Romantika Putri Cempoko dan Air Sumur Pawon Desa Mentoso Tuban yang Mujarab

Oleh : Ahmad Nawaf Timyati Fandawan

blokTuban.com - Desa Mentoso merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Desa yang sekarang dipimpin oleh Eko Hariyanto. S.E ini terdiri dari 2 dusun ini yakni Dusun Mentoso dan Dusun Mlangwe, Jumat (13/10/2023).

Desa dengan jumlah penduduk sekitar 3.000 jiwa ini memiliki luas 350 hektar dengan batas desa yakni sebelah utara berbatasan langsung dengan laut jawa, sebelah selatan dengan Desa Rawasan, sebelah barat dengan Desa Remen dan sebelah timur dengan Desa Kaliuntu.

Adapun asal mula nama desa ini sendiri menurut Ahmad Sumo (65) selaku Kasi Kesra Desa Mentoso, Kecamatan Jenu menuturkan bahwa nama Desa Mentoso menurut cerita yang dia dapat bermula dari seorang putri yang bernama Cempoko yang mendengar bahwa Mbah Bejagung katanya ganteng dan bijaksana.

Putri Cempoko pun tertarik dengan Mbah Bejagung ini kemudian Putri Cempoko ini datang untuk menemui Mbah Bejagung, tetapi saat itu Mbah Bejagung memakai pakaian yang jelek yang kemudian Putri Cempoko menghinanya yang menjadikan Mbah Bejagung tersinggung dan  terjadilah debat yang pada akhirnya cintanya Putri Cempoko ditolak oleh mbah Bejagung.

"Lantas Putri Cempoko pun pergi naik perahu yang bermula dari daerah Palang menuju ke Tasikharjo dalam perjalanannya Putri Cempoko di awasi oleh Mbah Bejagung di atas pohon yang konon pohon di daerah Palang sendiri banyak yang miring ke utara karena di panjat mbah Bejagung untuk mengawasi Putri Cempoko," imbuhnya.

Setelah perjalananya dia sampai ke daerah klepu dan diapun turun. Alhasil putri Cempoko kakinya tenggelam sampai paha maka dari itu daerah itu dinamakan Desa Klepu (Kelem se Pupu). Namun sekarang desa itu tidak ada, dan setelah dari Desa Klepu minggir lagi Putri Cempoko tiba di Desa Mentoso. Kata Mentoso sendiri berasal dari Kata Mentaso (Keluar dari dalam air).

“Setelah dia turun di Klepu dia kelem se pupu (tenggelam sampai ke paha) alhasil dinamain desa Klepu, terus dari Klepu minggir lagi dia sampai di Desa Mentoso itu Mentaso (Keluar dari dalam Air),” ujarnya.

Di Desa Mentoso inipun terkenal dengan pantai yang bernama Pantai Sumur Pawon. Di pantai ini terdapat sumur yang berbentuk seperti pawon (Tungku) menurut beberapa sumber yang ada mata air di sumur dipercaya warga setempat sebagai obat yang mujarab lantaran dinilai dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Menurut Kabul selaku pengelola pantai sumur pawon mengatakan bahwa diberi nama sumur pawon dikarenakan ada 2 lubang yang ada didalam sumur tersebut yang berbentuk seperti pawon (tungku) selain itu disebelah lubang itu juga ada bekas telapak kaki dan juga ada bekas tancapan tongkat. Selain itu, dia juga mengatakan bahwa sumur ini adalah tempat pendayangan atau sumur gede punya Mbah Sabyan.

Ia juga menuturkan bahwa di pantai ini juga ada beberapa goa dan ada sumur yang bernama sumur lanang yang sekarang sudah tidak ada karena sudah tertutup. Sekarang inipun sumur pawon sudah dibangun semacam dinding di sekitar sumur yang kata Kabul selaku pengelola pantai dinding itu dibuat agar air laut tidak rembes dan masuk ke dalam sumur tersebut. Di sumur inipun masih mengadakan acara seperti manganan atau makan bersama yang biasanya diadakan sekitar bulan 9 senin legi.

“Ini saya buatkan dinding di sekitar sumur agar tidak terkena air dari laut, soalnya kan itu di sana ada rembesan dari air laut yang menuju ke sumur ini”, terangnya.

Selain itu juga pantai ini sekarang dibuatkan semacam kolam renang yang terletak tidak jauh dengan sumur pawon. Kolam renang ini dibangun sendiri oleh Kabul selaku pengelola Pantai Pawon.

Dalam hal pelestarian budaya, Desa Mentoso masih melakukan sedekah bumi/tayuban yang biasanya dilakukan setiap tahun lebih tepatnya pada hari Senin Legi. Dalam hal perekonomiannya Desa ini bergantung pada dua sektor yakni pertanian dan juga laut karena desa ini juga termasuk penghasil rebon yang terbilang cukup besar.

Pada potensinya pihak pemerintah desa sendiri sedang mengupayakan untuk mengembangkan wisata dan juga mengembangkan pasar desa. [Naw/Ali]