Siap-siap Gerhana Matahari Hibrida Dapat Dilihat Sebagian di Tuban

Reporter: Savira Wahda Sofyana

blokTuban.com - Bertepatan dengan hari ke-29 Bulan Ramadan 1444 Hijriah atau 20 April 2023 Masehi mendatang, diprediksi akan terjadi fenomena Gerhana Matahari Hibrida, yang akan terlihat disebagian wilayah Indonesia. 

Gerhana Matahari Hibrida sendiri merupakan fenomena gerhana matahari yang terjadi pada saat Bulan, Matahari dan Bumi berada tepat segaris. Sehingga disuatu tempat tertentu, terjadi piringan Bulan yang teramati dari Bumi sama dengan piringan Matahari. 

Akibatnya, saat puncak gerhana di suatu tempat tertentu, Matahari akan tampak seperti cincin, yaitu gelap di bagian tengahnya dan terang di bagian pinggirnya, sementara di tempat tertentu lainnya, Matahari seakan-akan tertutupi Bulan. 

baca juga: 

Ada Fenomena Gerhana Matahari, Pernikahan Malam Songo di Tuban Turun

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Tuban, Zem Irianto Padma mengatakan untuk wilayah Jawa Timur, hanya akan terjadi gerhana sebagian. 

"Di wilayah Tuban dapat terlihat sebagian, hanya sekitar 60% matahari akan tertutup atau bisa di sebuah magnitude 0.6," ujarnya kepada blokTuban.com, saat dikonfirmasi Selasa (18/4/2023). 

Menurut Zem, sapaan akrabnya untuk wilayah Kabupaten Tuban, Gerhana Matahari Hibrida tersebut, akan berlangsung dengan durasi kurang lebih selama 2 jam, 53 menit dan 26,9 detik. 

Dimana, Gerhana Matahari tersebut akan nampak di Kabupaten Tuban sekira pukul 09.30 Wib dan berakhir pukul 12.22 Wib, dengan magnitudo gerhana 0.637. 

baca juga: 

Fenomena Gerhana Bulan Total dan Apa Efeknya di Kabupaten Tuban?

"Untuk wilayah Tuban kontak awal waktunya 09:30:02.4 WIB pada Azimut 58,9 derajat dan Altitude 54,8 derajat. Puncak gerhana 10:53:46.8 WIB pada Azimut 36,7 derajat dan Altitude 69,5 derajat. Kontak akhir pada pukul 12:22:29,3 WIB pada Azimut 324,8 derajat dan Altitude 67,6 derajat. Durasi gerhana 2 jam, 52 menit, 26,9 detik dengan magnitudo gerhana 0.637," jelasnya. 

Lebih lanjut, Zem juga menambahkan saat Gerhana Matahari Hibrida tersebut berlangsung, BMKG akan menyiarkannya secara langsung di 23 titik pengamatan sekaligus, yang ada di seluruh dunia. 

"Masyarakat bisa melihat melalui live streaming di link gerhana.bmkg.go.id," imbuhnya. [Sav/Dwi]

 

Temukan konten Berita Tuban menarik lainnya di GOOGLE NEWS