:00 . Manfaatkan Tradisi Ritual di Makam Wali untuk Kampanye Vaksinsasi   |   08:00 . Update Corona di Tuban Tambah 3 Kasus Positif Baru   |   07:00 . Benarkah Media Sosial Bikin Empati dan Rasa Tulus Masyarakat Berkurang?   |   21:00 . Langganan Banjir, Ini Kata Perangkat Desa Magersari   |   20:00 . Banjir di Pusat Kota Tuban, Bupati Sebut Sudah Ada Penanganan Konkrit   |   19:00 . Dam Deker Jebol, Puluhan Rumah Warga Simo Terendam Banjir   |   18:00 . Efektif, Kampanye Vaksin Saat Ritual Dawetan Bejagung   |   17:00 . Desa Klutuk Tambakboyo Diterjang Puting Beliung, Bangunan Rumah hingga Warung Hancur   |   16:00 . Surati Gubernur Jatim, Buruh Tuban Tolak Penerapan PP 36 Tahun 2021 di UMK 2022   |  
Sat, 27 November 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Ratusan Hektar Padi di Senori Ludes

bloktuban.com | Tuesday, 06 June 2017 12:00

Ratusan Hektar Padi di Senori Ludes

Reporter: Mochamad Nur Rofiq

blokTuban.com - Hama wereng kini mulai menghampiri petani di Desa Sendang, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban. Terbukti, ratusan hektar tanaman padi petani mendadak kuning, kering dan mati.

Serangan hama wereng yang semakin meluas, mengakibatkan petani setempat rugi jutaan rupiah. Sebab serangan dengan kategori sedang sampai berat ini gagal diatasi sehingga memicu gagal panen atau puso.

"Serangan wereng luar biasa. Tanaman sudah berusia 60 hari, sekali serang, dua tiga hari ludes," wadul petani setempat, Wanuri saat bersama blokTuban.com di pematang sawah ketika menunjukan padinya yang mati, Senin (5/6/2017) kemarin.

Menurut Wanuri, serangan hama wereng di sawahnya cukup masif. Bahkan, setiap dua hari sekali ia harus membasmi dengan pestisida. Biaya yang ia keluarkan tidak sedikit, sehingga ia harus merugi jutaan rupiah.

"Sekali semprot habis Rp250 ribu, jika dihitung sejak tanam hingga kini sudah rugi sekitar Rp6 juta. Sebab, tanaman seluas satu bahu, ludes hanya tersisa beberapa pohon saja," kisah Wanuri dengan menghela nafas panjang.

Sementara Kepala Desa Sendang, Senori, Minan Nurrohman ketika ditemui blokTuban.com membenarkan serangan hama wereng yang merajalela di desanya. Dari pengakuannya, hampir 100 hektar lebih padi yang sudah terserang wereng.

"Bahkan ironisnya, sudah tanam dua kali tidak pernah panen," tandas Minan sapaan akrabnya.

Ketika disinggung mengenai penanganan Dinas Pertanian setempat, pihaknya mengaku sudah pernah dibagi pestisida secara cuma-cuma satu kali. Namun upaya tersebut tidak mampu membendung serangan hama mematikan itu.

"Sempat mati, dua hari datang lagi werengnya. Akibatnya, pohon kering dari bawah dan mati," pungkasnya. [rof/rom]

Tag : hama wereng, padi senori



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more