08:00 . Tak Datang ke Grahadi, Wabup Terpilih Dilantik Online   |   07:00 . Ini Cara Cetak Kartu BPJS dari Hanphonr   |   17:00 . Desa Simo dan Menilo Akan Dipasangi Pipa Air Minum   |   16:00 . Petugas Kesehatan dan TNI Lakukan Tracing di Sandingrowo   |   15:00 . Salami Anggota saat Pamit, AKBP Ruruh Berkaca-kaca   |   14:00 . Pendapa Dibanjiri Karangan Bunga   |   13:00 . Tak Menyerah, Omzet Dagangan Gading Meningkat setelah Pakai Motor Roda Tiga   |   08:00 . Ternyata Banyak Insinyur yang Belum Teregistrasi sesuai UU   |   07:00 . Insecure Bisa Muncul Karena Kejadian Masa Lalu, Ini Cara Mengatasinya   |   20:00 . Lembur Demi Mas Bupati   |   19:00 . Ada Karangan Bunga Raksasa   |   18:00 . Jelang Pelantikan Bupati Tuban, Karangan Bunga Bertebaran   |   17:00 . Resahkan Warga, ODGJ Prambontergayang Dievakuasi Petugas   |   16:00 . Hari Terakhir Menjabat, Fathul Huda Resmikan Kantor MWC NU Semanding   |   14:00 . Satya Widya Yudha : Ini Upaya DEN Membantu Pembangunan Rendah Karbon Industri Hulu Migas   |  
Sun, 20 June 2021
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Jangan Sembarangan Konsumsi Semut Jepang untuk Diabetes

bloktuban.com | Thursday, 11 February 2016 07:00

Jangan Sembarangan Konsumsi Semut Jepang untuk Diabetes

Reporter: --

blokTuban.com - Banyak informasi yang beredar di masyarakat bahwa mengonsumsi semut dan kutu jepang bermanfaat untuk menurunkan kadar gula darah bagi pengidap diabetes. Sejumlah penjualan online pun menawarkan kutu jepang yang disebut-sebut bermanfaat untuk kesehatan. Benarkah demikian?

Menurut dr Tri Juli Edi Tarigan, SpPd-KEMD, semut jepang belum dapat dipastikan keamanan dan manfaatnya untuk pengobatan diabetes karena belum teruji sesuai dengan standar penelitian. Menurut dia, masyarakat sebagai konsumen harus cerdas dalam memilih metode pengobatan.

"Semut jepang itu kita menganggap belum ada bukti sahih penelitian yang dianggap standar. Jadi, konsumsi itu kan hanya dari pengalaman, testimoni orang ke orang saja," ujar dokter yang akrab disapa TJ itu saat dihubungi Kompas.com, Rabu (10/2/2016).

Jika dikonsumsi sembarangan, apalagi tanpa dosis yang jelas, hal itu tentu bisa saja malah menimbulkan efek negatif. Mengenai pasien yang dikabarkan ususnya terinfeksi bakteri karena rutin mengonsumsi semut jepang, menurut TJ, juga perlu penelitian lebih lanjut.

Kasus pada satu orang tersebut, lanjut TJ, juga belum bisa disimpulkan bahwa mengonsumsi semut jepang bisa merusak usus.

Tak hanya semut jepang, apa pun obat yang dikonsumsi sebaiknya memang yang sudah teruji klinis. Untuk dinyatakan aman dan bermanfaat bagi kesehatan manusia, obat-obatan harus melewati berbagai tahap uji klinis, mulai dari uji terhadap hewan.

Setelah itu, ada uji pembanding dengan kelompok kontrol yang diberi obat-obatan dan kelompok yang tidak diberi obat. Kemudian, harus dibuktikan efektivitasnya, apakah merusak organ vital lain atau tidak.

"Kalau memang efektif, harus tahu bahan aktifnya apa yang menyebabkan gula darah turun, kompenennya apa, zat apa," kata dokter yang praktik di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, ini.

Menurut TJ, sejauh ini, untuk mengatasi diabetes, selain dengan obat-obatan, yang terpenting adalah terus menjaga pola makan sehat dan melakukan aktivitas fisik. [col]

Sumber: http://health.kompas.com/read/2016/02/10/171500323/Jangan.Sembarangan.Konsumsi.Semut.Jepang.untuk.Diabetes

Tag : semut, jepang, diabetes

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 05 April 2021 13:00

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com Sekitar 25 mahasiswa-mahasiswi dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban berkunjung di kantor redaksi blokTuban.com Jalan Sunan Muria No. 28 Kelurahan Latsari,...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more